0

kahlil Gibran : Tentang Do’a

Kahlil Gibran : Tentang Do’a

kahlil gibran : tentang do+'a

Kalian berdo’a di saat kesulitan dan membutuhkan
Alangkah baiknya kalian pun berdo’a di puncak kegirangan
Dan di hari hari rezekimu sedang berlimpahan
Karena, apalah do’a itu selain pengembanga dirimu dalam ether yang hidup
Dan bila kau dapat merasa yaman , bila sempat mencurahkan
Kegelapan hatimu ke haribaan ruang angkasa
Maka, kau pun dapat merasa nyaman, jika dapat memancarkan
Fajar merekah di hatimu ke cakrawarti raya
Walau pun kau hanya dapat menangis di kala sukma memanggilmu berdo’a
Biarlah dia memanggilmu dan memanggilmu sekali lagi
Dan, engkau datang masih menangis jua, sampai meningkat pada tertawa
Disaat berdo’a kau membungbung ke angkasa raya
Bersatu rasa dengan mereka yang juga berdo’a di saat yang sama
Ialah mereka yang tak mungkin kau temui , kecuali dengan getaran do’a
Oleh sebab itu, Biarlah kunjunganmu ke candi ghaib nun di sana
Bersih dari tujuan lain kecuali kekhusyuan jiwa dalam komuni mesra
Karena jika kau masuki candi itu tanpa tujuan lain kecuali meminta
Engkau akan kecewa
Dan pabila kau mendatangi kuil itu demi merendahkan diri belaka
Engkau tiada terangkat karenanya
Bahkan jika kau mendatangi kuil itu demi kebaikan orang lain
Engkau pun tak terdengar bersuara
Cukuplah kirany a kau memasuki kuli ghaib itu
Tak kuasa aku mengajarimu berdo’a dengan kata kata
Tuhan tak berbahasa dalam kata kata,kecuali Dia sendiri
Mengajarkan kata kata itu lewat bibirmu
Pun tak kuasa aku mengajari do’a dari samudera
Do’a dari gunung dan do’a dari hutan belantara
Tapi kau lahir dari perut gunung atau hutan, mau pun dari haribaan lautan
Akan menjumpai do’a mereka dalam hatinya sendiri
Dan kalau saja kau memasang telinga pada kesunyian malam
Kau akan mendengar mereka bicara dalam kebisuan
Tuhanku, Yang Agung, kemauan-Mulah yang berlaku dalam diriku
Dorongan Mulah dalam diriku yang merobah malam milikMu
Menjadi hari yang menjadi milikMu pula
Kami tak kuasa meminta apa apa sebab, kau lah Maha Tahu akan kebutuhan kami
Bahkan sebelum kebutuhan itu lahir dalam diri
Dikaulah kebutuhan kami
Dikaulah pemberi kami semua.
( Sumber : Kahlil Gibran : SANG NABI di terjemahkan Oleh, Sri Kusdyantinah)

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *