0

Sang Nabi : Berbicara Tentang Bekerja

Sang Nabi : Berbicara Tentang Bekerja

sang nabi : berbicara tentang bekerja

Berilah penjelasan pada kami soal kerja, maka demikinalah bunyi jawabnya :
Kau bekerja, supaya langkahmu seiring irama bumi
Sertaperjalanan roh jagad ini
Berpangku tangan menjadikanmu orang asing bagi musim
Sertakeluar dari barisan kehidupan sendiri
Yang menderap perkasa, megah dalamketatannya,
Menuju keabadian masa
Bila bekerja, egkau ibarat sepucuk seruling
Lewat jantungnya bisikan sang waktu menjelma lagu
Siapa mau menjadi ilalang dungu dan bisu,
Pabila semesta raya melagukan gita bersama ?
Selama ini ku dengar orang berkata, bahwa itu adalah kutukan
Dan susah payah merupakan nasib, takdir suratan
Tetapi aku berkata padamu bahwa bila kau bekerja
Engkau memenuhi sebagian cita cita bumi yang tertinggi
Yang tersurat untukmu , ketika cita cita itu terjelma
Dengan selalu menyibukan diri dalam bekerja,
Hakekatnya engkau mencintai kehidupan
Mencintai kehidupan dengan bekerja
Adalah menyelami rahasia hidup yang paling dalam
Namun, pabila dalam derita kau sebut kelahiran sebagai siksa
Dan pencarian napkah sebuah kutukan yang tercoreng di kening
Maka aku berkata bahwa tiada lain dari cucuran keringat jua
Yang dapat membasuh suratan nasib manusia
Selama ini kau dengar orang berkata pula, bahwa hidup adalah kegelapan
Dan dalam keletihanmu kau tirukan kata kata mereka yang lelah
Namunaku berkata bahwa hidup memang kegelapan, kecuali : Jika ada dorongan
Dan semua dorongan buta belaka, kecuali : Jika ada pengetahuan
Dan semua pengetahuan adalah hampa, kecuali : Jika ada pekerjaaan
Dan segeap pekerjaan adalah sia sia, kecuali : Jika ada kecintaan
Jikalau kau bekerja dengan rasa cinta
Engkau menyatukan dirimu degan dirimu
Kau satukan dirimu dengan orag lain, dan sebaliknya
Serta kau dekatkan dirimu kepada Tuhan
Dan apakah yang di namakan bekerja dengan rasa cinta ?
Laksana menenun kain dengan benang yang di tarik dari jantungmu
Seolah olah kekasihmulah yang akan mengenakan kain itu
Bagai membangun rumah dengan penuh kesayangan
Seolah kekasihmulah yang akan mendiaminya dimasa depan
Seperti menyebar benih dengan kemesraan, danmemungut panen dalam kegirangan
Seolah olah kekasihmulah yang akan makan bijinya kemudian
Paterikan corakmu pada semua benda
Dengan nafas dari semangatmu pribadi
Ketahuialan bahwa semua roh suci sedang mengelilingimu
Memperhatikan dan mengawasi , serta memberi restu
Seringkali ku dengar engkau berkata kata seperti menggumam dalam mimpi
“ Dia yang bekerja dengan bahan pualam,
Dan menemukan di dalamnya bentuk jiwanya sendiri
Lebih tinggi martabatnya dari pada dia si pembajak sawah
“ Dan dia yang menangkap pelangi di langit untuk di lukis warnanya,
Menyerupai citra manusia di atas kain,
Derajatnya lebih mulia dari dia, si pembuat sandal kita
Namun aku berkata, tidak di dalam tidur, melainkan di kala jaga sepenuhnya, ketika matahari tinggi
Bahwa angin berbisik tidak lebih mesra di pohon jatijati raksasa
Dari pada di rerumputan kecil dan tanpa arti
Dan hanya dialah sungguh besar, yang menggubah suara angin

Menjadi sebuah simponi, yang makin agung karena kasih sayangnya

Bekerja adalah cinta yang megejewantah
Dan jika kautiada sanggup bekerja denga cinta, hanya dengan enggan
Maka lebih baiklah jika engkau meninggalkannya
Lalu mengambil tempat di depan gapura candi
Meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita
Sebab, jika kau memasak roti dengan rasa tertekan
Maka pahitlah jadinya dan setengah mengeyangkan
Bilamana kau menggerutu ketika memeras anggur
Gerutu itu meracuni air anggur
Dan walau pun kau menyanyi dengan suara bidadari
Namun hatimu tiada menyukainya
Maka tertutuplah telinga manusia dari segala
Bunyi bunyian siang dan suara malam hari
( Sumber : Kahlil Gibran, Sang Nabi : Terjemahan, Sri Kusdyantinah )

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *