0

Kisah Perjuanganku Menghadapi Musuh Hidupku

Kisah Perjuanganku Menghadapi Musuh Hidupku, Seseorang bertanya  padaku’ Apa kau mengenal musuh musuh dalam hidupmu ? dan tentu aku kaget atas pertanyaan tersebut, apa yang ia maksud belum aku pahami ! sebab yang aku ingat selama ini aku tak mempunyai musuh bahkan aku coba untuk mengalah demi sebuah kemenangan dan bukan menjadi pertengkaran yang akhirnya dKisah perjuanganu meghadapi musuh hidupuapat menyebabkan sebuah permusuhan.

 

 

 

Dan , aku balik bertanya atas pertanyaan dia , padahal dia belum menjawab apa yang menjadi pertanyaan dari pertanyaan yang tadi ia ajukan, ia hanya tersenyum dan mendengarkan apa yang aku tanyakan “ Adakah ia  ?, aku rasa aku tak mempunyai musuh dan tak mau mempunyai musuh dalam hidupku ! lalu mengapa kau tanyakan itu ?

Dan ia menjawab sebagai aku “ Bukan itu maksudku , tetapi musuh itu adalah dirimu sendiri” dan apa yang ia ucapkan samar untuk aku tangkap maknanya, ku lihat ia tersenyum lagi” tenang dan duduklah sebagai sebuah kemenangan , sebab ingatlah “ Kemenangan seseorang adalah kemenangan yang di raih dengan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi “

Dan aku mengerti apa yang ia ucapkan, sebab begitulah hidup harus di jalankan sebagai sebuah keseimbangan dan simbol kekompakan dan kegotong royongan, dan ia bilang “ biarkan kalimat itu dan sekarang mari dengarkan kisahku melawan musuh musuh dalam hidupku” Baiklah “ kataku dan aku duduk di dekatnya dan aku mulai berkisah.

  • Musuh pertamamu adalah keinginanmu sendiri, sebab dengan berbagai keinginan , kau seakan menyimpan dan membuat gudang dari rasa sakit sendiri untuk kau tuai suatu saat nanti ! “ Maapkan aku, bukankah hidup harus mempunyai sebuah keinginan ?? aku bertanya” Ya , seperti itulah, tetapi jika mempunyai sebuah keinginan atau banyak keinginan, lalu keinginan siapakah yang akan terwujud, atau pernahkah kau bertanya siapa yang sebenarnya mempunyai keinginan keinginan yang kita akui sebagai kenginan kita ? jangan di jawab dan mari teruskan, aku mengangguk.
  • Musuh keduaku adalah kebencian, di mana seakan kebencian ini adalah racun yang mematikan pada akhirnya , ia berhenti “ Kok bisa ? tanyaku , ia tertawa, ketahuilah musuh ini akan membakar habis hidup dan juga amal amalmu yang terdahulu dan juga sekarang, lalu ia memandangku “ mengerikan ! pikirku. Begitulah sebuah kebencian berada , berpindah rupa menjadi sebuah syak wasangka yang berkali kali memukuli kepala seakan godam ( Palu besar ) dan jika saja ia menang kau akan hancur karenanya.
  • Sekarang ia terlihat memukulkan tangan kanannya pada tangan yang lain” Masih adakah musuhmu dalam hidupmu ? ia mengangguk ya, tentu saja ada, dan musuh ini bernama ketakaburan ! ia menghela napasnya” ia juga sebagai pembunuh yang kejam dalam hidup kita, sebab ia akan membawa pengingkaran dan mengabaikan rasa syukur atas apa apa yang telah tuhan berikan , dan seolah kita yang memiliki semua yang ada, bukankah itu adalah sesuatu yang berbahaya bukan ? ia bertanya padaku “ ya aku juga rasa begitu” ia lanjutkan “ sebab ketakaburan adalah salah satu jalan yang akan memusnahkan apa yang kita punya, dan saat semua terambilkan dan tak termiliki lagi, bukankah penyesalanlah yang akan menyelimuti diriku dan dirimu juga bukan ?
  • Lalu ,teruskanlah perjalanan mu melawan musuhmu itu, aku seakan terpesona akan apa yang ia ceritakan, dan memang itu adalah sebuah makna, makna dan pengertian hidup, “ baiklah, terdengar ia bicara “ selanjutnya adalah perasaan, musuh ini halus dan hampir tak terasakan padahal kekuatan untuk membuat kita hancur sama saja dengan yang lainnya, aku dengarkan “ Perasaan adalah percikan api dalam hati, dia akan berguna jika kita pandai mengenali apa yang ia mau tetapi juga akan sebaliknya jika kita buta akan ia, perasaan akan mengoyak beribu bahkan jutaan perasaan lainnya jika saja ia kita buat menjadi pedang dan menikam banyak perasaan, tetapi ia juga dapat menjadi melati yang harum mewangi jika saja ita pandai menyiraminya dan menjadikannya sebuah melati yang di sukai dan harum mewangi.
  • Habiskah musuh musuh dalam hidupmu itu ? sebab ya, aku rasa mungkin ceritanya habis dan tak ada lagi musuh untuk ia lawan dalam hidupnya “ tertawalah yang aku saksikan, danlalu ia berkata, tidak..tidak masih ada satu lagi dan ini musuh terkuat sepanjang jaman! Dan aku heran “ Siapa dia ? pikirku.

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *