0

Budha tersenyum, mitos dan fakta

Populer sebagai sosok pria pria tanpa rambut di kepala atau botak(seperti digambarkan dalam patung) yang dikenal sebagai Buddha Tertawa , dan itu bukanlah representasi dari Siddhartha Gautama. Ini adalah biarawan Cina dikenal sebagai Budai atau Pu-tai, yang dikenal karena kemurahan hati dan riang nya.

Buddhisme adalah salah satu agama yang paling-diikuti di dunia. Didirikan di India pada sekitar 566 SM oleh Siddhartha Gautama, umumnya dikenal sebagai Buddha. Ini kemudian menjadi populer di seluruh Asia. Dengan berlalunya waktu, berbagai sekte Buddha dengan doktrin sendiri, dewa, dan legenda mereka telah muncul.

Meskipun agama populer, ada banyak kesalahpahaman bahwa orang miliki tentang Buddhisme. Sayangnya, kesalahpahaman ini menimbulkan pilih kasih dan bias. Untuk membantu membersihkan beberapa mitos umum tentang Buddhisme, di sini adalah daftar dari mitos dan fakta tentang agama ini.

Mitos dan Fakta

Mitos: Semua Buddha adalah vegetarian.

Faktanya : Buddha tidak pernah mengecualikan setiap jenis makanan. Banyak umat Buddha mengikuti diet vegetarian atau memiliki makanan vegetarian, tapi banyak orang lain mengkonsumsi daging..

Mitos : Semua Buddhaadalah memelihara kedamaian. Hal ini diyakini bahwa perang tidak pernah mengatas namakan agama Buddha.

Faktanya: Ada perang antara umat Buddha dan non-Buddhis.

Mitos: Buddhisme adalah filsafat dan bukansebagai  agama.

Fakta: Orang-orang berpikir bahwa Buddhisme bukan agama karena tidak memerlukan kepercayaan pada Tuhan. Mereka berpikir bahwa agama membutuhkan kepercayaan pada tuhan dan makhluk gaib, yang tidak benar. Faktanya adalah bahwa Buddhisme adalah filsafat serta agama.

Mitos: Semua umat  Buddha tinggal di biara-biara.

Fakta: Sejak masa lalu, banyak umat Buddha kebanyakan, tidak tinggal di biara-biara.

Mitos: Dalam ajaran Buddha, karma berarti takdir tetap atau nasib.

Fakta: Karma mengacu pada energi yang diciptakan oleh tindakan, pikiran, ucapan, dan perbuatan. Hal-hal yang kita alami, baik atau buruk, ditentukan oleh pikiran dan tindakan kita. Kami menciptakan karma dan itu mempengaruhi kita.

Ini tidak berarti bahwa takdir kita telah diperbaiki oleh apa yang kita lakukan dalam kehidupan masa lalu kita. Ini adalah sesuatu yang kita buat dengan perbuatan kita. Dengan konstruktif mengubah pikiran dan perilaku kita, kita dapat mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Hal ini penting untuk tetap positif dan berbudi luhur dalam pikiran dan perilaku kita, terutama dalam situasi yang merugikan.

Mitos: Semua Buddha percaya dengan reinkarnasi.

Fakta: Umat Buddha percaya bahwa setelah seseorang meninggal, jiwa tidak pernah bisa berpindah ke tubuh yang baru. Jiwa adalah energi yang diciptakan oleh satu kehidupan yang dilahirkan kembali kepada yang lainnya.

Mitos: Semua Buddha bermeditasi .

Fakta: Hal ini diyakini bahwa meditasi adalah praktik pusat agama Buddha. Orang membayangkan Buddha sebagai seseorang bermeditasi dalam posisi lotus dan nyanyian mantra. Faktanya adalah bahwa tidak semua umat Buddha bermeditasi.

Beberapa sekte Buddha bermeditasi untuk waktu yang lama sementara yang lain berlatih untuk waktu yang singkat. Sambil duduk di kursi, mereka secara kolektif melantunkan sutra (yang merupakan ajaran Buddha).

Mitos dan fakta lainnya

budha

Mitos: Buddha menyambut penderitaan.

Fakta: Kesalahpahaman ini muncul dari persepsi bahwa Buddha adalah benar dan tulus jika ia menderita. Mereka percaya bahwa penderitaan adalah kesempatan untuk belajar pelajaran, tumbuh dan menjadi kuat. Ini tidak berarti bahwa umat Buddha suka menderita.

Mitos: Shin Buddhisme di Amerika adalah untuk Jepang atau hanya Jepang-Amerika.

Fakta: Keyakinan ini disebabkan fakta bahwa di AS, sebuah kuil Shin Buddha biasanya memiliki anggota Jepang-Amerika. Selain itu, banyak candi Shin Buddha di AS akan diisi dengan orang-orang Jepang atau Jepang-Amerika. Itu imigran Jepang yang membawa ajaran Shin Buddha dengan mereka ke Amerika. Namun, itu tidak ada hubungannya dengan agama Buddha. Buddha sendiri pasti tidak Jepang. Buddhisme adalah agama untuk semua orang.

Mitos: Semua Buddha mengenakan jubah.

Fakta: Beberapa biarawan dan imam yang adalah pengikut ketat jubah pakai Buddha, tetapi tidak semua.

Mitos: Ketika Buddha bersalaman dan menundukkan kepala mereka, mereka berdoa untuk keberuntungan.

Fakta: Gerakan ini tidak berhubungan dengan doa. Ini adalah ekspresi kerendahan hati dan rasa syukur atas berkat-berkat Tuhan.

Mitos: Siddhartha Gautama, juga dikenal sebagai Buddha.

Fakta: Tidak ada Tuhan atau dewa dalam agama. Namun, Anda dapat memilih untuk percaya pada Tuhan. Juga, Buddha tidak pernah mengklaim bahwa ia adalah Tuhan atau mengajarkan bahwa tidak ada Tuhan, tetapi mengatakan bahwa hal itu tidak perlu percaya pada Tuhan untuk mencapai pencerahan. Dia adalah manusia normal yang mencapai pencerahan melalui kehendak dan kesabaran sendiri.

Mitos: Dalai Lama adalah kepala Buddha.

Fakta: Orang-orang Tibet menganggap Dalai Lama sebagai pemimpin politik mereka. Dia juga memiliki wewenang dalam sekte dari Buddhisme Tibet. Namun, dia bukan kepala salah satu sekte agama Buddha.

Mitos: Semua Buddha menyembah berhala.

Fakta: Beberapa umat Buddha menyembah berhala, yang lainnya tidak. Dan ada beberapa yang tidak menyembah berhala, tapi menghormati mereka.

Mitos: Buddhisme adalah reformasidari agama Hindu.

Fakta: Buddhisme berbeda dari Hindu. Dalam agama Hindu, ada bertransmigrasi jiwa, sistem kasta, politeisme, dan pengorbanan hewan. Buddhisme tidak mengikuti prinsip-prinsip ini.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *