5

CARA MENGHADAPI ORANG TUA YANG EGOIS

CARA MENGHADAPI ORANG TUA YANG EGOIS

Cara Menghadapi
Cara Menghadapi Orang tua yang Egois ,Bagimanapun orang tua adalah seseorang yang harus kita hormati, dan ini merupakan kewajiban seorang anak terhadap orang tuanya, mau atau tidak !, itu adalah aturan dan sebuah kewajiban.

Cara Menghadapi Orang tua yang Egois Dan hal ini tak begitu saja ada, kewajiban akan hal tersebut adalah kewajiban agama dan dalam aturan dari gama ini merupakan etika , tata laku yang harus mau tak mau di ikuti .
Lalu mengapa ada sebagian orang tua yang di rasa egois ? pandangan tersebut janganlah semena mena , di satu sisi pastilah ada hal hal atau penyebab mengapa itu terjadi ? dan dalam hal ini kita patut untuk berhati hati, segala sesuatu dapat saja terjadi !.
Ada hal yang mungkin saja ada anggapan bahwa orang tua seakan egois, dan mari kita telusuri sobat, hal apakah yang mengakibatkan seorang anak beranggapan orang tuanya seakan akan egois ? kita bandingkan kedua belah sisi dari permasalahan ini.
Apakah orang tua di anggap egois jika menunjukan jalan kebenaran pada anaknya ? penulis rasa tidak. Sebab setiap orang tua mempunyai tujuan tujuan yag baik pada setiap apa yang di perintahkannya pada anak anaknya, hanya saja, mungkin cara cara penyampaian yang berbeda dengan pemahaman yang di miliki anak anaknya,.
Semisal , wawasan dan pengetahuan dulu dan sekarang adalah sama, tetapi tidak menutup kemungkinan ada sedikit hal hal yang berbeda atau malah tidak sama , mungkin hal inilah yang menjadikan pandangan bahwa orang tua seakan akan egois !.
Dan hal ini kadang mentah atau lupa untuk menyatukan sebuah perbedaan, jika sudah seperti itu sama saja , anak dan orang tua adalah sama sama egois dan ingin menang sendiri.
Padahal, jika di lihat dari satu sisi saja jalan utuk menuju ke arah menyatukan persepsi terbuka lebar, andai kata ada komunikasi yang relevan untuk menghilangkan pandangan pandangan negative terhadap orang tua.
Pandangan egois pada orang tua juga adalah lahir di saat situasi kurang baik dan seorang anak langsung menafsirkan secara negative, ya, andaikata seseorang yang dalam kondisi jiwa atau mentalnya kurang baik atau stabil , apa yang kita dapatkan dan lalu apa yang akan ada di benak kita ?.

Sobat mungkin kita akan menganggapnya egois, cuek dan tidak perhatian, begitulah disisi lain , seorang orang tua di tuntut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan di saat sang anak ingin berkomunikasi, kejenuhan atau kelelahan datang menerpanya, oleh sebab itu hindarilah bekomunikasi dalam keadaan yang kurang baik dan carilah waktu untuk itu .
Dan tentu, ada juga orang tua yang benar benar egois, mementingkan dirinya tanpa mengindahkan keluarganya dan itu adalah watak !menghadapi orang tua sepeti ini adalah hal sulit, seorang anak akan membentur tembok jika berhadapan denga orang tua seperti ini.
Di satu sisi dia ataumereka adalah orang tua kita , tetapi di sisi lain kekesalan akan sikapnya kadang kala menjengkelkan, dan kita tak dapat atau pun tabu menyalahkannya, karena bagaimana pun kehormatan seorang orang tua tak dapat di labrak oleh anak anaknya.
Hal yang mungkin dapat di lakukan adalah , bicaralah dengan hati, dekati dan coba untuk mengerti dan memberi masukan yang baik dan sopan, memang ini memerlukan proses yang panjang dan perlu ketabahan untuk seorang anak !.

Tetapi pengorbanan yang seorang anak untuk memberi kebaikan pada orang tuanya, merubah pola pikir untuk kesepahaman , bukankah itu akan sangat menggembirakan jika terlihat hasilnya .
Tak ada sesuatu hal pun yang perlu di salahkan sebab pandangan akan keegoisan seseorang lahir karena belum adanya kesepahaman satu sama lain, dan keegoisan orang tua pun akan lunak dan hilang dengan pengertian seorang anak yang dengan tulus menyayanginya. ( Org ).

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

5 Comments

  1. kenapa orang tua bkin stres anak bukannya anak yang bikin stres orang tua ..manakah yang baik, berikan pendapat anda,?

  2. Orangtua (ibu) sy susah diajak curhat perihal saya hendak menikah.. Pdhal sy alhamdulillah sdh cukup mapan.. Ayah sy sdh almarhum, smntara ibu sy nasrani, makanya susah diberi pengertian dr sudut pandang islam ttg kewajiban menikah..

  3. Orang tua (bapak) selalu melarang saya untuk keluar bagi saya ini terasa egois, usia saya 18 tahun. Dimana usia ini banyak anak seumuran saya yg keluar rumah diperbolehkan terlebih saya sudah mahasiswa. Padahal saya tidak melakukan hal buruk ketika berpergian. Entah apa yg salah dengan saya. Dulu sewaktu kecil bapak saya cenderung emosi walaupun saya tidak terlalu sering mendapatkan tekanan secara fisik, tapi secara mental saya sering tertekan. Hal ini membuat saya memiliki hubungan yang tidak dekat dengan bapak saya bahkan terasa ada jarak. Jujur saya iri dan saya merasa bersalah ketika saya malah lebih nyaman dengan bapak dari anak lain dibandingkan dengan bapak kandung saya sendiri. Jadi apa yg harus saya lakukan? Karna saya pada akhirnya memilih untuk pergi secara sembunyi sembunyi, jika saya meminta izin saya tidak diperbolehkan dan ini membuat saya agak stress dan memilih jalan yg sebelumnya saya sebutkan tadi. Saya bepergian dengan keluarga saya sendiri saja tidak diberi izin..
    Saya bingung apa saya harus mengikuti kemauan bapak saya jika seperti itu maka saya benar benar hanya akan berangkat kuliah pulang ke rumah seterusnya begitu. Sebenarnya hati saya terbagi dua, satu sisi saya ingin pergi tanpa izin di sisi lain saya ingin menuruti beliau. Saya ingin seperti anak lain yg selalu terus terang pada orang tua tidak menyembunyikan apapun. Yg saya lakukan jika bapak saya marah hanya diam saya tidak berani memberikan argumen saya karna yg terjadi bukan mendapatkan solusi malah posisi saya semakin salah. Ibu saya pun bingung karna keadaan saya yang seperti ini. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak ingin melukai perasaannya dengan argumen saya dan membuat amarah bapak saya semakin memuncak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *