0

Cerbung Carbadzan Si Bocah Sakti Bagian Ke 4

Carbadzan Si Bocah Sakti Bagian ke 4

Cerbung Carbadzan si bocah sakti bagian ke 4

Tak  usahlah kita berpikir , bocah Carbadan begitu saktinya, sebab apa yang kita pikirkan adalah rahasianya, dan juga keanehan dan keajaiban keajaiban yang menyelimutinya adalah anugerah dan kasih sayang tuhan, dan itulah juga yang menjadi pemikiran ibunya, ya ia agak was was suatu saat warga akan tahu akan keajaiban yang Carbadzan miliki, dan yang ia takutkan warga akan menganggapnya , dewa di sisi kebaikan atau kebalikannya di sisi lainnya, ia di puja dan itu menyalahi aturan dari apa yang ia dapatkan dari apa yangdi ajarkan orang tuanya.

Meski ia tahu bahkan akan sangat tahu , warga mengasihinya dan menamai puteranya itu sebagai putera kasundaan, he he warga menambatkan harapanya, si bocah kecil mudah mudahan adalah harapan masa depan, sebab mereka lihat sifat yang Carbadzan miliki,  jika ia berjanji Ia akan dan berusaha menepat janji janjinya dan bukan hanya omomg kosong belaka ! jika saja ia di tanya , maka Carbadzan akan memberi jawaban yang membuat semua warga suka padanya, terus terang dan apa adanya.

Carbadzan  tambah usia, dan sedari kecil ia menjadikan dirinya diri sendiri, polos , lucu dan menggemaskan banyak orang ! tetapi tetaplah , kewas wasan selalu tampak dalam rona ibu  Carbadzan yang bernama Rara Buana dan warga menyebutnya ibu prabu ! kok begitu ya  he he jauh amat ! dari rara di paggil Prabu ? he he perlu kita tahu suami ibunda Carbazanlah yang membuat ia di panggil seperti itu, ya suaminya bernama Prabu Dewanata !.

Ya Tuhan, jadikanlah anakku sebagai apa adanya, dan jika Tuhan mengasihinya , maka , jagalah Ia beserta rahasia sebagai rahasia dirinya “ do’a ibu Prabu di sela ia berdo’a, ya do’a seorang ibu adalah Syurga yang nyata yang mengalirkan beribu aliran kedamaian dan kebaikan di dunia, sementara Carbadzn tertidur di bilik lainnya malam itu, dan ia merasakan seakan wangi  wewangian menelusup ke dalam hidungnya , mengisi udara yang ia hirup sebagai berkah Tuhan.

Ibu Prabu selesai berdo’a dan bermaksud melihat sang putera yang ia ajari tidur untu tak selalu bersamanya, Ia mengasihinya , tetapi ajaran dan pengajaran tetap harus dan selalu ia berikan tanpa terhalang kasih sayang dan itu demi sebuah kemaandirian, sungguh ibu yang baik dan suri tauladan, berhenti langkahkan kaki, mendengar seseorang di dalam , ada tanya dalam hatinya “ Bukankah anaknya Carbadzan tidur sendirian , tetapi apa yang ia dengar seperti banyak orang berbicara dan bersahutan di kamar Carbadzan, dengan kakiberjinjit dan berjalan pelan ia dekati kamaar Carbadzan , ya ia akan intip dari celah ilik kamar Carbadzan , “ Apa yang sebenarnya dan sedang terjadi “ perlahan ia berjalan seakan siput yang lambat sampai ia tiba di sisi bilik kamar Carbadzan , Lalu apakah yang terjadi dan ia lihat ?…bersambung, salam penulis.

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *