0

Carbadzan Si Bocah Sakti

Carbadzan Si Bocah Sakti, Di sebuah desa, perkampungan masa lalu, hari itu, tak biasa matahari seakan mengurung diri menepikan cahaya yang biasa menyinari bumi ini, dan juga , sang angin berhenti tak terdengar gemuruh lagi bahkan sepoiannya pun hampir tak terasa, entah mengapa, dan orang orang desa sibuk bekerja walau dalam hati mereka sepertinya betanya tanya, ada apa ? .

Ya, mereka juga merasakannya alam tak seperti biasanya,, ada apa gerangan ? tetapi tak ada jawaban dan kembali sibuk bekerja, mereka seakan terlupa dengan gejala alam yang tak biasa ini hanya saja itu mereka ira hanyalah kejadian biasa saja.

Si Bocah Sakti

Di ujung jalan , di sebuah rumah kayu , rumah sederhana dari orang orang desa tetapi asri dan layak huni, pekarangan yang kecil tetapi di tata rapi , dengan bunga bunga mawar yang merekah seakan menanti untuk di siangi dari sedikit rumput yang tumbuh di dekatnya, seperti alam dan kehidupan ini, yang harus menyiangi rumput sebagai doa dosa kita yang tak harus tumbuh dalam pohon jiwa dalam kehidupan kita.

Dan, apa yang terjadi di dalamnya ? ya , sebuah misteri tuhan sebagai keajaiban terjadi, dalam rumah seorang ibu menanti bayi yang ada dalam kandungannya, di tunggui sang suami yang setia menemani di sisinya .
Juga dukun beranak yang membantu proses kelahiran sang jabang bayi, dan rupanya tinggal sebentar lagi “ Sabarlah sebentar nyai “ terdengar dukun beranak yang biasa di panggil Mak Atim menegarkan sang ibu “ Tidak apa apa , cobalah untuk mengambil napas, dan bantulah bayimu ontuk keluar ! peritahnya.

Ya, sang ibu menarik napas dalam dalam pelan ia berjuang untuk membantu sang jabang bayi keluar “ Blaarr ! tiba tiba terdengar suara guntur menggelegar, entah mengapa, angin pun bergemuruh  katup jendela hampir terbuka, dan sigap sang suami yang tersentak merapatkan kembali daun jendela.

Bumi seakan lain dai biasanya, entah apa yang alam nanti dan hujan turun deras sekali, desa nampak sepi  orang orang cepat menutup pintu dan jendela di sertai keheranan , ada apa degan alam ini ?.

Hanya suara alam yang terdengar bergemuruh dan pohon yang seakan menari terbawa angin besar, sementara di rumah tadi, sang suami tetap menunggu, persalinan sebentar lagi , dalam gemuruh alam , lahirlah seorang anak, laki laki, melihat dunia baru sebagai awal kehidupannya.

Dalam gemuruh alam sang bayi menangis lengkingannya yang keras terdengar orag orang desa, dan aneh alam pun diam , apa yang tadi terjadi seakan tak pernah ada, angin tiada dan menghilang juga hujan yang tampak reda, uara guntur yang tadi memekakan telinga orang orang desa seakan sirna, sang bayi menagis lagi, seakan ia berkata pada alam “ Sambutlah aku sebagai sebuah kemenangan !”.

Alam kembali ke bentuk semula , matahari tak menangkupkan diri lagi, tapi bersinar cerah seakan tersenyum begitu pun alam , seakan akan apa yag ada di dalamnya merekah dan menawarkan beribu harapan, dan dunia baru akan tertulisi lembarannya, dengan tangis bayi sakti carbadzan..bersambung, salam penulis.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *