0

Cer-Per : Prahara Cinta Arjuna

Cer-per :Prahara Cinta Arjuna

cer-per : Prahara cita Arjua

He he ada ada saja kedengarannya, tetapi apa yang terjadi pada arjuna adalah hal yang seakan menjadi sebuah pernik cinta yang harus juga kita nikmati, lha wong akibat cinta yah akhirnya hampir saja menjadi prahara,  prahara cinta yang menggelora.

Arjuna datang ke kota, arjuna pemuda  desa, lugu dan polos, berkelana ke sebuah kota, ramai padat penduduknya, Arjuna tak berbekal apa apa , ia hanya berbekal untuk merubah nasibnya di desa,  ya, enggan untuk mandi lumpur bersama sama pemuda seusianya, arjuna coba mengadu nasibnya, dan meninggalkan kawan mainnya yang bertanya tanya, mau kemanakah dia, ke kota ?, mencari apa ? lugu dan polos kawan bertanya, dan arjuna tersenyum saja,  entahi ia punya harapan hidupnya di kota ataukah ia tersenyum melihat kepolosan kawan kawannya ?.

Sampai ia pamit pada mereka, menumpang kendaraan menuju kota, terlintas di benak kehidupan yang ia impikan seakan mendekat dan segera menjadi sebuah kenyataan ! semua harapan yang orang desa impikan dan mungkin semua orang juga demikian,  berhenti tepat sekali, di terminal di mana ia akan menumpang angkot yang akan menemui sang kawan yang sudah lama mengadu nasib di kota dan menanti kedatangannya.

Ya, rupanya arjuna lagi melamar kerja, dan yah , pada masa lalu bisa sekolah sampai  SMK adalah hal yang lumayan juga, ijasahnya dapat lumayan di akui dan di pertimbangkan oleh instansi atau tempat ia melamar pekerjaannya, dan betul ! ia di terima bekerja !,  ya lumayan sebagai batu loncatan pikirnya, suatu saat nanti aku bisa melamar pekerjaan yang membuat ia mendapat kesejahteraan.

Dan esok pagi arjuna bekerja, makanya sekarang ia berangkat , lumayan bisa dapat beristirahat sebelum ia memulai pekerjaan esok pagi, malam tidur dan bermimpi semoga esok hari sang mentari akan lebih cerah dari hari ini, tersungging senyuman dalam tidurnya.

Menanti Sebuah Harapan !

Sebuah harapan pasti di esok pagi, seperti dalam mimpi, ia bergaji tinggi dan menjadi pemimpin , dan ia langkahkan kaki, bersemangat sekali dan hari itu ia mulai pekerjaan yang di mana kawan kawannya akan memuji ia seorang anak desa yang dapat bekerja di kota, tidak seperti mereka, mengais rejeki sebagai petani,  bermandi lumpur dan membersihkan diri di kali, ah, maafkan aku desaku , bukan aku tak merindukanmu “ tampak ia mengusap dada, jelas ia masih teringat akan apa dan kenangan yang ada di desanya, dan mungkin esok berlalu.

Setahun sudah ia di kota, juga sesekali pulang ke desa, bercengkrama dengan kawan lama, dan mereka banyak bertanya, bagaimanakah kota, apa yang ada di sana ? dan ia jawab dengan sabar sebab begitulah jika seseorang belum mengetahui hal yang tak ia ketahui, pertanyaanlah yang terlontar dari mulutnya.

Dan , kesejahteraan belum sepenuhnya mendekatinya, susah payah ia berjuang , tak seperti perkiraan orang desa dan kawan lamanya yang mengangapnya hidup tenang dan menyenangkan, untuk kost-pun ia masih morat marit, masih untung masih bisa bertahan.

Sampai ia bertemu seorang wanita, Tatiana namanya, ia berkata ia menyukainya, walau arjuna masih tak mengerti apa maksudnya, sebab kapan ia pernah memacari wanita, tetapi ia anggukan kepala dan berucap “ Kita teman saja ya nggak ada apa apa “ . Tatiana tersenyum entah apa yang ada di benaknya, yang terlihat ia amat perhatian pada sang arjuna yang kurus kurang terurus tapi ketampananya jelas ada dan terlihat, mungkin itu yang menjadi harapan tatiana, entahlah.

Dan, arjuna merasa ada bantuan, hidupnya mulai berubah, apa apa tatiana sediakan sebagai teman yang perhatian, hari demi hari tampak ia semakin bersih, rambut tertata rapi dan terlihatlah ketampananya sampai para wanita selalu menggoda jika di dekatnya, dan ia hanyatersenyum, ya sedikit keberuntungan ia dapatkan dari seorang wanita yang bernama Tatiana, berakhirkah ?

Tidak seperti itu !, tatiana ternyata berpengharapan, apa yang telah ia korbankan demi sebuah keinginan, ya ,keinginan memiliki arjuna yang kini telah sempurna sepenuhnya, badan yang atletis dan juga tampan, mana bisa ia lepaskan !, dan itu terlaksana dengan sebuah pertanyaan untuk arjuna, lalu adakah jawaban ? arjuna mengelak sebab ia tak pernah meminta , dan tatiana lah yang memberi, arjuna pun berkilah ia tak punya janji akan hal itu  dan ia berucap “ Kita hanya teman kan ! sebuah jawaban yang menohok ulu hati tatiana di sertai kekecewaan seakan harapannya sia sia, dan esok pagi arjuna berpaling hati ada wanita lain lagi di dekatnya,

lalu apa yang terjadi ?

Sebab hati di bakar api , tatiana tak begitu saja membiarkan Arjuna pergi, ia satroni setiap wanita yang mendekati arjuna dan berkata “ Akulah kekasihnya ! “  dan para wanita kecewa , sebab apa yang di katakan arjuna seakan dusta sebab tatianalah kekasihnya, he he padahal itu hanya mengaku ngaku saja, dan itu membuat arjuna kewalahan ! setiap wanita yang ia ingini tatiana akan menghadang “ Ia menarik napas dalam, beginikah sang kota ?  sampai suatu saat arjuna bicara dan tatiana berkata, “kau boleh pergi , tetapi tak akan aku biarkan wanita manapun memilikimu, mereka takan pergi bersamamu dalam kesenangan,  tetapi dengan kesedihan dan penderitaan ! ancamnya, bingung .

Juga apa yang tatiana lakuka demi sebuah perhatian Arjuna, sepotong silet ia sayatkan , dan arjuna kebingungan, mana di tengah keramaian , belum lagi air keras yang tatiana siramkan sebagai kemarahan padanya, untung ia cepat menghindar, sebuah prahara cinta arjuna, dan akhir hari adalah ketakutan dan keraguan bagi arjuna, bagaimana cara menghadapi tatiana ? begitu berbahaya cinta itu juga ya sobat ?

Arjuna mencari cara, pergi ke dukun untuk mencoba , tetapi semua tetaplah sama, mereka dukun dukun hanya berkata, “ terimalah suratanmu !. tetapi arjuna tak percaya, ia mencoba dan mencoba danakhirnya lelah juga, dan sang sahabat bertanya “ Bagaimana hasilnya “ yang ia jawab “sama tak berubah sama sekali ! dan bagaimana solusinya.

Tuhan dan keinginannya, sesuatu yang kita benci, jika tuhan telah tetapkan , tatiana tetaplah meradang , dan arjuna pun kelelahan dan ia pasrahkan kepada tuhan seandainya tak ada pilihan, untuk yang terakhir kali ia mencoba lagi, mengobati diri dengan jampi jampi, lalu apa yang terjadi ? he he tatiana tetaplah sama, dan arjuna pun apa adanya, menerima kepastian tuhan untuknya , meski apa yang terjadi seakan sebuah teka teki dan terlalu banyak prahara yang terjadi, tetapi janji tuhan terbukti , akhirnya tatiana tetaplah ia nikahi dan sampai tulisan ini jadi, entahlah yang pasti ia di karunia dua anak dari tatiana, dan entahlah apa sudah nambah atau belum  yang pasti, sebuah salam dari desa tersampaika, “ Kapan kita bertemu lagi ?, salampenulis. ( racer love –east java 2004 )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *