0

Cerbung, Carbadzan Si Bocah Sakti Bagian Ke 5

Cerbung, Carbadzan Si Bocah Sakti Bagian ke 5

Carbadzan Si bocah sakti

Pada kisah sebelumnya, ibu carbadzan terheran heran dengan apa yang ia dengar, Carbadzan yang sendiri, Carbadzan yang tertidur pulas kecapaian karena lelah bermain tadi siang, dan sekarang seakan akan yang ia dengar banyak orang di kamarnya, berjinjit sedikit demi sedikit, lalu, apakah yang sebenarnya ia lihat dan saksikan , ada rasa ketakutan dalam hatinya.

Lewat celah bilik kamar Carbadzan ia mengintip, “ Heran ! pikirnya seakan tak percaya  tak ada apa apa dan keanehan di kamar Carbadzan, “ Atau akukah yang salah dengar ? sekali lagi ia bertanya pada dirinya , seakan ia menyalahkan kebodohannya, yang ia rasa salah dengar.  Ia membalikan tubuh untuk segera meninggalkan kamar Carbadzan yang ia intip, tetapi sesuatu menghentkannya, dan itulah yang membuatnya mengintip kembali Carbadzan dari celah bilik tadi dengan hati hati.

Dan ia melihat putera kesayangannya itu tertidur pulas, tetapi jika ia lihat secara pelan dan hati hati ada keanehan di sekeliling tubuh Carbadzan, ya entahlah itu ! ia pun tak tahu, apa ia salah lihat lagi kali ini, menggosok mata jika ada sesuatu yang menghalanginya, “ ah tidak, tak ada yang menghalangi pandangan ini ! bantahnya dalam hati, lalu ia mengintip dari celah bilik lagi, heran atas apa yang ia saksikan , malah ia agak sedikit ketakutan akan keselamatan puteranya itu, kakinya ia ingin langkahkan memasuki kamar Carbadzan, tak ia lakukan dan seakan tertahan, ia hanya berucap ada apa denganmu nak ?, semoga kau di lindungi tuhan !, ia pun berdo’a dalam keherananya.

Ya , Carbadzan yang tertidur, tetapi di sekeliling tubuh Carbadzan dan entahlah itu, ada cahaya cahaya bertebaran , memang tidak terlalu besar hanya saja cahaya itu seperti hidup, terkadang seakan mengelilingi Carbadzan atau seperti membentuk dekapan , mendekap dan seakan menyelimuti tubuh Carbadzan. Dan itulah yang membuat ibu prabu was was dan ia tak dapat menahan teriakannya “ Carbadzan anakku ! teriaknya.

Dan ia pun langsung menghambur ke dalam kamar Carbadzan , mendekap erat dan bertanya “ Kau tak apa apa nak ? tanyanya, Carbadazan , menggeleng , “ Nggak bu, tetapi Carbadzan bermimpi bu ! katanya polos, dan juga rona dari wajah bocah itu terlihat raa kantuk yang ia rasakan “ Apa itu nak ? tanyanya lagi, tak sempat terjawab “ Ibu, bagaimana sich, anak lagi tidur malah di tanyai, biarlah ia tidur dan sekalian ibu tidur di sini ! pak prabu nampak berdiri  di pintu kamar, menatap dan seakan menyalahkan ibu prabu, apa yang terjadi bu ? tanyanya, ibu prabu menggeleng membaringkan Carbazan dan mendekap buah hatinya “ Tidurlah kembali nak ‘ bisiknya lirih , malam sunyi ibu dan anak tertidur dalam kedamaian , pak prabu hanya geleg geleng kepala, tapi ia punya rasa penasaran , “ mengapa sang isteri tadi berteriak, tak ia lanjutkan , mungkin esok pagi..bersambung, salam penulis.

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *