0

Cerpen, Akhirnya Kau Dapati Kawan !

Cerpen,  Akhirnya Kau Dapati !

 

Cerpen, akhirnya kau dapati kawan !Lumrah rasanya , andai seorang lelaki ingin mendapatkan seorang isteri, atau dengan kata lain dari awalnya sang kekasih , menjadi pendamping hidup ini dan akan melahirkan sang buah hati, ya , aku masih ingat, kau sahabatku menyeranta waktu dengan kebingunganmu atau keraguan yang kau miliki saat itu, kepadaku engkau mengadu, tetapi jujur saja aku katakan  “ Jangan lah ragu, waktu sudah menunggumu dan suatu saat ia akan mengabarimu “ itu jawabku.

Dan kau masih tak mengerti dan paham itu sahabatku “ Kau seakan menyalahkan waktu , yang seakan mematokimu dalam kesendirian, dan aku lanjutkan “ Jalan masih panjang kawan, mengapa ada keraguan ? tanyaku. Dan ia memandangku, sebuah pandangan dari keinginan di lubuk hatinya, ya aku lihat ada ketergesaan atau ia lelah menunggu sebuah harapan !, he he padahal sebuah harapan adalah cara hidup kita di masa depan , tapi entahlah ! .

Dan, saat ini sepi, dan Ia tak hadir di sini, aku hanya melewati sang waktu dengan keinginanya yang tertulis di batas awan , dan satu persatu aku eja dan aku benarkan setiap kesalahan dari kata katanya, biarlah , walau ia tak tahu itu ! lagian awan pun tak pernah mengusikku, ia hanya tersenyum dan mengatakann “ Begitulah seorang kawan, memulai sesuatu sebagai seperasaan atas apa yang kawan rasakan “ aku tak menjawab, hanya sedikit menoleh lalu aku tinggalkan.

Lelah dan penat kurasakan , hari ini begitu menggerahkan , belum ada hujan yang memberi kesejukan , hanya tanggukan awan hitam menggantung sebuah harapan dari para petani di desaku ini, ya biarlah nanti juga ia datang , dan aku lanjutkan “ Siapa yang mau jadi pendamping hatiku, wanita hanyalah memilih harta, hidup dalam kepiluan yang aku alami “ he he aku agak sedikit tertawa, rupanya kawan masih tetap begitu, dan maaf ya para wanita , kawan kadang keblablasan, ya, hidup dia , keinginan dia rupanya belum tersampaikan dan ia dapatkan.

Dan hari ini pun aku buka facebook lagi, ya siapa tahu ada  kawan baru lagi , he he hanya ada tertera “ Biarlah aku sendiri , menapaki dun ia ini “ itu yanng tertulis , kawan up date status baru..

He he senja menuju gelap dan kawan datang saat ia tambatkan apa yang ia bimbangkan pada harapan “ Seseorang menginginkanku “ katanya, dan aku tersenyum “ Ya , kawan inilah waktu, waktu yang kau tunggu dan kau mau “ ucapku dan , ku lanjutkan “ bawalah ia ke  sini sebagai suatu keadaan yang tak lagi menipu, he he lewat facebook dan blackberry mu itu , aku berkata seolah meminta , walau ia tampak ragu “ tetapi.. “ katanya , aku memandangnya “ tak usahlah “tetapi”, sebab tetapi akan menepikan semua harapanmu …bawalah kenyataan ke sini dan kau seorang laki laki, aku akhiri bicaraku dan ia pergi , pergi untuk kembali entah kapan !.

Sampai ia datang lagi, namun tak sendiri , bersama si jantung hati, he he bolehlah aku tersenyum lagi , seorang sahabat telah mendapat yang ia dapatkan, dan aku syukuri itu, ia memandang dan aku berucap “ Teruslah berjalan, sebab cinta adalah menulikan pendengaran dan membutakan mata , untuk kata yang lainnya, dan ku jabat tangannya “ Terima kasih kawan , dan ini ku perkenalkan , ya wanita, ku jabat tangannya, dan aku ucapkan  “ Janganlah kalian bersisian, tetapi mengayuhlahke dalam lubuk yang lebih dalam, meraih kebahagiaan di dalamnya untuk kalian dan masa depan, mereka mengangguk , lalu pamitan , dan aku memandang di kejauhan sambil ku ucapkan “ Selamat jalan kawan , semoga kau mendapat kesejahteraan “. Do’a seorang kawan, salam penulis  ( In memory,s of Muamar ).

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *