0

Cerpen Aku Pulang

Cerpen Aku Pulang

cerpen aku pulang

 

Mari kita kutip kisah seseorang” dalam kehidupan yang aku lalui, sejenek aku selalu terhenti, walau menasbihkan bulir bulir dari doa ku ini dan menepikan keringat di pematang hari, tetapi tetaplah perjuangan ini seakan tak berarti “ dan di sudut sana ia terpekur , meratapi hidupnya yang sendiri, padahal ia tak sendiri ! ia hanya ingin hidupnya di dunia ini berarti.

Dan aku kutip kutipan kedua darinya” Sampai saat ia terluka demi sebuah kebenaran , mengapa ? banyak yang bicara kebenaran tetapi kenyataannya sulit bagi seseorang untuk menjalankan sebuah kebenaran atau hanya berupa cerita saja sebagai pemanis agar jika bicara di sebut orang yang membawa kebenaran , padahal tidak !, Dan ia masih terpekur dan bertanya “ Tuhan inikah yang kau sampaikan , menulisi jaman dengan tinta kepedihan.

Rasanya enggan aku lanjutkan tetapi ia menatapku seolah berkata “ Lanjutkanlah demi dan sebagai sebuah pesan” Dan mereka tak tahu , ia menebus kematian dengan hidupnya , agar ia tahu bagaimana keterasingan itu ada , tetapi hal itu seperti tak berguna, jaman ini bukanlah kata kata, tetapi apa yang kau punya dan kamu siapa ?. Ia tersenyum “ Ya aku akui itu ! katanya, kemudian melanjutkan “ Seakan tak ada artinya, dan aku selalu memulainya begitu dan selanjutnya, dan semua aku mengerti sekarang, awal bagi sesuatu adalah penglihatan ! bukan sebuah kebenaran yang selalu di persalahkan.

Dan ia tampak menangis “ Sampaikan ini sebagai pesan, jangan ada kesedihan , apalagi air mata, aku telah berjuang dan berkeyakinan dan saatnya aku pulang demi sebuah kebenaran, sampaikan ini sebagai pesan , jangan ada penyesalan sebab semua telah kau abaikan , dariku yang selalu memperingatkanmu yang berbicara dan seakan kamu telah tulikan pendengaranmu juga kau butakan matamu demi sebuah dunia yang ternyata suatu saat menipumu , juga menyayangimu ! aku hanya menunduk, kelu dan aku berharap ia tak menangis lagi, dan aku hanya mendengarnay berkata lagi, “ Sampaikan ini sebagai pesan dan aku akan pulang dalam tidurku , semoga tuhan maapkan, hening tak ku dengar suara, dan aku menangis sebab ia sekarang terbaring dengan jiwa yang lapang , dan aku masih ingat apa yang ia katakan , dan aku berjanji “ semua akan aku sampaikan, sebagai sebuah pesan..selamat jalan……..

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *