0

Cerpen Butir Butir Cinta

Cerpen Butir Butir Cinta

cerpen butir butir cinta

Telah banyak orang katakan , cinta tak sekedar hanya kata kata saja, tetapi cinta mesti di ucapkan dan di wujudkan lewat perbuatan juga,  oke lah , puih ! memang cinta seperti itu harusnya, bukan di tulis hanya dengan tinta emas atau  e beri kotak permata lalu menguncinya di lemari hati, baiklah jika itu harus.

Dan cintapada butir pertama, e he raisa adukan itu padaku “ apa yang terjadi dengan cinta , andaikata sseorang ingin mencinta ? he he , “ tenanglah semua  pasti akan ada jawabannya, dan berharaplah untuk itu agar cinta yang kau ingin tak lagi semu “ jawabku, jawaban yang membuat ia tertawa dan harapannya tak lagi ia samarkan , dan begitulah mencinta, tetapi apa akhirnya aku , kalian dan raisa pun tak tahu !.

“ Mencintai terkadang menyakii ? kataku lagi “ Kok bisa seperti itu ? raisa ternganga mendengar apa yang akan aku katakan untuknya “ mencintai adalah memberikan apa yang kita punya, memberi berbagai harapan bagi yang di cinta, dan kita hanya mengambil sedikit bagian dari cinta itu ! ia hanya mengangguk “ begitukah adanya ? e he tertawalah sebab tertawa adalah obat jiwa yang paling mujarab bukan ? asal jangan tertawa sendirian ya , takutnya ..

“ Teruskan pintanya,  butir kedua cinta pun bicara, seperti ini “ cinta juga adalah merindukan “ kataku. Raisa memandang ;lagi “ teruskanlah ! ia seakan penasaran. “ ya, erindukan adalah baju harapan, baju yang kita punya untuk memberi pakaian pada sang cinta, lalu ia pun akan meninggalkan kita dalam kerombengannya taklala cinta terluka dan tanpa daya” ah aku Kira cinta itu indah “ ia seakan mengeluh .

Ha ha puih ! itulah kenyataannya saat cinta bicara yang sebenarnya, dan mari lanjutkan ! , cinta butir ketiga , seperti ini bunyinya “ cinta juga indah lho ! ia akan menjadikan dirinya seorang pujangga dan seakan dewa, mengelabui dengan kata kata , dan yang mencinta menyebutnya sebagai bujuk rayu ! ah lelah juga katakan ini , mereguk kopi yang hampir saja dingin, lumayan lah masih agak hangat, dan aku lanjutkan sebab aku  melihat kepenasaran d mata raisa “ butir ke empat pun aku sampaikan “ dan yang ini palng menyakitkan, orang menyebutnya3sebagai penghianatan , di mana cinta mempunyai dahan dan ranting bagi yang lainnya, dan yang mencinta kadang menyebutnyasebagai hati yang terbelah atau mendua hati ,

Raisa semakin tertunduk , mungkin tak menyangka , itukah yang di sebut cinta dan selama ini ia gambarkan hanyalah kebahagiaan, dan aku hanya tertawa, ya hanya itu sebagaian obatnya, dan aku pun pernah trluka dan sembuh pada waktunya. Adakah butir lainnya ?  ia , masih berharap , dan benar itu masih ada dalam butir ke lima yang berbicara “Dan orang menyebutnya , mencintai dengan hati dan perasaan, di mana ia mencintai dengan sebuah harapan dan menyisihkan luka, membawa beribu kebahagiaan di dalanya serta memberikannya pada yang ia cintai “ dan raisa sekarang tertawa, cinta memberi harapan “ ya aku memilih butir kelima ! pintanya “ aku hanya mengangguk , silahkan , tetapi kau harus menenunnya dengan benang perjuangan dan memiliki harapan dengan memberi  cinta apa yang ia maui , sekarang pergilah , dan bawalah butir mana saja dari cinta itu sendiri sebagai sebuah harapan yang kau punya ! dan aku kembali menenun hari , demi cinta itu sendiri , di pagi ini ! march 2016

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *