0

Cerpen Cinta Amara

Cerpen Cinta Amara, Sebuah cinta terkadang membahagiakan, tetapi tak jarang pula cinta dapat menghinakan, ya begitulah cinta yang ada dengan berbagai cerita yang tak selalu sama, berwarna dan beraneka rupa, tetapi syukurlah aku tak mendapati cinta yang kedua seperti yang tersebutkan tadi, menghinakan !.

Dan aku mengenalnya sebagai seorang wanita yang setia, dan sempat pula aku menguji akan kesetiaannya, saat itu aku katakan “ Carilah yang lain selain aku, mungkin engkau akan lebih bahagia, aku begini adanya  dan aku rasa aku tak pantas untuk mencintai dan menyayangimu Amara “ itu yang aku katakan padanya, pada seorang gadis cantik yang selalu ku cinta dan ada dalam hatiku.

Amara hanya tersenyum , lalu kemudian dengan terlihat sedikit gusar ia berkata, “ Jika aku kau anggap seperti itu, aku bukannya begitu dan seperti itu , jika mereka mencari apa yang di sebut cinta, maka aku membelinya dengan rasa setia, dan jika saja mereka mencari harta dan kemewahan, maka aku akan membelinya dengan sebuah kejujuran, tak percayakah kau ?  ia bertanya pada akhirnya.

Aku tersenyum,menatapnya dalam dalam dan aku tuliskan dengan guratan pena yang ada dalam benak di kepalaku “ Sampai seperti itukah kau cantik, aku percaya padamu dalam ketakpercayaanku pada masa, masa yang mungkin telah dan akan merubah segalanya, termasuk cinta, tetapi itu semua tidak, setidaknya bagimu Amara “  dan ia menunggu jawabanku , yang tersenyum menatapnya,  lalu aku berkata “ Tidak Amara, aku bahkan sangat percaya padamu “ lalu ia mendekapku dalam cinta dan bukan dalam sebuah kepalsuan.

Dan perlahan sekali sebuah perasaan akan menyatu, menyatukan apa yang di sebut keinginan sebagai sebuah persamaan, dan itu antara aku dan Amara gadis belia yang berpikiran dewasa, matang untuk mencinta dan bukan asal setia, dan aku bersyukur mendapatkannya, sangat bersyukur.

Dan aku lalui jalan cinta yang terjal, kadang kami mendaki bersama, mendaki perih dan duka cita, tetapi itu semua tak ada artinya di banding cinta seorang Amara, ia tetap berada di sampingku, tak bergeming dengan berbagai rintangan, tak pernah mengeluh apalagi bersikap manja seperti kebanyakan wanita, ah Amara gadis yang aku cinta.

Dan sekali lagi aku menulisnya, menulisi kesetiaannya juga kejujurannya sebagai seorang wanita mulia dan berharga, tetapi kali ini ku tuliskan dan ku sematkan dalam hatiku saja,” Jika sebuah kesetiaan masih ada dalam kata sebuah cinta, maka hiduplah dalam keabadian cinta itu sendiri, dan jika saja kejujuran adalah perasaan jujur yang sebenarnya, maka cinta akan menampakan diri dan tak menipumu lagi, dan suatu saat engkau akan menemukan cintamu sendiri , sebagai dirimu atau sebagai dia “ ku seka air mata , menahan perih dari sesuatu yang aku cintai, sesuatu yang telah menghidupkan aku dengan cintanya, cinta dari seorang wanita yang sempurna, Amara, Sayang kau kini telah tiada , meninggalkanku dalam kesepian dunia walau tidak dengan cinta yang kau berikan sebagai penunjuk jalan, berjalanlah, memulailah harapan untuk melangkah ke masa depan walau tanpamu , tetapi di sini selalu ada cintamu. Dan aku berdoa, salam penulis.

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *