0

Cerpen Cinta di Garis Akhir

Cerpen Cinta di Garis Akhir, Kehidupan manusia adalah sebuah riwayat, riwayat dari perjalanan hati yang terkadang tak kita sadari, tetapi itu ada dan bukan nisbi, saat kita sadar akan sebuah pertanyaan yang dulu tak pernah ada, kapan aku akan menikah, lalu siapakah jodohku ?

Lalu , saat itu ada diam, pertanyaan yang tak ada jawabannya, cinta dan jodoh yang ada dan tersembunyi di balik sebuah rahasia, lalu apakah kita tahu akan kedatangannya ? sesungging senyum ada di bibir yang terpaka tersenyum, he he mengapa sekarang baru menyadarinya ?

“ Sebab sebuah kehidupan adalah di mana tempat kita semula bermuara, mencari sesuatu yang merupakan milik kita, dekat tetapi tak kita tahu begitupun dengan jauhnya, semua adalah rahasia.

Sebuah kehidupan adalah mata yang buta saat sebelum kita sadari, bahwa kita memang memiliki keduanya, sebuah kehidupan dan juga sebuah cinta dari seorang wanita.

menikah

Pergi Atau Datangkah ?

Sebuah kepergian adalah pengembaraan, begitupun dengan sebuah cinta yang ada, he ehe tentu sebab kepergian adalah juga kedatangan ! sebab cinta tak datang begitu saja, walaupun seseorang adalah pengembara dalam cintanya, tetapi ia tak akan lari saat sebuah cinta sebenarnya ada dan datang untuknya, he he cinta dan garis akhir itu pastilah ada, sobat.

Semua silih berganti, dan kita sebut di antara datang dan pergi, lalu aku tanyakan sudah siapkah untuk sebuah cinta, lalu ia menjawab, ya, aku memang datang untuknya, mengapa ada yang meragukannya ?

Dan aku jawab tidak, sebab yang ada bukanlah seperti prasangka yang ada, bukan seperti impian seorang bocah ingusan, tetapi aku datang dengan sebuah rasa dan kedewasaan, he he aku diam dan tak bicara, karena begitulah sejatinya seorang lelaki akan cintanya, saat ia memilih , maka ia akan mempertanggung jawabkannya.

Dan saat garis akhir dari cintanya ada di garis tepi, aku tersenyum, memandang langit dengan butiran airmata lewat hujan, dan ia berkata “ Semoga kalian di rahmati , di beri rejeki dan cinta abadi “ seperti airmata yang ada, seperti hati yang bahagia dan seperti pujian pembantu akan tuannya juga puji hamba akan TuhanNya, dan semua tersenyum bahagia.

Hujan turun dan lalu pergi  seperti merahmati bumi agar tak panas lagi, lewat kepergiannya, tergiang dan ia berkata, percayalah, kalian pasti di rahmati..kalian pasti di rahmati , penulis.

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *