0

Cerpen Cinta Itu Apa Adanya

Cerpen Cinta Itu Apa Adanya

Cerpen cinta itu apa adanya

Cinta itu apa adanya ya, begitulah seharusnya dan hal itu yang di inginkan setiap manusia yang ingin bercinta, Kowi hanya menatap lintasan kata kata itu, dinding hatinya hanya mampu ia cat dengan warna buram saja, tak begitu jelas, sepertinya apa yang di katakan akan cinta itu apa adanya adalah salah besar bagi dirinya, mendenguskan napas, lalu ia pun bangkit.

Ada satu cerita yang ia dengar “ Cinta itu tak apa adanya Wi, Ia akan menuntut apa yang kita punya ! ucap Odoy waktu itu” Lalu, jika begitu , mengapa masih banyak manusia yang ingin bercinta doy ? bahkan banyak yang rela untuk mengejarnya sampai di ujung kematian ! sanggahnya waktu itu, menatap odoy yang hanya celingukan dan tak mampu untuk menjawabnya.

Kowi, keluarkan napas dari hidungnya, mengambil sebatang rokok, ya rokoklah teman sejati yang tak meminta apa apa , dinikmati dan habis, beres urusan ! ada juga teman lainnya bagi dia, secangkir kopi hangat yang ia seduh juga, srupuut dan ya teramat nikmat “ Andaikata cinta seperti rokok dan kopi indah sekali dunia ini puih ! he he walau pun ya ada tertera peringatan dari bungkus rokok yang ia hisap dan Kowi melupakan itu, apa yang ia pikir “ Menikmati sesuatu hal yang menyenangkan dalam hidup bukanlah sebuah kejahatan, ya bener pisan wi ! setuju .

Seperti juga cinta hidup pun apa adanya, menerima yang kita nikmati dan kita punya untuk hari ini, walau tentu segudang harapan akan selalu tersebar dalam setiap benak manusia, lalu apa daya, menerima apa adanya yang kita punya dan nikmati adalah lebih baik daripada memimpikan hal yang tidak tidak he he ya ia ingat kang iwan fals” Kita sakit karena kita mempunyai keinginan dan harapan dan kadang terlupa dan berlebihan atas hal itu, bijak kan ?

Lalu ia menemukan batasan sang cinta itu “ Dan jika saja cinta tak selalu memiliki dan di miliki, maka menerima apa adanya jugalah yang dapat membuat kita bahagia” Dan Kowi pun berpikir “ Lalu apa yang dapat aku harapkan darinya ? tak ada jawaban , sepi dan juga hening, terasa gerah lalu membuka jendela agar udara segar dapat ia hirup, ya seperti ia membuka jendela hatinya dalampenantian sang cinta itu sendiri, ada harapan, tetapi mestikah aku kecewa dan menerima apa adanya jawabannya ?

Ia hanya tersenyum, seorang lelaki adalah jiwa yang siap segalanya, dan itu motto bagi dirinya” Kita hanya menawarkan keinginan akan cinta yang ingin kita punya , sementara apa yang akan terjadi nanti adalah bagian dari perjalanan hidup dan cinta itu sendiri, bukan sebuah keterpaksaan he he seperti yang ia lakukan tempo hari terhadap Bunga, sang gadis berparas jelita, ya mungkin hanya sekedar coba coba, puih setelah berusaha kenyataan bukan kita yang punya,

Bunga yang cantik dan juga menarik , apalah artinya i bandingkan dirinya, dari segi ap pun jika mau mengaca diri tak ada hal yang ia punya di bandingkan dengan apa yang di punyai sang gadis yang ia puja, tetapi sekali lagi, itulah Kowi, lelaki dengan keberanian menghadapi seribu belati dan tak lantas menjadikannya pengecut dengan perbandingan yang ada, ya banyak cerita inilah dan itulah terhadap cinta, tetapi Kowi masih amat sangat percaya bawa sebenarnya sang cinta tetaplah masih seperti apa adanya, hanya yang menggenggamnya saja yang salah kaprah, menyalahkan dan lalu mencacinya.

Malam larut, dan ia tak ingin bermimpi, biarlah cinta bersua atau ia akan menyendiri, tetapi bukan unuk meratapinya, merebahkan diri di kasur, sejenak menatap langit langit kamar dan lalu tertidur , dan tak ada mimpi di malam itu, tidur pulas dan nyenyak, Esok pagi, berteman secangkir opi dan rokok, di teras rumah yang sederhana Kowi menikmati pagi, dan ia tampak bahagia di pagi ini terdengar ia bicara “ Semua aku sudahi , cinta tak pantas untuk di persalahkan , dia masihlah tetap apa adanya seperti di pagi ini , cerah dan terang sekali” membuka sehelai surat dan membacanya “ Kowi , aku menerima cintamu apa adanya, dirimulah yang kau cintai dan bukan selain itu” di kanan bawah sebuah nama tertera” Bunga “, terima kasih cinta, memang begitulah kau seharusnya” gumanya, melipat kembali kertas itu dan menyimpannya dalam saku kemeja, menghisap rokok dala dalam dan kembali menerawang , di pagi yang cerah dan juga cinta yang indah, “we make something better “salah hormat penulis.

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *