0

Cerpen : Cinta Merah Jingga

Cerpen : Cinta Merah Jingga

cerpen : cinta merah jingga

Begitu hebatnya cinta dalam kehidupan, membuat suka atau pun duka, ya aku temukan itu dalam sepotong kertas bahkan hampir sobek kertas itu, tetapi aku simpan karena begitu dalam makna dari apa yang tertulis di dalamnya, seperti ini “ Lihatlah cinta, bukan kotor atau kekumalannya , tetapi lihatlah cinta sebagai pemikiran yang menghidupkan jiwa kita” lalu aku gambarkan dalam hidup ini makna itu terlalu jauh untuk aku mengerti jika demikian “ Cinta juga adalah sebuah perjalanan keinginan , sebab kita mencintai sesuai dengan apa yang aku inginkan, ia tak akan tersenyum jika kau memaksanya , tapi ia akan tertawa bahagia jika saja kau memahaminya”.

Dan aku pun pergi dengan ilusi “ saat mencintai lusi, dan ia katakan “ aku mencintaimu juga pras, ya namaku prasetyo. Setahun sudah perjalanan kami , dan terlihat ia setia, sampai suatu saat kenyataan pahit itu datang, apa sebab ? segala apa yang ia katakan padaku, hanyalah kepura puraannya saja ! sungguh menyakitkan waktu itu, dan tidak untuk saat ini.

Lalu apa masalahnya ? ya aku terkena PHK dan tak lagi bekerja dan jabatan yang kusandang waktu itu adalah “ Pengangguran “ lusi pun enggan, seperti yang tertulis dalam kertas yang kumal tadi “ meski cinta tak harus seperti itu , tetapi manusia akan membengkokan arti cinta itu sendiri bagi dirinya, lain tidak “ hem..ku denguskan napas sebagai bagian kekesalan , pada saat itu dan bukan saat ini.

Tadinya aku akan menyalin apa yang tertera dalam kertas kumal itu, tapi tak kulakukan “ cinta akan tertulis apa apa adanya, bukanlah wadah dari ukiran emas atau bertelekan permata , tetapi wadah dari hatimu untuk seluas luasnya menerima cinta apa adanya “ dan akhirnya aku urungkan untuk menyalinnya “ demi sebuah makna “ dan aku kembali pada sebuah perjalanan, dan itu Nita, demikian adanya aku dan dia saling mencinta, ya saat itu sembunyi saja, mengapa ? lagi lagi cinta mengatakan yang sebenarnya “ Cinta bukan tempat persembunyian, tetapi cinta tempat keterus terangan dan kejujuran yang ada di dalamnya “ he he puih, dan itu yang membuatku malu, dan atak bersembunyi lagi, lalu apa yang terjadi ?

Sayang, setelah semua terbuka , menjauhlah cinta kami, nita masih tetap setia, tetapi bagaimana dengan orangtuanya, ya menjodohkannya pada priayang di setujuinya, di sini pun tertulis “ Begitulah cinta katakan , dan jujur untuk mengatakan,apakah itu sebagai kebahagiaan atau pun kesedihan” dan aku menyadarinya orangtua berperan dalam cinta, pada saat itu, padahal seharusnya tidak.

Dan bait terakhir dari kertas kumal dan hampir sobek itu , seperti ini “ Mencintai adalah menyakiti , juga tanpa cinta tetap akan tersakiti pula, menjauh darinya atau menerima apa adanya sebab cinta berbagai warana dan salah satunya adalah cinta merah jingga, dan aku mengerti sat itu atau sekarang tak ada air mata, “ Biarlah cinta berdiri apa adanya” , salam penulis first , march 2016

 

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *