0

Cerpen Dia Yang Terluka

Cerpen Dia Yang Terluka

cerpen dia yang terluka

Aku kenal namanya saat ia masih sekolah dulu, ya belum SMK seperti sekarang, dulu bernama SMA , tapi tak apa itu semua sama saja nggak ada bedanya kok! Yang beda hanya anak anak mudanya saja, jika dulu untuk pegi sekolah saja mesti jalan kaki , kalau sekarang wah ..tahu sendiri kan , betapa mudah dan tersedianya egala pasilitas yang kita butuhkan bukan ?

Dan aku kenal juga satu wanita, dan juga banyak wanita dan itu bukanlahapaapa , masa seperti itu biasa kita berteman , main atau pun hal hal sungguh sangat menjadi kenangan , sebuah kebebasan masa remaja  padahal aku selalu bilang padanya “ Gunakanlah, sebuah kebebasan bagaikan sayap yang siap membawa kita terbang, atau ia juga dapat berujud batu karang yang tajam dan siap menghancurkan” dan aku bahkan agak sedikit lupa sekarang .

Dan dia bilang” itu akan jadi ingatan ! bahkan juga mereka bilang itu ! aku hanya mengangguk , aku tak tahu tapi di saat kita terlupa , mending kita segera mengingatnya, ya walau akhirnya setelah bertahun tahun lupa juga akhirnya,  saat itu pun seperti biasa hidup yang bahagia dan indah selalu menjadi panorama di depan mata.

Sampai aku , tak lagi atu jarang bertemu mereka “ Dan saatnya kita kini mengingat lagi, mengingat masa yang telah membesarkan kita, sebesar keinginan pada masa itu, dan aku katakan “ Biarlah masa yang meninggalkanmu tetapi jangan tertinggal oleh masa depanu sebab itulah sebenarnya hidupmu”

Dan hampir aku akhiri cerita, seorang teman datang padaku “ Beginilah hidupku, entah apa yang menjadi salahku , orang yang aku cintai meninggalkanku ! adunya, dan akhirnya aku panggil lagi pena hari , lalu aku menulisnya kembali seperti ini” Mengapa itu terjadi ? tanyaku, Ria sahabatku sang primadona, ia memandangku nanar, ya pandangan yang jauh bebeda jika ia memandang di saat dulu, penuh scemangat dan ceria , lalu ucapnya “ ya ,aku menunggu waktu, hidup seakan indah , tetapi malang nasibku yang aku cintai malahan pergi “ lalu ? susulku . “ aku coba kedua kali dan itu terulang lagi sobat “ katanya, terlihat menghapus airmata, tertunduk “ tabahlah ,bukankah dulu kau kuat  ! ia memandangku “ lalu ketiga,, sama juga aku alami. Malah aku di madunya, dan saat itu seakan aku tak menyisakan cinta untuk aku genggam, dan aku terluka “

Teruskan ! pintaku. “ ya, aku tak patah arang mesti ada sebuah kebaikan untukku, dan aku mencoba lagi , menenun cinta dengan benang yang hampir rapuh , dan aku bersyukur, terhenti, menghela napas, dan ada banyak kegembiraan yang kurasakan mendengar  itu. Tetapi..ia pun pergi ! aku tersentak “ malang sekalinasibmu sobat, “ apa iameninggalkanmu ? dan ia menggeleng “ bukanseperti itu “jawabnya, “ ia meninggalkan kasih sayang yang tulus lewat kematiannya, ya ia meninggal ! ah arasanya belum usai aku rasa bahagia mendengar kebahagiaannya, sekarang ? “ sabarlah sobat, seoga tuhan masih memberimu jalan dan kebaikan , menggantikan yang hilang dengan yang datang ,,mengganti impian dengan kenyataan “ amiin “ katanya “ aku hanya mengelus dada saat ia pamit ‘ lewat kepergian dia aku berucap “ sobat semoga tak ada lagi luka yang kau dapatkan , tapi tuhan akan menggantinya dengan kebahagiaan lain yang akan kau dapatkan ! amii..n , dan ku usap wajah , salam penulis.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *