0

Cerpen: Hati Yang Terbagi

Cerpen : Hati Yang Terbagi

cerpen : hati yang terbagi

Menusuk hati ! mungkin itu yang wanita lain perkirakan akan hal yang menimpanya, menimpa seorang wanita bernama Saraswati. Tetapi benarkah seperti itu, dan apakah perasaan seorang wanita sama untuk merasakan apa yang di rasakan wanita lainnya yang menderita ?, kita tak sama ratakan itu, karena di sisi lain ada wanita yang tersakiti dan sementara di sisi lainnya ada yang menyakiti dan merampas kebahagian yang wanita lain miliki .

Ya, Saraswati hanya coba berdalih atas apa yang ia teima sebagai sebuah kenyataan dalam hidup, pedih memang, tetapi  haruskah ia bersyakwasangka pada suaminya sendiri ?, dan cerita itu seperti dongeng bagi yang lain, dankabar itu pun berhembus dari perkiraan orang orang saja” Saras, ni bukan nuduh lho , tapi sebagai pengingat saja, agar kamu tak mengabaikan apa yang terjadi ! , hati hati Lala berbicara. Saraswati tersenyum, memandang sahabatnya itu dan berkata “ he he memangnya kenapa gitu La ? sekali lagi lala bt la, mungkin suamiku banyak pekerjaan di kantor, hingga kadang ia larut malam ! ucapnya.Ya, sudah , jika itu yang ada di pikiranmu, semoga hal itu benar “ lala akhirnya mengiyakan dengan gumaman,” sungguh baik kau Saras, walau aku tahu yang aku katakan adaldah juga ada alam perasaanmu, aku tahu itu.

Dan apa yang di katakan dan di gunjingkan terjadi kini, tetapi Saraswati  menyimpannya rapat rapat apa yang terjadi alam keluarganya, ya, sedikit keretakan ! dan ia hanya menelisik dirinya sendiri,” Apa yang salah dari dieriku ? selama iniaku rasa aku mengabdi padanya sedemikian rupa, tak cukupkah itu, Tuhan berilah aku jalan ! pintanya. Dan yang lebih parah lagi, apa yang tak ia duga ia alami , ya , benar , suaminya mendua hati, dan apa yang terjadi di kemudian hari, sungguh akit untuk kita bayangkan , seorang suami membawa hati yang lain memasuki rumahnya ! dan saraswatihanya biisa diam, menangis pun tidak, ia takut ! sebab jika itu ia lakukan apalagi terjadi percekcokan, apa yang ia dan keluarganya dapat, hanyalah cibiran dari orang orang, sungguh wanita baik .

Dan ‘ ia hanyam engatakan , wanita itu adalah sahabatnya , tetapi orang orang dan terutama Lala sahabatnya , tak menggubris dan percaya yang ia katakan, ia hanya menguru  kerumah, sungguh amat menyakitkan , tetapi itulah sebuahkenyataan pahit seorang wanita, ia sunggingkan senyum dalam kepedihannya, pahit dalam hidup dan cintanya, sekarang ia telah bayar semuanya, dengan kepergiannya menghadap Tuhan, menyerahkan apa yang ia miliki, hidup dan juga cinytanya yang tersakiti, dan lala hanya menatap tanah merah yang baru membaringkan jasad saraswati di hadapannya, setangkup kesedihan iagambarkan dalam tetesan air mata,” Semoga kau tenangdi sisiNya Saras “ ucapnya, lalu bangkit menengok skali lagi, lalu pergi dan sepi, salam penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *