0

Cerpen : Inikah Cinta Yang Terluka ?

Cerpen : Inikah Cinta Yang Terluka ?

cerpen : inikah cinta terluka ?

Don termenung sendiri di kamar sepi sesekali tampak bergumam, rasa rasanya ia sedang di rundung duka dan mari kita tanya mengapa ? Ia hanyamengelak “ Tak apa apa ! jawabnya, dan aku tersenyum “ bicaralah kawan  tak perlu kau sembunyikan bukankah kau terluka karena cinta ? aku memojokannya dalam pengakuan doni yang anggukan kepala , lho kok tahu padahal baru sekarang aku memeritahumu !katanya, seakan kaget atas apa yang aku bicarakan padanya tadi .

He he puih ! cinta aku kenal sedari dulu, lalu bagaimana ia dapat sembunyi dariku ! doni tersenyum , mengerti mungkin  “ tapi kepedihan cinta amat pahit aku rasakan ! adunya, lewati tembok kamarnya ku sematlkan kata derita cinta, dan semoga suatu saat doni dapat membacanya dan mengerti apa itu sebuah luka dan derita “ Pedihnya derita adalah pecahnya peristiwa, koyaknya kulit ari yang membungkus kesadaran pengertian, sebagaimana biji buah mesti pecah agar intinya terbuka merekah,  demikian pula bagimu , kemestian tak terelakan mengenal derita serta merasakan kepedihan , dan kalau saja hatimu  masih peka di getari ketakjuban , maka derita pedih itu tiada kurang menakjubkan daripada kegirangan !.

Ia tertawa rupanya belum mengerti juga, ya sebuah derita akan terbaca jika saja rasa luka derita itu telah sirna, lain tidak, ya ayo kita minum dulu don !, makasih ! kataku pula saat itu , lalu ia bertanya lagi, rupanya sedikit  obat telah ia minum dari sebuah kata walau aku lihat belum seluruhnya “ teruskanlah agar aku mengerti , tangannya meraih roti dan menikmatinya, ya begitulah cinta , andaikan ia sebuah roti, tak ada pahit dan enak untuk kita nikmati sampai kekenyangan dan tak mengapa, dan aku lanjutkan ,

Dialah ramuan pahit pemberian hidup pada pribadi , demi penyembuhan bagian yang parahdi dalam hati dan reguk habislah ramuan pahit kehidupan dengan cekatan dan tanpa bicara, walau terasa perih membakar bibir tetapi telah di kepal kepal oleh tangaNya dari tanah liat yang di bubuhi air dan tetesan air mata keramatNya” begitulah derita berkata don !, nampaknya ia ingin bertanya tapi urung “  ya aku rasakan itu , katanya  dan aku hanya …ingin merasakan apa jadinya jika derita itu telah musnah, dan lalu ia tertawa , dan aku pulang dalam kegirangan , sebab doni tak lagi lara, ku lihat dari sorot mata yang menampakan kehidupan pada jiwanya, aku hanya bergumam” dan itulah sebuah luka “.

Sampai aku bertemu dengannya, senang sekali aku lihat, wajah cerah dan sumringah dan ia juga mengatakan seperti ini “ ah ternyata kawan , aku harus berterima kasih padanya ! dan aku kali ini penasaran mendengarnya, memangnya ada apa dan mengapa don ? “ ya , tepat seperti katamu waktu itu Ba, berhenti lalu lanjutkan “ andaikata aku tak memiliki perih dan derita waktu itu, mungkin aku takan merasakan rasa bahagia di hari ini, dan seutuhnya derita dan luka adalah perjalanan menuju bahagia bukan , ia memandangku, dan aku tersenyum , anggukan kepala dan berkata “ Ya !, rupanya apa yang aku tuliskan lewat tembok hati kala itu telah ia baca “ syukurlah dan aku akan menghapusnya sekarang untuk aku bagikan pada yang lainnya, yang lain dan sedang menderita dan terluka, dan aku pamit padanya , meneruskan jalan berbagi , mengenali cinta sebagai sebuah luka, dan doni pun seharusnya pula !, greet me on march 05

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *