0

Cerpen : Jomblo Ni Yee !

Cerpen : Jomblo Ni Yee !

cerpen : jomblo ni yee !

Ah . biarlah semua berlalu  tetapi  pikir terus bertanya,  siapa yang tak mau , atau tak tahukah mereka apa dan mengapa diriku dan seterusnya, he he sebuah tanya yang seterusnya membuat diri kita berduka he he apalagi sang wali menyanyikan sebuah lagu jomblo , duh maaf sekali sang wali suatu saat terkadang itu menyakiti he he.

Ya bernama Amuk pun begitu he he dan namanya pun di sesuaikan dengan perangai dia yang suka ngamuk , lucu juga ya, tetapi itulah manusia bikin kita kesal tetapi juga tertawa karenanya. Seorang pemuda berusia lumayan agak tua, apakah ia seorang duda ?, tidak juga pemirsa, malahan ia masih bujangan, dan setiap saat membuka pendaptaran ! dan siapa yang mau duluan ? apalagi rumahnya di pinggir jalan.

Pertanyaannya “ Muk mengapa kau tak kawin juga, bentar lagi kiamat ? he he begitu banyak orang bicara, he he kayak tahu saja ! ia menatap , mengusap peluh di muka, ya baru saja ia datang dari bekerja , sawah ladang yang ia punya. “ lalu ia bicara “ kawin itu gampang , yang susah memberinya makan ! berbicara lantang. He he kita lanjutkan, pertanyaannya “ Ya itu nanti kita pikirkan , kawin saja sekarang ! he he ia malah acungkan parang dan aku kira ia marah atas pertanyaan yang aku ajukan, tetapi ia punya jawaban “ Ah kamu , ni parang , kita kawin tanpa sebuah persiapan , namanya menyambit diri he he ! itu jawabannya dan ia tertawa yang membuatku sedikit tenang.

Lalu aku ucapkan “ He he ya Muk tapi kerbau juga kawin nggak mikirin makan dan bayar utang kan ?  tanyaku , ia tertawa “ Ah kamu gul ( Jugul ) bisa saja . aku kan manusia dan kerbau adalah hewan he he , ia tertawa lagi “ lalu apa bedanya ya ? aku kembali bertanya” Jika masih takut jadi manusia mending jadi kerbau saja bisa kawin tanpa mahar tuh ! , ucapku . Ia terbelalak dan aku kira ia marah besar tetapi ia ngakak yang membuat aku keheranan dan ia bicara “ ya tadinya aku berpikir begitu gul, enak sekali bisa kawin lari setiap hari, tetapi aku takut sebab akan mati di bulan haji kan, ha ha ia tertawa lagi. Dan kita lupakan pertanyaan dan jawaban.

Ya, belum mempunyai pasangan bukanlah sebuah kebodohan seperti yang tergambarkan banyak orang, mereka bertanya dan menyakiti, padahal sebagai manusia pastilah punya perasaan yang sama, seharusnya sama merasakan dan bukan sebagai bentuk penghinaan, dan jika ada jawaban mereka menganggapnya kesensitifan.

Langkah kedua yang aku gambarkan sebagai pertemuan , ada pertanyaan lagi “ Hei kau, mengapa belum kawin juga ? dan aku kira akan sama jawabannya , tetapi ternyata tidak “ ah mana bisa, memang aku menginginkannya, tetapi tangung jawabku atas keluarga seakan mengulur waktu akan hal itu ! dan seorang teman tertawa dan ia jomblo juga.

Ya , itu jawabannya , dan aku masih penasaran . lalu siapakah yang akan aku beri pertanyaan ? langkah ketiga di balik awan,  “ Omong omong kapan kamu nikah no ? seseorang yang usianya di atasku , tetapi ia beri isyarat tangan  “ Mendekatlah, dan ia bisikan, sulit meretas jalan , menikah adalah pilihan  !, tetapi itu rahasia tuhan dan kau tahu kan apa yang orang tuaku inginkan ? ya ya “ aku mengangguk walau masih heran  “ apa arti yang ia bisikan ?. Tetapi syukurlah akhirnya ia mendapatkan pasangan.

Langkah ketiga di depan rumah , tak ada lagi pertanyaan yang ingin aku berikan, semua berbeda dan mempunyai gambaran masing masing atas jalan hidupnya, atas jawaban jawaban mereka, dan semua sarat akan apa yang di sebut apa itu hidup, bagaimana dan untuk apa hidup  ?, sebelum sampai pada sebuah pilihan, ya jomblo bukanlah sebuah pilihan , dan aku ingat salah satu jawaban dari mereka  “ ingatlah jodoh adalah rahasia tuhan ! ya begitulah adanya kawan , tetapi itu bukanlah penghentian diri dan hanya menanti, sekarang mari kita cari jodoh , sebelum sang wali menyanyikan lagu itu lagi ! dan kita buat lagu yang lebih baik dari lagu tadi , apa judul lagunya ya ? hehe “ Jomblo ni yee !,  dan para jomblo berkumpul sebagai  first launching lagu yang kini ramai di perdengarkan ! ,salam penulis

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *