0

Cerpen, Ku Panggil Ia Cinta !

Cerpen, Ku Panggil Ia Cinta

cerpen, aku panggil ia cinta !

Ya sobat , berulang kali kita mengisahkannya, dan memang cinta tak dapat tersisih oleh apa pun juga, meski kita mencibirnya atau bahkan memarahinya, tetapi tetaplah cinta itu datang tak pernah lekang dan juga dengan nama yang sama sebagai sang cinta. Merasuki jiwa dan juga berkecambah dalam relung jiwa kita di malam atu di siang hari “ memangnya ada apa dengannya frans ? tanya seseorang dan lalu ia melanjutkan dengan sbuah pertanyaan “ bukankah cinta itu indah ? seraya tersenyum, seolah ia telah mengenalnya lebih dalam , puih !

Padahal  ia terkadang menganiaya jiwa jiwa yang hidup menjadi redup atau lampu lampu taman hati yang terang benderang menjadi buram , dan cinta tersenyum di sudut luka, mengintipnya, sampai mana ia bisa membuat seorang manusia terluka ? dan jika seseorang tak terlukai , maka ia akan datang seolah pemenang, pemenang bagi si pecinta, padahal di sisi lain tidak, ia hanya datang untuk berpura pura saja.

Dan aku menjawab pendek pertanyaaan tadi, “ Cinta tergantung kita memaknainya sobat ! kataku yang entah mengapa biir terasa enggan , mengatakan kehadiran cinta yang hanya memberi luka dan luka, apa tak bosankah ia ? Tapi ada sedikit pengobat hati, yang bertanya seakan tempat bercurah atau malah biar aku beritahu saja cinta itu seperti apa ? tapi susah juga sebab cinta tidak hanya satu bentuk rupa saja.

Dan ia pun bertanya lagi, matanya agak pilu sekarang , dan aku cemas “ Apa jawabanku terlalu tajam, ? dan ia tahu “ Tidak seperti itu kawan , aku hamya ingin kau ceritakan rindu sebagai bagian dari cinta ! katanya berharap, dan aku mengangguk setuju “ baiklah jika begitu inginmu “. Dan aku katakan itu semua adalah satu badan , cinta tak sendirian sobat, tetapi punya banyak teman , salah satunya rindu” dan ia mendengarkan. “ Sebuah keinginan untuk memiliki ada pada yang namanya rindu, di setiap saat , waktu dan keadaan ia selalu menghampiri kita, berhenti sejenak, melihat alam yamg indah dan aku sempat berpikir “ Andaikata cinta indah seperti alam yang kulihat indah ini, mungkin tidak akan ada pertanyaan atas keindahannya “.

Dan ia akan membawamu pada titik semu sobat ! kataku, memangnya ? “ Ya , rindu berdiri samar di belakang yang namanya cinta, bukankah sesuatu yang kau rindu belum tentu merindukanmu juga kan ? Ia tertawa, mengerti rupanya, sampai aku erirtakan segalanya, cinta, luka perjuangan dan pengorbanan, dan ia bertanya lalu apa semua itu ?, aku tersenyum “ Aku panggil Ia cinta, sebab ia berdiri di atas yang namanya cinta, dan ia tak berpura pura, ia tersenyum , aku juga dan aku bersama menyebut “ Aku panggil ia cinta !,,sampai kita benar benar mengenalnya, march, salam penulis.

 

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *