0

Cerpen : Napas Napas Cinta

Cerpen : Napas Napas Cinta

cerpen : napas napas cinta

Betul, memang cinta adalah sebuah napas, napas dari sebuah hidup dan kehidupan pada akhirnya, ada yang membuat napas menjadi sesak atau berat kita hirup rasanya , atau jika saja ada sebuah kebahagiaan , maka kebalikannya yang kita dapatkan , kita dapat bernapas dengan lega “ coretan di dinding tempat kami kost itu mengusik relung hatiku “ Atau apakah cinta juga sebuah coretan di dinding hati kita yang terdalam ?.

‘Ah , biarlah, semua hanyalah basa basi saja, dan apakah ini ulah kawan kost ku yang bernama dedi petet ? ya orang orang menyebutnya begitu, he he ya mungkin karena matanya yang agak sipit, tapi nggak kayak or-Chin juga,  sipit dalam artian tetaplah mata asia indonesia. Nanti sajalah aku tanyakan kebenarannya, ya , ia lagi pergi keluar dan entah kemana ?.

Tapi , aku rasa aku pun punya coretan seperti yang aku lihat di dinding ! tapi dalam bahasa yang berbeda, ya aku ingat sekarang, bangkit dan mengambil catatan kecil yang tersimpan di bawah kasur tempat tidurku, rahasia dong, walau rahasia kecil juga  tetap saja harus kita jaga, dan, tentang catatan hati, tetapi berbeda dengan coretan di dinding tadi.

Tertera dalam kata kata “ Aku melihatmu dalam sinar surya, tertawa dan sejenak menatapku, lalu menoleh, aku pun tersenyum membuang harapan yang tak sempat aku sampaikan ! menunggumu dalam waktu penantianku, tetapi surya kelabu dan awan menghalangi pandanganku, tetapi masih jelas wajahmu dalam mata batinku, tak pernah tertutupi “ , dan aku meninggalkannya berlalu, rasanya cukup bahagia melihat wajahnya saja dan ia tertawa.

Ya, aku buka bagian kedua dan tertera, tak sempat aku lanjutkan , dedi petet datang tiba tiba, halo sobat lagi apa ? ia menyapaku , buka sepatu dan seakan kegerahan ia buka baju dan hanya kaus oblong yang tersisa membaringkan tubuh dan aku lihat seakan hari yang ia lewati seperti sia sia  “ ada apa dengannya ? “ he he untung nggak denganmu kan malu nanti di kira menjiplak ariel noahh dalam memori peterpan ha ha , ya aku tanya saja mendingan si Dedi petet.

Maap sobat, “ Ada apa denganmu ? ah akhirnya sama juga , tapi nggak apa apa ya, ini kan cerita dan banyak persamaan dan tolong maapkan ! Ia hanya menolehku sejenak, memejamkan mata petetnya dan seakan mendengus  “ Huh !, dan terlihat juga ada gurat kekecewaan dan kekesalan dalam gurat wajahnya dan terdengar ia berkata “ Hari ini sial Ba, kesal aku jadinya ! ia seakan mengumpat, “ Memangnya kenapa ded “ aku tanya lagi, Dedi bangun dari  berbaring , duduk seakan orang linglung, untung nggak aku “ Talapung “ juga masih untung ! he he.

Ia memandangku dan membuat aku ikut sedih juga lho, ya aku kira  dia di marahin orang tuanya atau kena masalah apa, ya matanya memerah di sela rembesan airmata yang aku kira ia tahan jangan sampai berjatuhan “ Sabarlah Ded dalam kehidupan ini, semua sama kok, aku coba menenangkannya “ Ya , terima kasih sobat, tetapi bukan itu yang aku alami Ba ! lalu ? tanyaku. “ Kamu tahu kan si Fitria ? “ ya  aku mengangguk, “ Ia berkhianat Ba, katanya hanya aku saja cinta dia eh ternyata, aku tertipu , ia pergi dengan lelaki lain ! “ katanya. Terus ? aku penasaran.

Ya , apa boleh buat Ba, mau pakai kekerasan apa gunanya, lagian wanita bukan hanya dia seorang , Cuma tadinya aku mencintai dia dengan sungguh sungguh ! Dedi petet seakan menyesali dirinya sendiri , mengapa ia mencintai fitria yang mendurhakai cintanya, ia memelas, “ Bagaimana harusnya Ba ? seolah meminta sebuah solusi “ Ya,aku juga nggak tahu dech, masalah asmara adalah masalah yang sulit kita terka, yang terbaik menerima apa adanya sebagai realita, Ded ! jawabku so bener “ “Heu euh, harusnya begitu emang ba, atau..ia seakan mengingat sesuatu “ Oh ya kita pergi ke Ma Mu’ah saja ? matanya berbinar, aku hanya tersenyum, emang kamu saja yang punya masalah cinta itu ded ? omongku. “Memang kamu kenapa juga ba ? Dedi seakan heran , lha ia nggak nyangka aku yang diam ternyata jatuh cinta juga “ ya, aku pun demikian sobat , kau tahu Tina kan ? ia mengangguk” Itulah penyakitnya Ded, ya satu cerita dengan mu sobat ! ya Tina hanya terjebak bualan sahabat kita .kau tahu kan si Din din ? tanyaku, “Si Dindin Sumur Kondang kan ?  Wah beraninya dia, kasih pelajaran saja ba ! Dedi nampak emosi. “ aku lagi lagi tersenyum “ Nggak usah Ded, dia sahabat kita juga, dan cinta juga adalah pelajaran bagi kita, melihat dan meneliti seorang wanita yang akan kita cintai, jika tanpa belajar luka, mana bisa bahagia kan ! kataku “ Kau memang baik Ba “ , katanya.

Lalu ? Dedi bertanya akan akhir ceritaku, “ Ya , biarlah ia terjebak,  aku nggak bisa larang , lalu ia merasakan apa dan bagaimana si Dindin itu, he he lalu ia kembali dan mengadu padaku” diam sebentar, meneguk air,  kering rasanya kerongkonganku, “ Apa yang kau putuskan Ba ? dedi tak sabar bertanya. “ Begini aku katakan ded, maap ya cinta adalah yang pertama dan bukan yang kemudian, dan kembalilah padanya alias si dindin itu, sebab dialah cinta yang kau pilih walau sakit sekalipun , sebab jika cinta sudah memilih takan ia kembali ke masa lalu “ kataku.

“ Bagus atuh ! Dedi memberi aplaus !, “ Terus apa yang dia katakan ? Tanyanya lagi. “ banyak ded dari mulai penyesalan sampai akhinya permintaan maaf, dan ia tuliskan dalam airmatanya” “ jadi ia menangis ? kejar Dedi “ ih , banyak malah, hanya sayang nggak aku tampung , padahal lumayan untuk mandi apalagi di musim kemarau seperti sekarang, bisa nggak beli air untuk sehari he he “ aku tertawa , Dedi juga, ya cinta juga tertawa dan kebahagiaan walaupun dalam rantai kepedihan, ya, kita tetap bahagia, itu mottonya !.

Dan hari hari berikutnya aku biarkan cintaku lepas menggapai kebebasannya, dan masih ada banyak cinta lain yang menunggu,  lalu Dedi, ya aku bersyukur melihatnya tertawa lagi dan berkata seakan bahagia “ Mantap Ba, si Fitria sampai kembali datang padaku dan menangis ingin menjadi kekasihku lagi, sii..p lah ! katanya berapi api “ Ya hari ini aku akan bersihkan kamar ini Ba, kamu istirahat saja ! ucapnya “ ya, ya sobat terima kasih, dan aku baringkan tubuhku dan masih mendengar Dedi bernyani , membersihkan coretan di dinding agar nggak kotor lagi, begitupun aku membersihkan dinding hati dari coretan cinta yang setengah jadi , sebelum aku tertidur lelap dan ku lanjutkan cerita ini dalam mimpi, salam penulis. (Cibatu, 86 – 87 ).

 

 

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *