0

Cerpen : Nongkrong Pagi Cerita Si Jali

Cerpen : Nongkrong Pagi Cerita Si Jali

 

Cerpen : nongkrong pagi cerita si jaliKita tahu jali anak biasa, nggak ada bedanya dengan anak lainnya, tapi perubahan tampak ketika si jali pindah ke kota he he yang tadnya ia alim , sekarang masih tetap alim , tapi sayang he he jadi aluman alimen bahasa kerennya centil, dan tak tahu atau bagaimana ia bisa jadi bersikap seperti itu ?.

Tahu cari tahu lumayan, walau belum begitu tahu, ya si jali aluman alimen tadi sebabnya ia sekarang berada dalam pusaran entertainment,  sebagian orang mengatakan “ Pantas saja ! lho lalu mengapa dan ada apa jika seseorang menjadi entertainer dalam dunia entertaint ?, toch ia menghibur banyak orang nggak ada salahnya memang ! he he tapi sayang , sebagian mengatakan tidak ! artinya , di mana pun berada tetaplah kita adalah diri kita bahasa yang umum adalah “ Hiduplah seperti ikan dilautan, meskipun airnya asin tapi sang ikan tak lantas menjadi asin , latah !.

Ya, kita mengerti akan hal itu , tetapi sikap demikian juga dapat di tunjang berbagai paktor, toch saat si jali pulang tak nampak ia seperti itu, kelihatan macho dan pria sejati, sebagian orang mencibir, itu nggak asli, ada sesuatu yang ia sembunyikan he he dasar orang , tentu saja   bukan hanya si jali semua orang pastilah ane jamin mesti ada sesuatu hal yang di sembunyikan darinya, dan itu rahasianya,  kata orang masa kini “ Privacy “, dan kita mengerti dan hormati itu.

Si jali sudah lama nggak kembali kesini, ya namanya juga orang sibuk dan ane juga lupa sibuk apa ia ? dan ane nggak mikirin apa yang orang lakukan , ane hanya bilang pada diri ane sendiri “ sebelum merubah seseorang , sudahkah ane sendiri berubah ? he he malu jadinya , yang ane rasa ane belum maju dan baru akan ..hehe kawin juga enggak dan baru mau cari pasangan dan seterusnya tanpa titik koma, ah ….

Suatu pagi ane nogkrong di depan televisi, ya lumayan sembari mengasuh baby he he  anak kecil gitu biar terang , rame sekali exposan beritanya , he he sampe ane garuk garuk kepala ane yang agak sulah dikit dan ane bilang dalam hati , ya inilah manusia dan kehidupan , sekarang di ceritakan esok pagi di lupakan ! Tapi ane sekarang heran , kok ada si jali , tanya hati, ane hanya manggut rupanya ia sudah jadi selebritis  padahal dalam catatan pribadi ane selebritis menurut ane ni “ selebung selebung sembari tiis “ he he itu yang pas buat ane , pagi yang dingin, secangkir kopi dan sebatang rokok yang ane hisap menjadi penghangat !.

Menyuapi baby,  he he anak kecil tadi ! ane perhatiin rame juga cerita si jali, dan ane lihat dan denger si jali apaan gitu yang ane kurang ngerti  ? dan itu katanya atau sebenarnya juga ane nggak ngerti juga, yang ane denger hanya pelecehan pelecehan  he he yang ane kira si jali ngasih uang recehan sama anak kecil , ya ane ngaku  wong orang kampung mana tahu kota , nduk ! apalagi permasalahan yang menimpa mereka mereka.

Yang ane denger nih dan bukan sebuah kepastian katanya si jali merokok lalu di tangkap, gila juga di kota ya, hanya karena merokok bisa di tangkep juga ! he he dan itulah yang membuat ane lantas malas ke kota, banyak aturan dan he he ada juga yang melanggar aturannya sendiri , jadi bingung deh makanya ane pulang.

Sekali lagi suapi baby, ane sekali lagi lihat tivi kok si jali lagi ngerokok  tapi nggak di tangkep ya ?, ah dasar berita,  mengada ada berita saja he he sama usaha kan ?, tapi ia di gandeng polisi, ane hanya tertawa dan bilang “ he he mending ane di sini Li ( Maksudnya jali  ) ane juga bisa jadi selebritis , selebung selebung sembari tiris, badan hangat hidup juga tentram nggak kayak di kota he he,  e..h tapi ane lupa “ Apa yang ia rokok ya ?  yok kita cuci muka di lap dan bersihkan badan !, akhirnya ane pergi ngajak si baby untuk di seka, anak sehat harapan ibu bapak…hah !!, salam penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *