0

Cerpen : Rahasia Sang Janda !

Rahasia Sang Janda !

cerpen : Rahasia sang janda !

Ratnasih, seorang janda ratnasih jadi bahan berita  dan ratnasih juga yang saat ini seakan menjadi wanita terpopuler di kampungnya, ya janda yang seolah akhir akhir ini menjadi bahan pembicaraan orang kampung tempat ia tinggal bersama kedua anak kecilnya, pasalnya he he mungkin ada kecemburuan juga dari wanita wanita di kampung tempat ratnasih tinggal, takut kehilangan suaminya, weleh..weleh , kirain apa sobat cer-per.

Ya, Rannasih wanita sempurna tubuhnya semampai dan berkulit putih bersih , wajahnya ? itulah yang membuat wanita wanita yang ada di kampungnya cemburu ! wajahnya cantik bak bulan purnama, makanya , siapa sih lelaki yang tak mau untuk mempersuntingnya ! dan akhirnya mereka menutup pintu rumahnya rapat rapat andai saja ia lewat di depan rumah mereka, berpaling pada sang suami dan berkata “ kamu ngintip ya ? atau kamu menginginkan dia ? itu yang membuat terjadinya sedikit peperangan dan kegoncangan dalam rumah tangga mereka, padahal jika saja kita berkepala dingin, ya nggak dong, abis kamu kan isteriku mana bisa aku megharapkannya, itu mungkin yang ada di pikiran para suami mereka, he he tapi jika tak ketahuan tak apa apa , he he itu memang yang aku inginkan, dasar lelaki !.

Ratnasih bukannya tak tahu akan hal itu, tetapi yang ia pikir tak ada gunanya mikirin hal yang  tak berguna seperti itu, lagian siapa sih yang aku ganggu, begitu pikiran sang janda cantik tersebut, ya itu jalan baik untuk kau lakukan ratnasih ! mereka tak tahu apa dan mengapa yang terjadi sampai ratnasih menjanda ?. ya lupa sobart cer-per, ratnasih bukan orang kampung itu, ia datang dari kota membeli tanah  dan membangun rumah, ya tanah yang ia beli di kampung itu.

“ Mungkin ia bukan wanita bener ! gunjing wanita di kampun ratnasih. “ ya, mungkin ia sebagai simpanan para pejabat, atau ia wanita nakal dan keblablasan hamil dan lari ke sini dan mengaku janda !. timpal yang lainnya dan cerita itu merembet kemana mana, menjadi pembicaraan tiap pagi para wanita, sembari mencuci atau sambil menyuapi, padahal apa untungnya ya ?.

Dan Ratnasih bukannya tak tahu, ia hanya tersenyum manakala seseorang tengah membicarakannya, lalu diam di saat ia lewat di depannya, tetaplah ia santun dengan mengatakan “ Permisi  !, pada mereka, dan apa yang ia terima ? mereka mengangguk dan menjawab , tetapi terlintas cibiran dari rona wajah wajah mereka saat Ratnasihlewat dan jauh berlalu, kesyirikan atas kecantikan dan takut tersaingi dan suami berpindah ke lain hatilah yang membakar hati mereka , padahal yang penulis tahu Ratnasih bukanlah siapa siapa, bukan wanita nakal atau simpanan para pejabat seperti yang mereka duga, ratnasih adalah wanita biasa, yang mengabdi pada suaminya ketika mendiang masih ada, hingga datang sebuah bencana, entah ada perkara atau ada perselisihan apa, suatu malam orang orang bertopeng menyatroni rumahnya serta membunuh suaminya, dan untung ia masih sempat bersembunyi dan tak di ketahui orang orang jahat tersebut.

Hanya saja ia sempat mendengar salah satu yang bertopeng mengatakan “ “ Kita belum mendapat bayaran penuh dari si Bos, sampai kita habisi keluarganya semua ! jantung ratnasih berdegup keras, menutup mulut kedua buah hatinya sampai para pembunuh suaminya itu meninggalkan mereka , dan aparat keamanan datang untuk melakukan penyelidikan , dan sayang mereka belum tertangkap dan terungkap, hal itulah yang menyebabkan ia meninggalkan rumah yang ia tinggali bersama mendiang suaminya, mencari tempat jauh dan tidak dapat di ketahui oleh para penjahat yang ia pikir masih mengejarnya, walau ia sendiri masih bertanya, siapa, dan mengapa mereka begitu tega terhadap keluarganya ?, lalu apa salah mendiang suaminya yang ia tahu ia adalah lelaki baik ?, pusing , pening tak terpikirkan hitam dan seakan tak ada jawaban.

Sedang berita sekitar dirinya terus berkembang, malah ada yang bilang ia pecandu obat dan menjadi bandar narkoba, ha ha rupa rupa saja !,  santer berita itu bahkan seorang wanita berinisiatif dengan mengatakan “ Laporkan saja ia ke polisi biar di tangkap dan tak mengotori kampung kita ! celetuk nyai gembrot, ya mungkin karena perawakannya yang gendut dan gembrotlah hingga ia di juluki seperti itu. Andai ketua Rt tak menenangkan mereka “ Sabar dan sadarlah kalian , Kalian jangan salah paham dulu , itu syakwasangka namanya, dan andaikata ia seperti itu, kita bisa menyelidikinya “ katanya bijak, kata ketua Rt yang bernama pak Kimung ini.

Sampai esok paginya warga kampung tersentak dengan kejadian yang tak mereka sangka, rumah ratnasih tertutup rapat, dan hari sudah agak siang, sepi seperti tak ada aktivitas di dalamnya, dan yang membuat warga penasaran adalah lampu rumah yang menyala dan itu menimbulkan kepenasaran ! seseorang yang bernama jang Odong berinisiatip untuk mencari tahu di ikuti ujang Muslim, dan apa yang terjadi, odong merasakan ketakutan dan kengerian yang luar biasa sampai jang Muslim bertanya” Ada apa dong , apa yang terjadi “ odong diam dan seakan meringis hanya telunjuknya yang menunjuk nunjuk agar jang muslim segera mengintip apa yang terjadi di dalam !, “ Ah maneh mah di tanya teh, halik ku aing, aya naon atuh ! ( “ Ah aku tanya kamu malah diam, awas biar aku yang lihat !, pen : Sunda ) katanya, Tapi apa yang terjadi, malah lebih parah ujang muslim berteriak dan berlari sedang jang odong belum sempat sebab ia merasakan sesuatu di celananya tadi , ya, melorot dan seakan bau , ehm ada ada saja !. Dan itu akhirnya mengumpulkan warga kampung yang saling bertanya ada apa ?

Dan apa yan terjadi di dalam, astaghfirullah.., suatu pemandangan yang mendirikan bulu roma, juga sekaligus membuat kesedihan yang dalam , kasihan ! itu yang akhirnya warga ucapkan, mengapa ? pasalnya sungguh biadab apa yang terjadi dan warga saksikan !, ratnasih telah tiada, mayat wanita ini terbujur dekat pintu dan tampaknya ia melawan sebelum kematiannya, goresan goresan benda tajam tampak jelas di pergelangan tangannya dan masya Allah ! lehernya nyaris putus tergorok, biadab sekali yang melakukannya ! sementara kedua anaknya juga mati dengan banyak luka tusukan dan seperti di sumpal kain pada mulut mereka ! warga pun segera melaporkannya pada aparat kepolisian yang segera datang “ serda Iwan tampak memeriksa, ia hanya berkata “ Rupanya si pembunuh mencarinya dan menemukannya di sini untuk menghabisinya ! membuat para warga heran , sampai pak iwan menerangkan keterkaitan pembunuhan ini dengan pembunuhan suami ratnasih di kota dan warga tahu , siapa ratnasih sebenarnya , dan bukan seperti anggapan mereka selama ini,Ratnasih wanita penggoda !, dan akhirnya mereka pun mendo’akannya untuk ketentraman ratnasih di alam baka dan minta maaf atas apa yang mereka lakukan terhadapnya semasa ia hidup, mengurus dan menguburkannya, langit mendung, sementara hujan gerismis, namun tak ada tangis, salam penulis.

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *