1

Cerpen : Sabarlah Sahabat

Cerpen : Sabarlah Sahabat

cerpen : sabarlah sahabat

He he ia datang padaku , sahabat yang selalu mengingatku, dan terima kasih untuk itu! “ tapi aku sedikit terganggu, belakangan hari ada sesuatu yang mengganggu pikiranku “ Katanya. Dan aku hanya diam tetapi dapat ku saksikan rona wajah yang agak kelabu “ Dan begitulah hidup sahabat, tak ada jalan yang rata dan enak untuk kita jelajahi di dunia itu, mesti ada sedikit atau banyak rintangan, dan ku katakan dalam hati, dan aku paham apa yang sedang dia alami, dan sahabat berucap lagi “ Aku tak menyangka akan sperti itu ! seakan ia menyesali apa yang terjadi, mengapa ia lakukan itu ?

Aku hanya tersenyum lalu aku coba untuk menenangkan hatinya “ Tenanglah untuk itu, sesuatu yang terjadi tak mesti kita hindari, tetapi harus kita hadapi sebagai ilmu untukmu nanti ! dan sahabat tersenyum walau itu masih terlihat sebagai sebuah kepahitan untuknya, he he tapi lumayanlah , sepahit pahitnya jamu adalah obat yang baik bagi tubuh kita , tanpa efek samping tetapi menyehatkan pada akhirnya.

Dan sahabat berkata lagi “ tapi mestikah aku tak percaya ? dan aku tersenyum kembali , menatap segala kesangsian yang ia gambarkan dalam tatapan matanya “ dan aku pun berkata “ he he , untuk itulah kita memberi sebuah percaya sahabat, sebagai bagian dari diri kita untuk seorang kekasih punyai, lalu bagaimana ia menggenggamnya itu merupakan apa dan bagaimana sebenarnya jati dirinya, berhenti dan minum kopi, he he biar nggak kepanasan tenggorokan gitu, puih !

Sahabat bertanya “ lalu, apakah sahabat ? dan aku jawab ini “ sahabat adalah bagian dari diri dan kepercayaan , dan tak ada sahabat sepei apa yang kita gambarakan dan inginkan, pada dasarnya ebahagiaan adalah milik kita bersama tetapi kepahitan siapa yang mau bersama mengalaminya ? dan itulah lumrahnya sahabat akan datang di saat senang dan pergi saat kau terpuruk ! sahabat pun mengangguk pelan,  “ Untuk itulah belajar menjadi sahabat bagi diri dan orang lain . bukan sebagai teman dalam kesenangan tetapi juga sebagai kawan dalam kesedihan.

Apa yang terjadi ? sahabat berkisah. Cinta di persimpangan jalan . dan itu adalah hal yang samar baginya sebab ia mendengar dari sahabat. Kekasih pergi dengan lelaki lain , dan aku katakan  “ Mendengarlah sesuatu untuk hal yang pantas kita dengarkan. Dan jika tidak.  berlalulah dari pendengaran itu !. sahabatku masih agak ragu . dan aku katakan “ Marilah pergi.. jangan biarkan hati terlukai . jika kamu ragu pergilah dan lupakan itu. Sampai kekasihmu kembali dan menyadari . bahwa sesuatu yang kau berikan adalah hal mulia yang pantas ia hargai suatu saat nanti. Tapi terlambat untuk kembali ! sahabat katakan “ Ya itulah jalan . sebagai jalan kebenaran dari sebuah penghianatan akan cinta, dan biarkan ia tenggelam di dalamnya dengan beribu penyesalan , dan aku setuju “ Sabarlah kawan , segala sesuatu pasti mempunyai jalan sebagai akhir keputusan ! sahabat tertawa, dan aku suka semua masalah seakan lupa dan aku berjuang , sahabat, kawan dan juga kalian  tak perlulah berjalan bagi sebuah dendam dan penghianatan, tapi berkatalah sebagai sebuah kejujuran, tak terdengar sahabat mengeluh juga rona wajah yang keruh , awan singsingkan kelabu juga matahari tampak bersinar kembali , seterang hati kami, aku dan juga sahabatku, salampenulis.

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *