0

Cerpen Sekali Lagi Cinta

Cerpen Sekali Lagi Cinta

Cerpen sekali lagi cinta

Bosan rasanya untuk mengulang apa yang banyak di sebutkan orang orang tentangnya, he he tetapi apa mau di kata , kata kata itu terlalu indah untuk kita biarkan dan menjadi sampah, ya cinta dan cinta yang selalu menjalari setiap pikiran manusia yang terkena keindahan akan apa yang ada dan terasa akan sang cinta itu sendiri.

Dan aku pernah membuka daun jendela tentangnya, ku buka tentang karmila yang masih teramat muda untuk aku kenalkan pada sebuah kata cinta, tetapi rasa kepenasarannya tentu saja membuat aku tak berdaya, dan akhirnya ku katakan dengan jujur dan apa adanya, sebab kebohongan dalam soal cinta adalah sebuah penghancuran nyata yang akan segera terlihat akibatnya, puih dan tentu aku tak mau hal itu terjadi pada karmila.

Sampai saat setengah daun jendela itu aku tutupi , ia masih memeganginya dan aku urung aku teruskan untuk menutupnya, terbersit dalam tanyaku sendiri, bukankah kepensaran adalah menuntut sebuah kejelasan ? dan aku melihat matanya berkaca kaca seraya ia berkata “ Tolonglah , ceritakan saja yang sejujurnya dan apa adanya agar suatu saat aku tak menyalahkannya dan juga menyalahkan si pembawa berita ! katanya meminta,

Dan aku lihat di luar sana , sepoi angin meniup lembut dan aku katakan pada karmila “ rasakanlah angin bertiup, lembut dan juga menyegarkan serta membawa kehidupan, begitulah juga cinta , semilir bagaikan angin, menumbuhkan hidup dan jiwa kita dalam harapannya, dia juga memberi kehidupan sebagai nyawa , sama seperti angin yang memberi napas hidup sebagai oksigen di dalam udara yang bergerak “ menghentikan bicara sejenak, menghela napas tipis dan aku lihat  karmila tersenyum simpul  gembira dengan cerita cinta apa adanya.

Ia hanya sedikit terlongo dan mengatakan “ oo..h “ lalu ia mendengarkan bagaimana cinta itu seterusnya “ Dan jugac inta dapat memporak porandakan hidup dan jiwa kita ! aku diam , sejenak karmila memotong pembicaraan “ Mengapa begitu ? ia bertanya, nampak kepenasaran dan heran terlukis dalam kerut keningnya “ Ya cinta yang kita bina dan terkendali akan menuntun hidup kita sedangkan cinta yang sebaiknya akan menghancurkan dan meluluhlantakan apa yang kita punya, demikianlah cinta adanya kecil ingin menjadi besar dan kita genggam sepenuhnya dan jika cinta itu terlalu besar maka sulitlah kita menggenggamnya, ia laksana badai yang akan menghancurkan setiap penghalang.

Karmila sekali lagi menatapku, ada kebimbangan di hatinya, tapi aku biarkan saja, biar ia mengerti cinta itu apa, dan bagaimana cinta adanya, sekali lagi ia bertanya “ Lalu bagaimanakah cinta sepatutnya di perlakukan ? tanyanya. Puih aku tersenyum, “ Biarkan ia melewatimu seperti angin , memberimu kehidupan dengan adanya tanpa kau ingin untuk memegangnya utuh penuh sebab cinta akan selalu memberi dengan tidak melampaui batasan batasan yang ada padanya, dan aku tatap ia sekali lagi , ku harap ia mengerti  dan ia tersenyum, menganggukan kepala sebelum pergi dan berucap “ Terima kasih , semoga cinta itu akan selalu ada dan memberi kedamaian “ katanya, dan aku mengangguk setuju sebelum aku tutup daun jendela ini, angin tak lagi menerpa , hanya ada satu doa “ Karmila , semoga kau berhasildalam cintamu, love and peace 16

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *