0

Cerpen Seonggok Kasih

                 Cerpen Seonggok Kasih

Cerpen seonggok kasih

Mungkkin tak aku sadari, jika saja ia tak memulai, memulai melukai cinta yang ada dalam relung hati, tersambit di sana sini atas lukanya, dan itu dulu, sekarang tidak , cinta adanya adalah luka sebagai penempaan rasa sayang dan cinta yang akan melukarkan cinta atas kelukaannya, lain tidak.

Dan , kini aku masih dapat tertawa, menertawakan kepalsuan diriku untuk mencintainya, dan itu bukanlah sebuah kebohongan, tetapi kepalsuan aku atas tak kemengertian akan apa dan bagaimana sebuah cinta itu sebenarnya ada, harus ada dan di miliki dalam hati.

Dan juga mungkin, aku tak akan pernah sadari , jika saja ia tak memisahkan cinta dan rasa dan membuahkan apa yang di sebut kerinduan, saat itu pun aku marah, marah atas kelancangannya memperlakukanku sedemikian rupa, sangat menyiksa pada saat itu, dan sekarang tidak, dan aku masih dapat tertawa , ya, seakan diriku adalah anak anak yang baru mengenal cinta, belajar menangis untuk memilikinya bukan jalan terbaik untuk itu.

Dan sekarang pun aku masih dapat mengenalnya, mengenal sebuah kerinduan di saat yang berbeda antara dia dan rupanya, saat aku menangis dulu dan saat aku tertawa, dan aku lihat sekarang diriku seakan malu malu untuk menemuinya, kesalahan di masa lalu yang menghinakannya adalah jalan yang tak pernah aku ingin lakukan sekarang, dan kerinduan itu akan datang , jika saja kau tak membuat tali pengekang agar ia tak memisahkan cinta dan yang menginginkannya.

Dan , mungkin aku tak akan tersenyum, andaikata aku tak melalui itu semua, sebab aku masih dapat tertawa, tetapi bukan untukku lagi, tetapi menertawakan bocah bocah yang menangisi cinta sebagai cintanya dan juga rindu sebagai rindunya, dan aku ingat masa di mana aku seperti itu, sekali lagi aku tertawa, sekarang untuk diriku .

Dan aku masih tertawa, tetapi ada segurat tanya yang ada, tdak di saat aku mencintainya dan juga bukan di saat aku merindukannya, tetapi tanya itu seakan ada dan harus ada, dalam setiap langkah, dan juga guratan guratan sketsa yang selalu tergambar maya, seonggok kasih ini untuk siapa ?, salam penulis.

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *