0

Cerpen Untukmu Aku Ada !

Cerpen Untukmu Aku Ada ! Sepertinya apa yang ia rasa , dunia adalah neraka ! wah kejam sekali ya ? he he dan ia pun merasa seakan hidup hanyalah bagaimana ia menyelesaikan perjalanan sampai kematiannya tiba, ah , serasa tak sanggup jika melihat hal itu, ku usap peluh yang merembeskan keringat, melajuri dada yang sedari tadi bergemuruh , apa yang aku lihat adalah buah penderitaan dari dia, dan untukmu aku ada.

Sedari tadi aku mengingatnya, mengingat dulu yang pernah ada , di antara aku dan dia dan juga di antara belahan waktu yang teronggok di persimpangan, lagi – lagi jalan ini terasa buntu, dan ia tahu itu, bukan karenanya tapi karena sesuatu yang menghalanginya,air yang mengalir untuk ku sebrangi , dan aku tahu itu, nggak masalah meskipun basah jelas akan aku dapati !

Dan matahari meredupkan sinarnya, juga teduh meredakan keringat yang sedaritadi trsengat panas, yang juga diam – diam menikam, jangan kau teruskan walau sisi lainnya katakan “ Tolong lanjutkan ! jalan tak selalu rata , begitu juga hidup yang kita jalani, danakutersenyum untuk itu, rasanya apa yang aku derita adalah hal yang biasa dan sudah terbiasa.

Untukmu aku ada

Ya , diam diam rasa sayang tertelantarkan, buah dari apa yang aku punya, sebuah hasrat untuk mencintai, tetapi bagaimana cinta ituadanya, he he dan cinta pun tersenyum, berpalinglah kesana andai kau bukan apa – apa dan siapa ! ya, ngilu terasa saat cinta bicara, padahal ia siapa dan sebagai apa ?

moki

Dia , menangis saat tahu, apa yang tak ku punya adalah bukan sebuah keinginan dari sebuah harapan, lalu ia menelantarkanku dengan makian dan sumpah serapah, dan aku hanya mengatakan” Tunggulah aku di sana, sampai aku pulang dan aku katakan aku ini siapa ?

Diapun menangis, saat aku pergi dan ia sendiri, merajut harinya dengan penantian, kapankah aku pulang ? lalu sebuah khabar, mau atau tidak dia di nikahkan sebagai pilihan, dan ia menyimpan penantian panjangnya, seraya bertanya “ Di mana dia dan kapan pulang ?

Sementara angin mengabarkan bak badai taupan, aku beringsut menuju harapan, harapan yang dia dan mereka harapkan, dan mungkin sebuah cahaya terang akan aku bawa, bahwa segalanya yang ada di sini , di dunia bukanlah segalanya dan apa – apa, dan aku pulang.

Dada ini bergemuruh sama seperti waktu itu dengan keringat yang merembesi dadaku, tapi ada yang lain, bukan seperti saat itu, saat di mana keringat melajuri tulang belulang dalam kering dadaku, sekarang tak terlihat itu, dan itu cukup hanyalah sebagai masa lalu.

Dan aku juga masih merasakan kegetiran harapan, seperti harapannya dalam penantiannya, dan saat ini aku pulang, mendengarmu terisak dan menangis lebih dalam, dan aku hanya memandang” Mengapa penderitaan itu terlalu dalam untukmu ?

Tak jua kau bicara, dan aku tahu, sebuah kejujuran tak dapat kau utarakan, ada yang terhalang di antara aku dan dia, tapi itu dulu , di mana kumal dan kotor adalah rias wajahku, sekarang tidak dan ku tinggalkan itu , hanya sebagai masa lalu dan bukan sekarang dan yang akan datang, ia masih terisak, he he kalahk aceurik nya carita teh , he he.

Percepat, apa yang terjadi sobat, dalam cerita ia mencintaiku, tetapi tak dengan orang tuanya, ia menerimaku apa adanya tetapi lain cerita dari orang tuanya, ia juga bicara marilah berjalan bersama ,lain dengan kedua orang tuanya , menoleh dan berkata tinggalkan dia , dan kau siapa ?

Dan itu yang kini segalanya berbeda, aku pulang merampas waktu, dan meluruskan jalan yang banyak tikungan, dengan isakannya saat ini dan juga apa yang dulu menghalangiku untuk mencintainya, dan aku hanya berkata “ lihatlah aku , sekarang aku siapa ? tetapi sayang, bukan untukmu lagi,tetapi bagi dia yang lain ! – M.A.A

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *