0

Cerpen, Wanita Itu Bernama Nyimas Birna

Cerpen , wanita itu Bernama Nyimas Birna

cerpen : wanita itubernama nyimas brna

Ya, aku ingat, pertemuan itu aku dapatkan secara nggak sengaja, menapaki jalan terjal berliku di saat mendaki gunung haruman yang tak begitu menjulang, ya dan tempat yang ramai untk ita kunjungi memang, dan entah karena hoki, di saat elah seorang wanita tersenyum padaku, hehe ia mendaki jugakayaknya, tetapi ia seperti terbiasa mendaki gunung sebab ak aku lihat rasa kecapaian di wajahnya.

Akulah yang begitu ngos ngosan, sampai bambu bambu yang ada di dekatku tercabut dari akarnya, wa..h apakai ilmu apaitu, kok sampai sebegitunya ? he he maklum, biasa tidur terus di pakai mendaki ya..h gini dech jadinya.

Dan ia pun tersenyum emandangku elelahan, “ Baru mendaki ya ? tanyanya , aku hanya mengangguk, lha wong tahu aku kelelahan , mana bisa jawab dengan santai  “ Ya, aku tahu dan kayaknya kau orang baru, datang ke tempat ini? “ Sekali lagi aku mengangguk, mengumpulkan sisa tenaga, dan aku lihat puncak nggak begitu jauh lagi di pelupuk mata.

Duduk dan bersandar, membuka perbekalan dan srupuut ..minum air yang rasanya sangat nikmat dan menyegarkan, sementara wanita itu pun demikian, duduk an terlihat ia pun santai untuk minum dan ku lihat makan makanan ringan yang ia bawa, wajahnya / ah mengapa aku baru lihat secara jelas sobat, dasar lelaki ! “ ya welwh wajahnya cantik kali gan ! ya beruntung di setiap cerita aku selalu enemukan wanita cantik, hm..biar terus semangat ya .

Ya, aku pun bertanya “ Kau mau ke puncak juga ya ? Ia menolehku , mengannguk sebagai tanda mengiyakan..wa..h jadi semangat lanjutkan pejalanan nih ! bisik hatiku , entah mengapa begitu girang ! ya Ia pun nampak bangkit dan bersiap pergi , “ Hei tunggu kita bareng saja ! ucap ku, ia tersenyum dan ulurkan tangan “ mari, ajaknya . “ Ah sekali lagi aku beryuur, udah cape di kasihpemandangan wanita cakep, eh nggak kepalang mujur baik hati pula !, trima kasih Tuhan.

Ya, aku jabat uluran tangannya, halus dan lembut, “ ayolah, nanti keburu petang, bukankah kamu mau lihat sebuah miseri di atas gungung ini ? tanyannya seakan ia mejjaki tujuaku, he he dan itu benar, sebab di balik berolahraga, naik ke gunung haruman uni ada kisahdan cerita, ya sobat “ Ada batu kuda  orang orang namakan, ini di karenakan uda itu menjadi batu, dan bekasnya masih ada yaitu batu yang berbentuk kuda, walau kini tinggal badannya saja , tetapi tetaplah itu adalah sbagai peninggalan cerita tetapi nyata.

Singkat cerita, kami naik  dan ya karena jaraknya nggak terlalu jauh , tak lama aku dan wanita itusampai ke puncak, dan akhirnya aku kenal diadan kami saling berbicara, “ A , syukurlah badan sehat , dapat gebetan , mana ada yang seperti itu kan? Susah amat ! ya, hari hampir sore saat kami seakan saling dekat dan lebih mengenal , tetapi jika berlanjut rasanya aku bakal kegelapan di jalan, pikiru , lalu aku ajak ia turun’ Silahkan duluan katanya. Au terenung, berani amat dia, tetapi aku tak paksa dia, he he” memang kamu berani ? tanyaku, sementara ia memandangku dan tersenyum “ Kenapa nggak aku orang sini , dan ini rumahku, dan beritahulh mereka, namaku Nyimas Birna , katanya, dan aku mngiyakan dalam tanya, di sini nggak ada rumah pikirku, dan saat aku enoleh dan kembali melihatnya, kaget bukan kepalang wanita yang bernama Nyimas Birna tersebut telah menghilang, yangada hanyalah batu kuda di hadapanku, apa yang terjadi ? dan aku pun tak tahu apa apa lagi, lari sekuataku mampu , terperosok, jatuh dan bangun lagi, sampai tiba di bawah danku ceritakan semua yang terjadi , dan mereka hanya menertawakan saja, dasar kamu Ba, ha ha, baru tahu dia ya, tetapi lumayanlah untuk kau buat sebuah cerita kata mereka, he he dan inilah hasilnya, salam penulis.

 

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *