0

CINTA WANITA KU ANGGAP KAU SEBUAH BAYANGAN

Cinta Wanita Kau Ku Anggap Sebagai Bayangan

cinta wanita kau ku anggap sebagai bayangan

Begitu banyak dupa dari para pemuja yang mengepul disertai rapalan, doa atau mantrakah? Biarlah dengan hasrat dari ulangan katakata mereka.

Biarkan seperti itu! dupa yang mengeluhkan siksa atas rindu mereka,  rindu yang tak pernah menyeka peluh dengan sketsa- sketsa disetiap sudutmata, dari mata nanar menatap maya.

Lalu akankah kau tangkapi sesal sesal di diri? sesal yang kau buat sebagai arogansi dan keagungan padaawalnya, sesal yang terbuat dari ribuan hasrat untuk mengaluri dan menyemai rasahati.

Rasa yang terus bicara dari tenunan hari, yang ingin kau sulam menjadi kain kebebasan untuk memilikinya, Menyimpannya dalam lemari hatimu,, lalu kau kunci.

Dupa terus mengepul dengan asap khasnya menyampaikan permintaan dan keinginan, yang membuana mewakilkan diri sebagai sebuah arti dari jembatan yang kau buat dari titian harap.

Harapan untuk menggenggam dengan sukacita, apabila dupa padam , lalu kau nyalakan dupa lainnya agar keinginan bisa terus kau sampaikan.

Agar hasrat tak putus di tengah harapan. ”suka citakah engkau apabila dupa terus menyala dan sedikit harapan terkabulkan?.

Tentu saja, bukankah mawar itu indah untuk dihadiahkan? lalu kau pun terpesona akan indahnya walau tak terasa sedikit duri mengulitimu perlu hatihati di setiap genggam atas apa yang kau pegangi.

Lalu kaupun pergi ingin menyampaikan ini, sesuatu yang terwujudkan dari sebagian risalah hati, gembira dan bahagia dan sedikit demi sedikit bahagia mematahkan bagiannya tanpa terasa dan kaupun tetaplah bahagia.

Dari sedikit rindu yang mengelupas di helai waktu dan tak pernah kau tahu, kaupun tetaplah bahagia dan sukacita dan terus seperti itu mengulang- ulang waktu dan tak pernah tahu Apabila dupa dimatikan, padam dan tak menyala lagi, kemanakah permintaan ini akan disampaikan? .

Kemanakah harapan ini akan digantungkan? dan kaupun sunyi menelikung diri dibukit api, bukit yang membakar hatimu yang lalai diwaktu itu.

Teruslah berjalan dengan kaki yang tertahan, tertatih, tertahan oleh banyak keinginan untuk menggapai harapan dan kealfaan akankah kau tetap bahagia dan sukacita?.

Ketika legam hati menguburmu dalam- dalam dan dengan sengaja meletakan nisan sebagai pusaramu. ”ketika itu menangislah meski tak ada airmata, jalan ini telah terlalui ribuan kali bukan olehku saja  tapi oleh setiap fikir dan juga rasa dari manusia.

Dan kau pun pergi menepikan segala keinginan di hati. .tak lagi merapal doa doa yang setiap pagi dan senja kau bacakan atau berlari  gembira membawa  kabar atas mawar yang indah.

Bukanlah seperti itu ? sekarang  yang ada engkau hanya tersipu ”bukankah itu perjalanan tanyamu? tak ada jawaban .

Sebab asap tak lagi menebal, dupa telah di padamkan hanya itukah?  dan kau pun bertanya: ”cintakah yang menyakitkan?.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *