0

Cintaku di rumah hantu

Cintaku di rumah hantu, Cinta seperti biasa , akan menceritakan kebahagiaan walau diselingi oleh apa yang di namakan berbagai kepedihan hidup, Oleh hanya tersenyum sendiri, betapa tidak ! cinta yang ia dapatkan justeru berbeda dengan lelaki lainnya, ia hanya mengelus rambut anaknya yang tampak lebih cantik pada malam ini, bak seperti seorang putri.

Dan  memang, ia terlahir dari rahim yang tidak biasa bagi seorang anak manusia, ia hanya bersyukur anaknya terlahir dengan selamat, mengisi relung jiwanya dengan mengisi ruang hampa dalam hidupnya, itu dulu , sekarang ia rasakan mempunyai apa yang ia ingin dapatkan, dengan perjuangan dalam pendakian hidup yang teramat panjang.

Oleh dan cerita dalam hidupnya

Seorang oleh hanyalah manusia biasa, ia sebatangkara sejak berumur 11 tahun, nenek ? kebetulan sudah tidak ada, ia sorang diri menempati rumah yang ia dapat sebagai warisan kedua orang tuanya. Ia hanya mengandalkan belas kasihan tetangganya waktu itu, ia hanya dapat menangis saat lapar menderanya, kasihan sekali !

rumah

Tahun demi tahun ia beranjak dewasa, wajahnya cukup lumayan tampan,sebab sebagian di ambil oleh kalian  ! he he,  nah , sekarang ia tak ingin mengandalkan berbagai pemberian tetangganya yang iba, ia berusaha mencari napkah, berbagai pekerjaan ia lakukan untuk menghidupinya, seorang diri.

Lalu ia beranjak puber, yang ini tentunya semua tahu, ia merasakan menginginkan ada seseorang yang dapat mendampingi hidupnya, mengasihinya dan saling berbagi, dan itu wajar bagi setiap lelaki yang normal !

Diam – diam ia mencoba untuk memberikan cinta yang ia punya pada gadis desa , tetapi apa yang oleh dapatkan, sekali lagi mengharukan “ Cinta terharu saat tahu, gadis – gadis yang ingin oleh dapatkan cintanya hanya berlalu memandang sebelah mata “ dan oleh hanya bertanya, mengapa cinta sekejam itu ?

Pertemuan

Sebab itulah, oleh mengaca diri, ia merasakan, apa sih yang dapat ia banggakan sebagai seseorang yang sebatangkara apalagi nggak punya apa – aap ? oleh tidak marah, ia hanya tersenyum sendiri, menertawakan keinginan yang baginya mungkin berbeda dan tak semudah pemuda – pemuda desa lainnya untuk mendapatkan seorang wanita .

Lihat saja si Kara, belum apa – apa ia sudah di beri mobil mewah oleh pacarnya, atau juga si Mona , yang karena ia cantik , ia telah di berikan rumah mewah serta mobil oleh kekasihnya, sementara oleh ?

Oleh menyadari itu semua, gadis – gadis memang telah perbeda , saat ini, kemewahan adalah lebih utama daripada mendapatkan cinta itu sendiri, tetapi itu hak mereka , biarlah ! dan ia seakan melupakan keinginanya tersebut, ia hanya berjuang mencari napkah , menabungnya agar kelak ia dapat sejajar dengan orang lain, nggak di sebut kekurangan atau miskin, dan tentu dengan jalan yang halal .

Tetapi semua berubah, saat suatu hari ia menemukan seseorang di pasar tempat ia mencari napkah, ia masih sangsi, benarkah gadis itu memandang dan tersenyum padaku, ah nggak mungkin sudah terbukti , gadis – gadis apalagi yang berkeinginan tinggi mana ada yang tersenyum indah padaku ?

Tetapi , ia melihat , gadis itu tersenyum, kadung , apa yang akan aku dapatkan itulah kenyataannya ? oleh melangkahkan kakinya mendekati gadis itu, ia hanya berucap saat tiba di hadapan sang gadis “ Sedang apa di sini ? danoleh hanya dapat menjawab sendiri “ Ah dapat aku tebak, jawabannya hanyalah nggak apa –apa kamu hanya kege-eran saja “

Ia  tak menyangka , apa yang ia dengar dari jawaban gadis tersebut  dan apa yang gadis tersebut katakan pada oleh apakah sebuah jawaban kebahagiaan ataukah sumpah serapah…bersambung

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *