0

Gadis Itu Bernama : Shania

Gadis Itu Bernama : Shania

gadis itu bernama : Shania

Gadis cantik bernama shania ini adalah keturunan arab, bisa di pastikan memiliki wajah ketimuran yang medebarkan jantung para lelaki, ya begitulah adanya dan tadinya “ Sebelum sesuatu merenggut apa yang ia miliki “, di sampingnya seorang lelaki bernama tengku, ya sepadan dengan shania, apalagi ia asli orang arab , jelas sudah dan cocok di antara keduanya “ Sebelum sesuatu merenggut  kebahagianya “.

Sebelumya : Shania yang lincah dan primadona , kreatifitas dan kepintaran yang ia miliki membawanya mendapatkan kesempatan yang jarang di miliki setiap orang, ya di sekolahkan atas bantuan dari pemerintah, tak ia keluarkan biaya, dan negara yang ia pilih mesir sebagai tujuan belajar bagi warga indonesia kebayakan.

Dan semua berjalan mulus mulus saja, dan shania ambil program belajar lima tahun , ya karena kepintarannya juga ia cepat selesaikan  sekolah hanya  empat tahun cum laude, pantastis !, cantik , baik dan pintar.

Page hari yang ia ingat, akan tetapi sesuatu merenggut kebahagiannya, ya sebuah kecelakaan ia alami , ketika hari itu ia menyebrang jalan dan ia rasa ia cukup berhati hati, dan sebuah mobil menabraknya, menghancurkan kehidupannya, ia tegeletak di mata sang sopir penabrak yang kebingungan, dan untunglah sopir baik hati ini segera melarikannya ke rumah sait, lalu bagaimana nasib shania ? .

Syukurlah ia selamat, kecelakaan itu tak mereggut nyawanya” Tuhan, mengapa kau seakan menghancurkan hidupku ,  mengapa kau tak adil padaku “ ia masih ingat saat kalimat itu ia tuliskan “ di pembaringan rumah sakit saat ia sadar dan melakukan pemulihan, ia seakan tak percaya nasib hidupnya ! sesuatu yang ada padanya tuhan ambil, menurut diagnosa dokter ahli, mengatakan “ Syukurlah anda selamat, tetapi sayang anda tak mungkin lagi untu dapat berjalan “ sang dokter menjelaskan , dan ia pun pingsan.

Bermimpi melihat pelangi, dan seorang bidadari  menangisinya “ Sabarlah manusia, bukankah Tuhan mengasihi manusia yang sabar atas apa yang telah di gariskan pada seorang manusia “ Shania terbangun , degup jantungnya mengencang , melihat kakinya, dan coba untuk ia gerakan, tetapi ah Tuhan, beginikah akhir hidupku dan ia menangis lagi, di sela tatapan sang perawat yang kasihan , dan ia menangis pula “ Sabarlah sayang , dan ia mendekapnya , walau pun bukan sebagai teman atau sanak famili.

Shania sesenggukan, dan hatinya mengingatkan akan apa yang bidadari katakan dalam mimpinya tadi “ Menangisi kehilangan bukanlah sebuah solusi, dan jika Tuhan mengambil sesuatu darimu PastilahTuhan akan memberkati dan memberi lebih dari apa yang ia ambil “, tangis mereda, dan kini ia sadar , walau belum sepenuhnya, menarik napas dalam kepedihan dan akhirya ia ucapkan “ Aku terima semua ini tuhan , aku Kau ciptakan , kau beri dan Kau ambil lagi, dan memang sesuatu yang seakan aku miliki senyatanya adalah milikMu “ ia menangis lagi, tapi kali ini tangis peyesalan “ Mengapa Tuhan ia persalahkan ? “.

Dari saat itulah ia berkursi roda, tetapi semangatnya terus mengalir, ia percaya Tuhan Maha Atas Segalanya, sampai tengku bertemu , berkenalan dan melamarnya, dan ia sangsikan waktu itu “ benarkah kau mencintaiku orang yang cacat seperti aku ? tanyanya, Tengku hanya ersenyum, bijak ia katakan “ Shania, cacat atau tidak bukanlah suatu perbedan, tetapi aku melihat di matamu ada sebuah rahasia Tuhan, keteguhan dan iman yang kau milikilah itu, sesuatu yang aku sangsikan, apakah itu dapat di miliki wanita normal lainnya ? katanya.

Dan Shania menangis dalam keraguan “ Benarkah apa yang tengku katakan , ia masih di dera rasa sangsi dan kebimbangan sampai Tengku benar benar menikahinya, mengasihinya dan tak malu akan kekurangan akan kekurangan yang shania miliki sebagai isterinya, bahkan hari ini ia bahagia janin dalam rahimnya akan segera lahir, dan sekarang tak perlu ada tangis kepedihan lagi , yang ada sekarang menangislah untuk sebuah kebahagiaan, “ Kok melamun sayang “ suara tengku di sampingnya terdengar jelas, Shania menoleh, betapa kasih sayangnya lelaki yang kini menjadi suaminya itu sekarang , Terima kasih tuhan dan maafkanlah apa yang menjadi kesalahanku , alfa dan mempersalahkanMu, “ Nggak kok Jawabnya, “ Bagus sayang itu yag aku harapkan , tengku bahagia mendekap erat shania penuh kehangatan dan itu sehangat kasih sayang yang Tuhan berikan padanya , walau dalam kekurangan dirinya, dan Shania pun terpejam, salam penulis.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *