0

HIDUP DAN KEMATIAN, ANTARA AZRO’ DAN AKU

Di saat aku terbangun sebuah keganjilan datang, menyelinap menelisik ruang hati di saat malam ketika ada kehampaan dan sepi yang mencekam, dan ku katakan itu bukanlah mimpi !, tetapi sesuatu yang terjadi dan pantas aku renungi, dan malam melukisi hati dengan rasa takut yang mencekam, dan aku pun terdiam.

Di saat aku pulang dalam imagi setengah mimpi, sesuatu terngiang “ Panggilan telah datang !, tetapi aku tetap terdiam merengkuh diriku sendiri dan menabiri ruh ini agar tak pergi dan tetap berada di sini.

Dan aku menangis, berakhirkah semua ini, atau pantaskah aku akhiri ? dan azro’ memanggilku lagi untuk pergi dan aku masih ttap di sini memegang jasad erat erat, agar tak terambilkan segera aku menutup mata ini dan aku katakan : “ Tak perlulah engkau datang saat ini ! dan malam masih sepi meski terngiang dan memanggilku berkali kali, aku tetap diam di sini.

Dan aku menanti pagi, kemana ia pergi dan kurasakan lama sekali, ataukah kau pun menyuruhku pergi ? ada rasa benci menanti pagi, dan malam sepi tak ada suara lagi mereka manusia tidur dalam pelukan mimpi mimpi mereka , lelap dan nyenyak.

Azro memanggilku lagi, dalam diam aku sempat ajukan sebuah pertanyaan, kemana aku harus pergi azro’ ? tak terdengar jawaban, hanya angin dan keheningan semakin membungkam keberanian yang telah lama berdiam, dan aku percaya sebagai sebuah kekuatan.

Azro memanggilku lagi, berulang ulang, dan tak terdengar jawaban saat aku ajukan pertanyaan, angin kembali datang bertiup dan seakan menyalahkan, matahari pun berseri di ufuk pajar dan manusia bangun dan terjaga dari nyenyak tidur mereka, melupakan malam yang menjadi rahasia dari sebuah petanyaan tentang sebuah kematian, dan aku hanya memberi jawaban.

“ Azro pergilah ini bukanlah saat kau datang, suatu saat aku akan memanggilmu dengan semua keikhlasan dan sekarang biarkan aku berjalan, menyusuri pematang hidup agar mengerti, siapa aku, dan kemana arah tujuan.

Dan kusampaikan salam dan itu bukanlah perpisahan antara hidup dan kematian tetapisebuah imagi yang masih tersisa dari mimpi mimpi malam tadi, dan aku pun terbangun dan hidup lagi.

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *