0

Ilmu Dan Ijabah

Ilmu dan ijabah, keduanya berkaitan, ilmu bermacam bentuk, dan yang pertama adalah syariat, yaitu segala sesuatu yang di kerjakan sebagai usaha awal, zhahir dan umum .Dan ilmu syariat akan menjadi dasar dari terbentuknya sebuah ilmu, bermanpaat , kabul dan ijabah, ya, walau hal tersebut tak seindah dan semudah sebuah kata – kata, proses yang panjang dan melalui berbagai penderitaan.

Penulis sadari, penulis bukanlah yang pandai dan pintar, tetapi bagian dari ilmu itu juga adalah berbagi dari apa yang kita ketahui, baik secara pribadi ataupun umum. Syareat adalah aturan, cara dan itu mencakup teori dan juga praktek yang mesti di lakukan ! tak hanya semata – mata sebuah teori , pun tak semata – mata sebuah praktek ! sebab jika seperti itu akan ada kekurangan dalam sebuah ilmu.

Ilmu Dan Ijabah

Ilmu adalah pengetahuan, dan kita sering dengar ilmu hanya di dapat sebagai ilmu, apa itu salah ? he he tidak sama sekali, tetapi di sisi lain ada

sebuah kata “ Sebaiknya” dalam mencari ilmu di sertai pengetahuan akan ilmu tersebut, baik cara, guna atau kemanpaatan dan lainnya.

Mengapa begitu ? sebab jika saja ilmu yang kita dapat tanpa tahu akan cara menggunakan ilmu tersebut, ada kekurangan di dalamnya. Kekurangan untuk mengerti akan bagaimana dan cara apa sebuah ilmu di manpaatkan ! sebab sebuah ilmu adalah bagian lain dari harapan kita , sebagai alat untuk mencapai apa yang kita inginkan menjadi sebuah kenyataan, dan ilmu itu terijabah dan kabul.

Dan ada hal – hal yang mungkin dapat mempengaruhi ijabah sebuah ilmu, ya sebagai bahan intropeksi bagi penulis sendiri, dan mudah – mudahan bermanpaat bagi yang membacanya, tak ada yang lebih pintar dan tak ada yang bodoh di sini, semua sama, sama – sama mencari, ilmu dan juga ijabahnya.

Hal – Hal Yang Mempengaruhi Ilmu Dan Ijabah :

  • Kurang tahu akan cara bagaimana sebuah ilmu dapat kita gunakan dan amalkan, cara adalah jalan agar sebuah ilmu benar untuk kita pergunakan sebagai peruntukkannya, setelah itu tentu ada hasil maksimal yang akan kita dapat daripada mempergunakan sebuah ilmu tanpa tahu cara ataupun kurang tahu akan caranya mengunnakan ilmu tersebut.
    • Kondisi hati, sisi ini biasanya akan mengganggu , sebab ilmu tak terlepas dari komando hati, hati yang tenang , bersih dari kotoran , ikhlas serta kebaikan yang ada di dalamnya akan membuat ilmu yang kita miliki berguna dan bermanpaat , dan tentu ada ijabah di dalamnya, kita tinggal koreksi diri kita sendiri.
    • Ilmu juga adalah sebuah hikmat, dan melihat ke dalam adalah hal yang lebih baik ! tentang bagaimana diri kita dan bukan bagaimana kesalahan orang lain ! dan hikmat dalam sebuah ilmu akan melahirkan kebijaksanaan, dengan kata lain bijak terhadap diri dan juga orang lain, dan itu sangat bermanpaat bukan ?
    • Ilmu juga adalah sebuah keyakinan ! sebab ilmu datang dari siapa ? dan ilmu yang di sebabkan keyakinan hanya pada penciptallah yang akan ijabah dan di kabulkan, apa sebabnya ? sebab Tuhan adalah timbal balik dari apa yang kita pikirkan, jika kita positip dengan keyakinan kita akan adanya Kuasa –nya ? kita tak perlu bertanya lagi, apa yang kita dapat dari Tuhan !

    Ilmu juga adalah pemberian si pemberi, dimana ilmu datang dan bagaimana ilmu tersebut kita dapatkan, dengan pertukarankah, pengharapan dari si pemberikah atau dengan cara manpaat dan keikhlasan si pemberi ? ya, mari kita kaji sendiri sendiri, sebab ijabah datang dari tuhan, melalui kemanpaatan ilmu yang kita gunakan dan juga keikhlasan darimana ilmu tersebut di dapatkan dan dengan cara apa ?Banyak kekurangan yang penulis sadari, kekurangan adalah bagian kealfaan penulis ,semoga tuhan maafkan pengetahuan bukanlah menunjukan siapa diri saya atau kita tetapi pengetahuan akan menunjukan bagaimana pengetahuan dari sebuah ilmu dapat kita manfaatkan dan semoga ijabah dan kabul, penulis.

     

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *