0

Ini Solusi, Bagaimana Keluarga Harmonis ?

Ini Solusi, Bagaimana Keluarga Harmonis ? Ada kalanya, sebuah kehidupan tak berjalan mulus, ya, minimal menurut diri kita sendiri dengan mengabaikan apa yang menjadi pendapat dari orang lainnya, sebab setiap manusia mempunyai keadaan yang berbeda – beda satu sama lainnya dalam kehidupannya, nggak bisa sama  !

Kemudian, haruskah itu menjadi sebuah masalah dalam kehidupan keluarga kita ? Ssuatu hal yang kadang menurut kita salah , tetapi di sisi lainnya ada hal – hal yang tidak atau belum kita mengerti dan pahami, mengapa semua itu mesti terjadi ?

Dalam hal inilah , ketenangan, kesabaran dan juga solusi kita perlukan, dan itu bukan untuk kemenangan diri kita sendiri , tetapi mencoba untuk bijaksana dan kemenangan semua yang ada dalam keluarga dan tanpa melukai di antara satu anggota keluarga dan lainnya, itu yang kita perlukan sekarang !

Dilema dalam keluarga

Mengapa seperti itu  ? ya, sebab dalam keluarga selalu saja ada yang namanya dilema dan juga problema, entah apapun yang menjadi dilema tersebut , tetaplah hal tersebut akan sedikit banyak mengganggu aktifitas ataupun pikiran kita sebagai bagaian dari sebuah keluarga .

Untuk itu, pahami apa yang sedang terjadi , atau adakah yang salah ? mari kita lihat !

Larangan !

Di sadari atau tidak ! larangan akan selalu ada, kita mungkin nggak menyadari, bahwa larangan itu telah ada dan berlaku bagi kita sedari kecil, walaupun mungkin tak di sadari oleh seorang anak ataupun seorang orangtua, tetapi kebanyakan , yang memberi larangan adalah orang tua sebagiai pengelola dalam sebuah keluarga, entah itu ayah ataupun  seorang ibu , dan sadarilah itu !

Jika sobat masih nggak sadar,cobalah ingat , akan larangan seorang orangtua, dalam hal kecil mereka akan melarang anaknya untuk melakukan perbuatan jahat ataupun hal – hal yang tidak baik bagi anaknya. Dan itu mereka lakukan saat kita kecil dan nggak menyadari apa yang salah dan juga apa yang mesti kita lakukan, lalu setelah besar, apa larangan tersebut masih berlaku ?

Larangan Dan Kebijaksanaan

Tentu sobat akan menjawab, ya, tentu saja ! tetapi dalam hal apa larangan itu di berlakukan ? untuk itulah , mari kita coba mencari, apa dan bagaimana solusinya ! Ada larangan yang mungkin masih relevan untuk di berlakukan orangtuanya saat anaknya besar dan tumbuh dewasa, tetapi ingat juga ada larangan yang mungkin tidak atau tak sesuai untuk di berlakukan.

Larangan akan sesuatu hal yang salah dan benar bagi anak adalah larangan yang harus dan mesti berlaku hingga anak dewasa, hal ini masih relevan, walau anak sudah mengetahui akan hal salah dan benar, tetapi sebagai sisi lain dari tanggungjawab orangtua akan anaknya .

Sebab di sisi ruanglingkup keluarga ada ruanglingkup lainya semisal lingkungan dan pergaulan yang mungkin saja akan menyisihkan hal yang baik dan benar dari diri si anak, lebih jauh larangan akan hal yang kurang baik bisa di artikan sebagai sebuah pengingat bagi anak yang sudah tumbuh dewasa , itu tidak merugikan bukan ?

Itu sebagaian hal yang masih kita rasa relevan, lalu ada hal yang lain yang menuntut sebuah kebijaksanaan dari seorang orang tua, dan itu adalah :

Kita sebut kebebasan bertanggung jawab ! he he , kita sederhanakan saja, kita selalu dengar ada larangan ini ataupun itu dari orang tua pada anaknya, tetapi di sini kita bermain bukan untuk membenarkan salah satu argumen , baik dari orangtua ataupun seorang anak , sebab segala sesuatu yang patut kita pegang bukanlah hal tersebut, yang harus kita mengerti adalah bagaimana masalah tersebut menemukan solusinya !

Seiring tumbuh kembang seorang anak, seiring dengan itupula sebuah kebebasan demi kebebasan di berikan, kita passback, apakah yang kita tak tahu dan tak mengerti saat kecil masih harus terlarang , sementara kita sebagai anak telah dewasa dan mengerti apa yang dulu di larang buat kita lakukan ?

Tentu kita berpikir, itu tak harus ! jika masih, akan yang terjadi adalah tekanan terhadap psikologi seorang anak . Apalagi jika apa yang akan kita perbuat adalah hal yang telah kita mengerti dan bukan sesuatu yang buruk, tetapi masih ada orangtua yang menganggap bahwa hal tersebut tak boleh, he he bagaimana ini ya ?

Dua hal dapat kita yakini , mengapa hal tersebut terjadi, mari kita lihat dari sisi psikologi seorang orang tua, mengapa ia lakukan hal tersebut, maaf jika ada kekurangan, manusia nggak ada yang sempurna bukan ?

Orang tua, mempunyai tanggungjawab besar terhadap anaknya, di sadari ataupun tidak oleh anak yang merupakan tanggungjawabnya.

Orangtua juga ,bertanggungjawab untuk kebaikan hidup anaknya baik dari sisi materi maupun immateri, dan apapun ia lakukan demi anak- anaknya , jika saja ia merupakan orangtua yang brtanggungjawab atas tugas yang ia emban sebagai orangtua.

Orangtua selalu ingin di hargai oleh anak-anaknya akan apa yang ia haruskan dan apa yang ia larang.

Terlalu besarnya rasa kasihsayang seorang orangtua terhadap anaknya, walaupun mungkin anak nggak menyadarinya.

Orangtua juga bukanlah manusia sempurna, ada sisi lain yang mungkin tak sepenuhnya ia pahami, bagaimana ia harus berperan demi kebaikan anak-anak yang di kasihinya.

Dan masih banyak lagi, juga dari seorang anak, ada sisi lain yang mungkin kurang berkenan terhadap orang tuanya, dan ini juga mesti sobat sadari !

Seorang anak yang tumbuh dewasa , walau tak semuanya, cenderung merasa ia telah besar dan merasa nggak sreg dengan apa yang di sebuat larangan dari orangtuanya.

Ia juga bisa cenderung punya sisi egois yangmana hal inipun akan bertabrakan dengan egoisme orangtuanya, dan itu tak mungkin akan menyelesaikan masalah yang ada !

Seorang anak juga cenderung merasa segan untuk menyampaikan apa yang menjadi pendapatnya, dan membuka ruang untuk saling memahami antara ia dan orangtuanya dengan menjalin komunikasi, dan hal – hal lainnya.

Yang terjadi Dan Solusi !

Seperti dalam ulasan di atas tadi, nggak ada sebuah solusi jika saja kita tak mau mengerti dan menjalin komunikasi sebagai sebuah jembatan untuk saling mengerti dan memahami di antara seorang anak dan orangtuanya.

Dan untuk itu , cobalah hal berikut:

Berkomunikasi adalah hal terpenting, jalinlah sedikit demi sedikit komunikasi di antara anak dan orangtuanya, hilangkanlah sekat anak dan orangtua, sebab di sini kita berbicara solusi bukan bicara strata di antara anak dan orangtua.

Tanyakanlah, apa yang kurang sesuai atau apa yang di rasakan antara anak dan orangtuanya, bicara jujur dan benar adalah hal terbaik, dan jangan ragu untuk melakukan hal tersebut demi kenyamanan dalam keluarga yang kita miliki !

Saling memberi pemahaman dengan argumen yang jelas dan dapat di mengerti, megapa orangtua katakan ini atau mengapa seorang anak ingin lakukan itu, lalu, carilah titik temunya .

Jadikanlah orangtua sebagai tempat bertanya, sebab hal itu akan membuat orangtua di akui keberadaannya dan ia merasa di hargai

Kontinyu juga perlu, perlahan tapi pasti  teruslah memberi pemahaman dan selalu mencoba , toh suatu saat akan mengerti juga dan akan saling memahami.

Dan jika apa yang telah anda lakukan belum berbuah hasil yang anda inginkan, hal terbaik adalah terus mencoba dan juga bersabar, toh tak ada sesuatupun yang abadi dalam hidup ini, sesuatuyang kita harus lakukan adalah berupaya untuk merubah apa yang ingi kita rubah dalam kehidupan kita dan bukan seolah kita yang tahu dan memilikinya, sebab semua akan kembali padanya, apapun itu !

Jika hari ini hitam, mungkin esok akan menjadi putih dan yakini hal itu agar diri selalu percaya dan dapat merubah apa yang igin kita rubah dari buruk menjadi baik, tambah baik dan lebih baik lagi tanpa melukai dan megorbankan persaan tertutama orangtua kita yang kita sayangi .

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *