0

Kahlil Gibran,Waktu Dan Persahabatan

Mengenal Karya Karya Sang Penyair, Marilah kita mengenal Sosok Kahlil Gibran sebagai seorang penyair dengan karya karyanya yang indah, seperti di bawah ini : Kahlil Gibran : Bagaimana Perihal Waktu ? Di jawab oleh Sang guru :

Kau ingin mengukur sang waktu

yang tiada terukur dan tanpa ukuran

Bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu
Menggunakan ukuran musim serta jam jam waktu
Suatu ketika kau akan menciptakan sungai cita cita
Dan di pinggirnya kau merenungi aliran airnya
Namun unsur abadi dalam dirimu
Tiada asing lagi, tetapi
Telah menyadari keabadian sang waktu.
Dan mengetahui
Bahwa hari kemarin adalah tiada lain kenangan hari ini
Dan hari depan yang merupakan impian masa kini
Engkau hendak menyesuaikan sepak terjangmu
Dan bahwa apa yang bernyanyi, merenung diri dalam sanubari
Sesungguhnyalah masih senantiasa menghuni.
Ruang semesta saat pertama
Yang menaburkan bintang gemintang di angkasa raya
Siapa di antaramu yang tiada merasa, bahwa
Kemampuannya berkasih sayang tiada terduga ?
Namun siapa pula yang tak menghayati
Bahwa kasih sayang sejati,
Walaupun tanpa batas, bersemayam dalam inti diri
Dan tiada bergerak dari satu perasaa kasih keperasaan kasih berikutnya.
Pun tiada melompat dari tindakan kasih ke tindakan kasih berikutnya
Dan bukankah sang waktu, sebagaimana hakekat cinta kasih,
Tiada mengenal batas ukuran , serta tak dapat di bagi ? Tapi, apabila ada keharusan dalam pikiran untuk membagi
Sang waktu, ke dalam ukuran musim demi musim.
Maka biarkanlah tiap musim merangkum musim lainnya
Serta biarkanlah masa kini selalu memeluk masa lampau dengan kenangan.
Dan merangkul masa depan dengan kerinduan.
Menyusul Bicara Seorang Remaja Mencari Kebenaran Tentang Persahabatan.
Dan Mendapat Jawaban :
Sahabat adalah kebutuhan jika yang mendapat imbangan
Dialah ladang hati yang penuh kasih kau taburi
Dan kau pungut buahnya penuh terima kasih.
Dia pulalah naungan sejuk keteduhanmu
Sebuah pediangan demi kehangatan sukmamu
Karena kau menghampirinya di kala hati gersang dan kelaparan,
Dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian
Bila dia bicara, menyatakan fikirannya.
Kau tiada menakuti bisikan “ Tidak “ di kalbumu sendiri
Dan tiada rasa takut melahirkan kata “ Ya”
Dan bilamana ia diam, terbungkam tanpa bicara
Hatimu tiada ‘kan henti, mencoba menangkap bahasa hatinya
Karena dalam rangkuman persahabatan tanpa kata.
Segala pikiran, harapan dan keinginan
Di cetuskan bersama dan di dukung bersama
Dengan suka cita yang utuh dan tiada tersimpan
Di saat berpisah dengan teman, kau tiada kan berduka cita
Sebab apa yang paling kau kasihi darinya.
Amatlah mungkin lebih cemerlang dari kejauhan
Sebagaimana sebuah gunung, nampak lebih agung
Dari tanah ngarai dataran
Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan
Kecuali saling memperkaya kejiwaan.
Sebab kasih yang masih mengandung pamrih
Di luar misterinya sendiri
Bukanlah kasih, namun jaring yang di tebarkan
Hanya akan menangkap apa yang tiada di harapkan.
Persembahkanlah yang terindah bagi persahabatan
Jika dia harus tahu musim surutmu
Biarlah dia juga mengenal
Musim pasangmu
Sebab, siapa sahabat itu ?, hingga kau hanya mendekatinya.
Untuk bersama sekedar akan membunuh waktu ?
Carilah ia !, untuk besama : menghidupkan sang waktu !
Sebab dialah orangnya untuk mengisi kekuranganmu.
Bukan hanya untuk mengisi keisenganmu
Dan, dalam kemanisan persahabatan
Biarlah ada tawa riang kegirangan
Berbagi duka dan kenangan.
Sebab dari titik kecil embun pagi
Hati manusia menghirup fajar hari
Dan menemukan gairah segar kehidupan. ( Sumber : Kahl
Il Gibran, Sang Nabi, Terjemahan : Sri Kusdyantinah )

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *