0

KEAJAIBAN MALAM SERIBU BULAN( LAILATUL QODAR )

Sesuatu yang di jelaskan dalam Al Qur`an adalah sebuah kebenaran dari sang maha pencipta , Allah Swt, dan kebenaran tersebut adalah keajaiban bagi kita umat manusia.

Keajaiban lailatul qadar disembunyikan NASA
Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah baljah (tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan disaat pagi harinya matahari keluar dengan tanpa ada radiasi cahaya.

Ini menunjukan kemurnian ciptaan tuhan yang dapat kita rasakan keagungannya mesti tidak dapat secara jelas mengetahui dan merasakan keagungannya.

Sayyid juga menegaskan, terbukti secara ilmiah bahwa pada hari-hari biasa ada sekitar 10 bintang dan 20.000 meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali malam Lailatul dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun, seperti yang saya kutip dari tribunnews.

Hal ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun yang lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya dPernyataan ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA Carner , seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir.

Hal ini bukan pertama kalinya, NASA mendapatkan kritikan dari pakar Islam. Pakar geologi Islam Zaglol Najjar juga pernah menegaskan bahwa NASA pernah meremove satu halaman di situs resminya yang pernah dipublish selama 21 hari.

Halaman itu tentang hasil ilmiah yakni cahaya aneh yang tidak terbatas dari Ka’bah di Baitullah ke Baitul Makmur di langit.

Sayyid pun menegaskan, jendela yang berada di langit itu sangat mirip yang disebutkan dalam Al-Quran.

Firman Tuhan

“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. tentulah mereka berkata: “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.” Al quran surah Al-Hijr: 14.

Dan mengumumkan kepada dunia dengan alasan agar para non Muslim tidak tertarik masuk Islam. Saat itu Carner dengan bukti jelas bahwa jagat raya saat itu gelap setelah jendela itu tersibak.

Dan sungguh hal tersebut merupakank arunia yang sangat agung dan jarang kita dapatkan, tetapi pada kenyataannya selalu saja manusia selalu menipu diri dan mendustakan akan kebesaran kebesaran Allah Swt.

Karenanya, setelah itu Carner mendeklarasikan keislamannya.Setelah Carner masuk Islam, ia lalu menafsirkan fenomena mencium Hajar Aswad atau mengisyaratkan kepadanya seperti turut Abdul Basith Sayyid bahwa batu itu merekam semua orang mengisyaratkan kepadanya (dengan lambaian tangan) atau menciumnya.

Carner pun mengungkapkan tentang sebagian potongan Hajar Aswad yang pernah dicuri. Setelah 12 tahun diteliti, dilansir oleh voa-islam, seorang pakar museum Inggris menegaskan bahwa batu tersebut memang bukan dari planet tata surya Matahari.

Dan untuk yang kesekian kalinya tuhan membuktikan apa yang ia firmankan dalam Al Qur`an, tentang kebenaran kebenaran dari ayat ayatnya, sebagai petunjuk manusia yang bertaqwa dan beriman kepadanya.

Carner kemudian mendatangi pakar Inggris itu dan melihat sample Hajar Aswad sebesar biji (kacang) hims. Ia lalu menemukan bahwa batu itu melancarkan gelombang pendek sebanyak 20 radiasi yang tidak terlihat ke segala arah. Setiap radiasi menembus 10 ribu kaki.

Oleh karena itu, tegas Sayyid Abdul Basith, Imam Syafi’i menyatakan bahwa Hajar Aswad mencatat nama setiap orang yang mengunjunginya baik dalam haji atau umroh sekali saja.

Carner menambahkan, batu itu mampu mencatat nama-nama orang yang berhaji dengan radiasi gelombang nya.
Sungguh luar biasa , dan mengagumkan !.

Akan tetapi kadang semua orang yang memiliki pengetahuan jika belum diberi hidayah mereka tidak akan pernah memahami arti sebuah “keajaiban”.

Itulah keajaiban malam lailatul qadar, semoga menambah pengetahuan Anda. Ia menyayangkan kelompok jutawan Arab yang kurang perhatian dengan masalah ini sehingga dunia tidak mengetahuinya.

Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة); tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.”

Sayyid menegaskan, terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali Lailatul Qadr dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun.
Masalah ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya dengan alasan agar non Muslim tidak tertarik masuk Islam.

Statemen ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA bernama Carner, seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir.

Hal tersebut dikemukakan Abdul Basith Sayyid, Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, serta Dr. Abdul Basith As-Sayyid juga mendukung hal tersebut dalam sebuah program di TV Mesir.

Sayyid juga menegaskan, pakar Carner akhirnya masuk Islam dan harus kehilangan jabatannya di NASA, begitulah kebenaran kebenaran keagungan tuhan terungkap dengan jelas, tinggal kita renungi , sudah se

pantasnya kita menyadari, tuhan yang satu untuk kita imani dengan kebenaran kebenarannya. ( Catatan : Dari berbagai sumber )

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *