0

Ketahuilah, mengapa menikah di anjurkan !

Ketahuilah, mengapa menikah di anjurkan ! Menikah adalah hal yang biasa dalam kehidupan makhluk di muka bumi ini, menikah juga adalah sarana meneruskan keturunan untuk masa depan ,jika tidak, maka akan berhentilah keturunan tersebut , apalagi jika setiap manusia tak menikah, mungkin sudah berapa lama kehidupan ini nggak ada alias musnah !

Lalu , hal – hal apa saja yang ada dalam sebuah pernikahan ? dalam suatu hal , pastilah akan ada ,anjuran, syarat , rukun dan juga yang lainnya sebagai sarana pelengkap akan hal tersebut, apalagi dalam sebuah pernikahan yang di anggaap sakral dan suci, tertinggalnya satu atau dua hal di atas tadi, memungkinkan untuk membatalkan adanya sebuah pernikahan .

Anjuran  untuk menikah

Adanya anjuran atas sabda nabi Muhammad Saw, mengenai sebuah pernikahan dari sebuah riwayat yang di kutip dari Hadist riwayat Ahmad menceritakan : Nabi Muhammad SAW , bersabda , yang artinya : Wahai segenap pemuda, barang siapa mampu memikul beban keluarga , maka nikahlah ! juga dalam riwayat lainnya :” Barang siapa mampu untuk menikah, maka menikahlah ! karena sesungguhnya, nikah itu lebih dapat menahan pandangan dan menjaga kehormatan, sedang , barang siapa yang tak mampu untuk menikah maka di anjurkan untuk berpuasa, karena puasa merupakan benteng bagi dirinya ( Dapat meredam gejolak hawa nafsu syahwat ).

Hal di atas tersebut, memberikan pemahaman bahwa menikah adalah anjuran bagi setiap manusia, juga sebagai sarana mendapatkan ketenangan dan limpahan rahmat-Nya, dan tentu di balik itu semua ada hal yang membolehkan untuk menikah,seperti andai seseorang telah mampu untk menapkahi sebuah keluarga, dan juga bertujuan sebagai peredam hawa nafsunya, dan jika melakukan nikah adalah lebih baik daripada ia terperosok pada perzinahan !

Hukum nikah

Menikah dengan berbagai kebaikannya tak lepas dari hukum yang ada dalam agama, dalam hal ini agama Islam. Dan hukum adalah landasannya , mengapa dan harus seperti apa seseorang melakukan pernikahan, dan hukum dalam nikah seperti di bawah ini :

Pertama , hukum menikah adalah Wajib, bagi seseorang yang mengharapkan keturunan, takut akan berbuat dosa dengan berzina jika tidak menikah, baik dia melakukan nikah ataupun tidak, meskipun pernikahannya mungkin akan memutuskan ibadahnya yang tidak wajib.

Yang ke 2 adalah Makruh, bagi orang yangtak ingin menikah dan tak mengharapkan keturunan, serta pernikahannya dapat memutuskan ibaahnya yang tidak wajib.

Yang ke -3 adalah Mubah, ini berlaku bagi orang yang tidak takut berbuat zina, tidak berharap mendapatkan keturunan, dan tidak memutuskan ibadah yang tidak wajib.

Lalu yang ke -4 adalah Haram,ini berlaku bagi seseorang yang kemungkinan tak dapat membahagiakan isterinya nanti,seperti ia tak dapat melakukan senggama atau lemah syahwat, tidak mampu menapkahi keluarga dan juga memiliki pekerjaan haram, meskipun ia ingin menikah dan tidak takut berbuat zina, hukum ini bukan hanya untuk laki – laki , tetapi juga berlaku bagiseorang wanita.

Dan tambahan Wajib , untuk seorang  wanita yang lemah dan tak dapat memelihara dirinya dan tak ada benteng lain kecuali ia menikah.

Rukun dalam pernikahan

Rukun dalam sebuah pernikahan ada 5 , 2 orang pengakad, yaitu suami dan wali, 2 orang yang di akadi, yaitu isteri dan mahar, Baik maskawin yang jelas maupun maskawin secara hukum, misalnya nikah yang menyerahkan mahar dan yang terakhir atau kelima adalah shighat.

Yang penting, suami dan isteri adalah rukun, karena hakekat dari nikah hanya dapat terjadi karena adanya suami isteri ( Pasangan yang akan di nikahkan). Sedangan wali dan shighat termasuk syarat , karena keduanya berada di luar keadaan nikah.Maskawin dan saksi tidak termasuk rukun dan syarat, sebab pernikahan dapat terwujud tanpa keduanya.

Memilih wanita ideal

Sebelum menikah , tentu seorang laki – laki mesti mempunyai seorang pasangan wanita untuk ia nikahi, dan ada hal – hal yang dapat menjadi ukuran akan baik tidaknya seorang wanita yang ingin kita nikahi, Rasulullah SAW bersabda  kepada zaid bin Tsabit” Hai Zaid, apakah engkau sudah menikah ? Zaid pun menjawabnya “ Belum ya Rasulullah” Nabi bersabda lagi “ Menikahlah engkau, agar selalu terjaga sebagaimana engkau menjaga diri, dan janganlah sekali – kali engkau menikahi lima wanita seperti ini” Zaid bertanya “ Siapakah yang lima perkara itu yaa Rasulullah ? maka sabda Nabi ,  mereka adalah

  • Pertama, Syahbarah, yaitu wanita yang brmata abu –abu dan jelek dalam bertutur katanya.
  • Kemudian Lahbarah, ialah wanita yang memiliki tubuh tinggi dan kurus.
  • Yang ketiga ,Nahbarah, yaitu wanita tua yang g senang membelakangi suaminya saat tidur
  • Keempat ialah Handarah, wanita cebol yang tercela.
  • Dan terakhir adalah lafut, yaitu wanita yang melahirkan anak dari laki – laki selain kamu ( Pezina )

Nabi memberitahukan , akan bagaimana wanita yang seharusnya kita pilih, dan tentu yang pertama dan utama  memilih wanita atas agama dan ketaatannya dalam beribadah !

Keutamaan – keutamaan dalam menikah

Menikah mempunyai keutamaan – keutamaan di dalamnya , seperti termaktub dalam kias dan kalimat sahabat Mu’adz bin jabal yang mengatakan : “ Shalat orang yang sudah menikah lebih utama daripada empat puluh  rakaat orang yang belum menikah”

Sahabat Abdullah bin abbas r.a, berkata “ Kawin atau menikahlah kalian, karena sehari bagi orang yang sudah menikah adalah lebih baik daripada ibadah seribu tahun “

Dan juga nabi bersabda” Barang siapa yang belum menikah,maka ia belum termasuk sebagai bagian dari umatKu”

Dan keutamaan lainnya , tetapi pada intinya , anjuran dan keutamaan menikah adalah sebagai penjaga dari hawa nafsu yang senantiasa bergejolak dalam diri seorang manusia.

Nikah pun memberi manfaat seperti , agar mendapatkan keturunan dan bahaya dari menikah juga ada , yaitu adanya kebutuhan untuk keluarganya yang dapat mendorongnya untuk melakukan usaha atau berusaha dengan jalan yang haram !

Pernikahann selain dalam hukum dan syarat di atas

Menikah merupakan rahmat,rahmat atas jalinan dua insan yang mana hal tersebut akan mempererat tali persahaban dan kekeluargaan di antara dua keluarga, tetapi ada kalanya, kita mendengar adanya perkawinan yang berbeda dalam agama yang di anutnya, dalam hal ini , kita tak dapat secara rinci ,apa itu boleh atau tak di perbolehkan, sebab ada inti dari permasalah tersebut , yaitu, bagaimana diri dari yang melakukan hal tersebut.

Dalam hal ini, ini hanyalah sebagai pendapat dan pandangannya saja , sebab ada hukum yang berlaku untuk hal tersebut dalam hal ini ada hukum pemerintahan dan juga majelis dari agama – agama yang ada di sebuah negara untuk menyatakan , apa itu boleh atau tidak,.

Tetapi , dalam pemikiran kita sebagai seorang manusia yang terbatas pemikirannya , kecuali atas rahmat dan hidayah-nya. Secara logika kita katakan hal tersebut akan kembali pada dirinya masing – masing dan juga kembali pada agama yang di anutnya,  bagaimana agama yang di anutnya mengatur tatacara dan bagaimana seseorang melakukan sebuah pernikahan, dengan siapa dan seperti apa, lalu apa hukum yang ada dalam agamanya tersebut ?

Atas dasar hal tersebut, perbedaan, pertentangan tak akan ada, sebab seseorang yang akan melakukan pernikahan beda agama , akan tahu dan mengambil resiko sendiri tanpa di embel – embeli akan agama yang ia bawa, jika dalam aturan sebuah agama , menikah dengan lain agama tidak di perbolehkan , kemudian ia melanggarnya, siapa yang patut anda salahkan bukan ? apa agama yang di anutnya atau justeru orang tersebut yang telah melanggar ketentuan yang ada dalam agama yang di anutnya?

Permasalahan lainnya adalah, keluarga dengan agama yang berbeda , apa itu salah ? Agama adalah pedoman hidup manusia , iman dan juga percaya atas agama yang di anutnya, walaupun di mungkinkan adanya agama yang berbeda – beda walaupun dalam satu keluarga .

Apa itu salah ? he he kita tak katakan dan tidak menjudge hal tersebut adalah sebuah kesalahan, jika kau mengimani sebuah agama yang kau percaya, maka imanilah sepenuh hati ,Nah yang agak pusingnya jika saja kita mau melakukan sebuah pernikahan, sang ibu agamanya lain, anak juga lain agama , bagaimana ini ya ?

Tak ada yang di persalahkan, agama yang berbeda tak akan meluruhkan sebuah kewajiban seorang anak untuk mentaati dan menghormati ibunya, dia adalah tetaplah ibu kita, yang melahirkan dan memberi banyak rasa kasih sayang yang tak terhingga untuk kita.

Tetapi , susah juga, jika seorang ibu berbeda agama dengan anaknya, apa yang harus kita lakukan ? pertama , tak ada kita jika tak ada seorang yang melahirkanya yaitu ibu kita,

Lalu , perbedaan akan agama yang kita anut dan juga seorang ibu anut bukanlah pemutus sebuah tali di antara anak dan juga seorang ibu.

Dan jika saja seorang ibu beragama ini dan anaknya  beragama itu , maka yakinlah akan ada perbedaan di atara keduanya, dan jika hal tersebut di rasa sebagai sebuah halangan untuk melakukan pernikahan misalnya, jalan terbaiknya adalah :

  • Tetaplah memohon idzin dan keridhoannya jika hal tersebut memungkinkan, lakukanlah bagaimanapun atau apapun resiko yang akan anda terima.
  • Tetaplah menghormatinya tanpa terhalang akan apa yang ia percaya dan anda percaya.
  • Dan jika anda meyakini dan mengimani sebuah agama, maka lakukanlah pernikahan sesuai dengan agama yang anda percaya dengan melakukan apa dan aturan apa yang ada dalam agama yang anda yakini ! dan bukan berarti tak menghormati seorang ibu yang tak menyetujui pernikahan yang akan anda jalani.
  • Memohonlah petunjuk pada Tuhan yang anda yakini,Ia Maha Mendengar Dan Mengetahui segala isi hati hambanya.
  • Terakhir , terimalah kenyataan yang ada, sebab kenyataan yang ada dan anda alami adalah yang terbaik untuk diri anda, untuk masa kini atau di masa datang.
  • Yakinilah , segala sesuatu akan berubah seiring waktu.

Kita hanyalah manusia yang di ciptakannNya , terlahir atas keridhaan dan juga keinginanNya dan juga tentu dengan hal – hal yang akan kita dapat dan terima dalam kehidupan di dunia ini,  sebagai sebuah nasib, taqdir, qadha dan qodar dan yakinlah itu atas kehendaknNya.

Sebab tak ada sesuatupun hal yang terjadi dan kita alami kecuali atas kehendakNya, termasuk perbedaan agama yang ada di dunia ini atau bahkan dalam sebuah keluarga, semoga semua di rahmati tuhan yang maha kuasa yang melahirkan perbedaan di antara satu agama dan agama lainnya, dan bukan untuk saling memerangi di antara yang satu dan yang lainnya.

Tetapi unttuk memahami ke-Maha besaranNya , apa pun yang Ia ciptakan adalah keindahan yang nyata , walaupun seakan itu seperti sebuah perbedaan menurut ukuran seorang manusia.  M.A.A

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *