0

MATAHARI MENUNGGUKU DI UJUNG PELANGI

Matahari Menungguku Di Ujung Pelangi. Apabila awan menaungi dan enggan beranjak pergi,sampai serak matahari berteriak! tetap saja awan dan hujan tak lekas pergi seakan sepakat untuk terikat,biarkanlah semua pasti akan bertepi ada batas tepiannya.

Hanya saja,sang waktu enggan menyatakannya kapan?”seperti jalan hidup dan kehidupan yang selalu memahat batu dan mengukirnya menjadi sebuah jalan hidup atau pilihan hidup.

Di jalan lain hidup dan kehidupan menggali hingga ke dasar bumi mencoba menemukan batas sebagai jalan hidupnya.

hitam, kelam dan gelap untuk memandang jauh kedasar lubang tetapi itulah hidup,dan memilih jalan hidupnya sendiri sebagai sebuah arti.
Tunggu aku di ujung pelangi! ketika mentari tak ternaungi awan dan hujan lagi dan angin menyapa lembut, menyibakan laju sepoinya ,yang terkadang menidurkan kita alam kesejukan dan kelembutannya.

Katakanlah

Katakanlah,kita bisa tersenyum lagi karena sebagian hidup bukanlah hitam..kelam dan juga penderitaan.
Lihatlah dia,pelangi yang melingkari langit,menasbihkan hikayat akan sesuatu yang elok untuk kita dengarkan.

upel

Tarian bidadari-bidadari yang turun ke bumi,mengharumi kolam-kolam yang setiap saat sang bidadari melabuhkan diri denga air suci,yang menyanyikan langgamnya,hingga kita terkenang untuk selalu dan selalu mendengarkannya lagi.

dan kita menoba menemuinya meski hanya sebatas mimpi, bidadari dan hikayat dari buah bibir ke bibir yang selalu di mahkotai mutiara kata laksana warna-warni..umpama,tapi tak selalu sama.
Tunggu aku di ujung pelangi! apabila hidup terasa sepi,mengiris dalam-dalam dengan penderitaan atau mencabik-cabik asa agar hidup harus selalu di perjuangkan!.

Ataukah batu yang kau pahat tadi tetap sebagai jalan hidup dan menjadi sebuah pertanyaan”sampaikah aku diujung jalan?.

Tentang Sebuah Pilihan

Ada sebuah pilihan atau banyak pilihan! lihatlah pelangi sekali lagi! yang menggantungkan harapannya dengan goresan tinta warna-warni begitulah hidup yang tersempurnakan tak harus sama dan selalu berbeda,tak selalu mudah tetapi dapat di perjuangkan.

Walau jalanmu tertatih,dan air mata menjadi ribuan anak sungai yang menghulu pada muara tujuannya dengan pikir yang menghela tubuh,agar selalu berjalan dan sabar memapah untuk sampai ke tempat tujuan.
Tunggu aku di ujung pelangi! bila senja tiba saatnya nanti,ada yang belum terpahami, sesungguhnya, putihlah yang memahkotainya memahkotai hati untuk selalu menggapai tujuan dan tak terpatahkan.

Tunggu aku di ujung pelangi! ”dan itu kuuapkan sekali lagi,agar engkau mengerti”.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *