0

Misteri : Bertarung Dengan Makhluk Ghaib

Misteri Bertarung dengan makhluk ghaib, Makhluk itu mengatakan aku telah mengganggunya, padahal aku tak merasakan bahwa aku telah mengganggunya, justeru dialah yang muncul secara ghaib dan tiba tiba , dan itu membuatku terganggu.

Dan keributanini berakhir dengan pertarungan hidup mati kami, serangan sadis dan brutal dan seram ia lancarkan seakan ingin menghabisiku dengan cepat, tetapi, ei..it tak semudah itu Brohol itu nama yang ia akui padaku, maaf aku harus menghindari serangannya.

Kraak ! suara patahan tulang yang aku patahkan terdengar cukup miris untuk kita dengar, jika saja itu terjadi di alam nyata, mengerikan, tetapi makhluk itu terus menyerangku, bahkan di balik perlawanan hebatnya ada sedikit keheranan, apa yang terjadi ? tangan yang tadi ku patahkan dengan sekuat tenaga, sekarang..kembali utuh ! cukup membuat nyali yang besar agak sedikit tersentak, tapi kembali aku teringat, ini bukanlah sebuah pertarungan di alam nyata ya ini alam ghaib dan semu , di mana semua bisa saja terjadi !.

Dan , makhluk itu menyeringai, memperlihatkan taring taring yang memenuhi ruang mulutnya, juga bibir yang seperti aliran darah segar merah membara ! cuping telinga yang seperti cuping kelinci kelihatan bergerak gerak, entahlah, apakah itu sebuah ilmu atau kebetulan saja cuping setan siluman itu seperti itu ?.

Dan kembali aku memasang kuda kudaku sedemikian kuat dan tangguh untuk menghadapi serangan makhluk ghaib tersebut selanjutnya, dan benar saja apa yang ku perkirakan, makhluk itu menyerangku dengan sangat beringas, serangan serangannya amat mematikan, aku pindahkan kuda kuda dan sedikit beringsut untuk menghindari serangan makhluk ghaib tersebut yang secepat kilat dan bertubi tubi !.

Pertarungan Makin Sengit

Tetapi , serangan demi serangan membuat aku kelelahan juga, stamina mulai terasa menurun dan akhirnya serangan makhluk ghaib tersebut ada yang mengenai bagian tubuh ku, pedih aku rasakan !, aku agak terhuyung dan mencoba ke posisiku semula dan memasang kuda kuda. Walau aku rasakan stamina dan kesadaranku sedikit demi sedikit agak kabur, tetapi aku coba bertahan.

Dan terlihat makhluk ghaib itu menyeringai lagi, bernafsu sekali untuk mengoyak tubuhku, “ Rupanya ia tahu kelelahan yang aku rasakan “ Pikirku. Sebab ia tak langsung menyerang, tetapi melihatku dan tertawa, tawa yang bergema dan memekakan telinga, gendang telinga terasa seakan akan mau pecah tetapi aku gunakan ilmu penuli suara agar suara makhluk ghaib tersebut tak aku dengar dan tak berefek apa pun bagiku, aku hanya dapat berpikir “ Mungkin , inilah kematianku ! , tetapi aku masih punya nyali dan ada satu jurus andalan yang belum aku keluarkan, biar nantilah di saat waktu mepet antara hidup dan mati melawan makhluk ghaib tersebut.

Makhluk ghaib itu menggeram , seakan ingin melumat tubuhku, membanting dan mengoyaknya tidak tersisa, tetapi tak akan aku biarkan itu terjadi, jika saja harus mati maka ia pun harus mati di tanganku atau sama sama mati ! itulah pikiran yang ada di kepalaku, sejenak aku berpikir makhluk itu mendahului menyerangku, menggeram dan meloncat ke atas kepalaku, seakan menerkam , dan aku lihat sekelebat, cakar cakar kematian menuju leher dan juga arah dadaku, aku gunakan jurus tapak wesi , agak sedikit duduk dengan satu kaki kanan di tekuk untuk kelenturan, berguna untuk menghindar dan menyerang, dan ia lewat di kepalaku, belum sempat ia berbalik , aku gunakan tapak tombak seribu bayang untuk mengakhiri pertarungan dan perlawanan dari makhluk ghaib tersebut, dan keberuntunganada di pihakku, seranganku tak dapat ia elakan, dan akibat dari jurus mautku makhluk ghaib terebut hancur berkeping keping, ya begitulah kedasyatan ilmu tombak seribu bayang ! aku menarik napas dalam dalam memulihkan stamina dan kelelahan, telunjukku aku acungkan pada sisa sisa tubuh makhluk halus yang hancur itu, dan aku katakankarena gemas dengan perlawananya tadi .

Modar siah , ngalawan ka aing ! dan aku sangat terkejut mendengar sebuah suara dan aku kira makhluk ghaib itu hidup kembali, tetapi dengarlah “beurang beurang ngimpi ari maneh ! he he rame mah biar kita jadikan story of the haunt saja di media masa, jawabku serta aku tari selimutku kembali, masih ngantuk rasannya, silahkan anda membaca dan aku akan tidur lagi dan semoga tak bermimpi seperti tadi lagi..Wuaa…ah, salam penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *