0

Misteri, Dia yang bernama nyimas

Misteri, Dia yang bernama nyimas, Mang joko hanya dapat tetsenyum, saat pertemuan itu, ya ia merasa risih juga, mengenal wanita saat ia berada di tepian kali Cimuncang, ya, ia risih , mang joko yang berstatus Duda itu merasa ketakutan, ia di bilang di bilang lelaki mata kampretan, ya alias mata keranjang, he he so, padahal jika ada mata keranjang enak juga ya ? mata dapat membawa banyak belanjaan saat kita berbelanja !

Walau pun dalam hati kecilnya ia merasakan hal yang di miliki para pria, he he terutama duda , yaitu tadi , malu – malu kucing , mau tapi malu, ya, ia mengakui dalam hatinya mang joko menyukai wanita itu, lalu siapa dia ? ini yang mang joko cari !

Pertemuan kedua

Seperti yang pertama, kala itupun mang joko bertemu , dan ini untuk yang kedua kalinya, ia tersenyum, aha ! senyum wanita itu sakan melepekan kumis mang joko yang tebal , dan mang joko pun tersenyum, dan ia selalu bertanya “ Siapa dia ?

Seperti biasa, tak ada percakapan di antaranya, tetapi hari ini tidak, sesuatu yang mengganjal hatinya membangkitkan mang joko dari tempat duduknya, menanggalkan pancing dengan menancapkannya di tanah tepian kali, he he lagi mancing gening ? ya, mang joko suka memancing , ada juga teman lainnya, mang nandang, mang sarip , mang Uba dan lainnya, ya mereka ada di seberang kali , agak jauh dikit, biarlah agar aku tak terganggu ! pikir mang joko.

bghj

Melangkahkan kaki mendekati wanita itu, perlahan ia batuk sebagai isyarat, wanita itupun menoleh ia tersenyum lagi Aha ! untuk kedua kali mang joko seakan tersedak, senyum wanita itu seakan hantaman keras pada ulu hatinya.

Sesaat mereka berbincang, dan itulah asiknya, berkenalan dan tak bertepuk sebelah tangan, dan itu enak bukan ? ya dengan cara itulah mang joko dapat mengorek siapa wanita itu ? dan nampak keakraban di antara mereka saat wanita itu memperkenalkan namanya “ Aku Nyimas “ Ucapnya, “ Mang joko mengangguk, lega rasanya mengenal nama dari wanita tersebut !

Ia pun perkenalkan namanya, Siapa ? ah ia masih juga bohong setelah menduda ! he he ia perkenalkan namanya sebagai Ronald ! wuh keren banget , yang ada dalam pikiran mang joko adalah” Jaga image dan nama bergengsi , padahal joko ya joko, ataupun jika mau berubah udah aja jadi Jok, he he kan enak di duduki.

Tetapi sayang, mang Nandang yang mang joko nggak ngeh memperhatikannya, mang nandang agak terkejut di seberang kali, ia terlihat mendekati mang Uba dan terlihat berbisik “ Ada apa dengan mang joko ya Ba, ia kelihatannya ngomong sendiri ? mang Uba tersenyum “ Nggak tahu atuh ndang, mungkin ia stress setelah lumayan lama menduda ! katanya, lalu ia tertawa.

Mang joko asik mengobrol saat dari seberang kali mang nandang memanggilnya “ Hei ! mang joko apa kamu sadar ? tanyanya sambil berteriak, dan itu mengagetkannya, ia memandang mang nandang dan mang Uba di seberang kali, ada apa dengan mereka dan mengapa mereka bertanya seperti itu, ah mereka ngiri saja melihat apa yang aku dapat hari ini, wanita bernama nyimas.

Ia , menoleh wanita bernama nyimas, dan berkata “ Maaf , emang gitu adanya mereka, dan wanita bernama nyimas pun tersenyum, nggak berkata ia hanya mengisyaratkan paham akan apa yang di lakukan mang nandang dan mang uba pada mang joko.

Kali ini terlihat, mang nandang dan mang Uba berjalan , menyebrangi jembatan yang terbuat dari dua batang bambu, menyeberangi sungai dan langkah mereka sepertinya ke arah mang joko, agak kecut mang joko, yang terlintas dalam benaknya adalah kecewa dan kesal “ Mengganggu saja kerjaan mereka, apa nggak ada kerjaan lain, pancingin aja tu kali, siapa tahu dapat hiu ! umpatnya saking kesalnya.

Mang nandang dan mang uba mendekat, sementara mang sarip dan kala itu ada juga mang Unir melihat heran di sebrang kali, ada apa dengan mereka, tetapi nggak terpengaruh, ia lemparkan kail pancing ke lubuk dalam , lumayan dapat banyak ikan nila dan juga emas dan ia asik memancing , memandang kail siapa tahu umpannya di sambar ikan seperti harapannya.

Hei mang joko, apa ada yang salah sama mang joko  ? tanyanya setelah ia tepat berada di hadapan mang joko, tetapi aneh pikir mang joko” Mengapa mereka nggak menanyakan wanita yang ada di sebelahnya ? ia menjawab “ Nggak deh ba, ndang , kenapa gitu ? malah mang joko balik bertanya .

Mang nandang terkekeh, apalagi mang Uba yang cekakakan ! he he aku lihat kau dari tadi ngomong sendiri, apa itu nggak salah, lalu dengan siapa kamu bicara ? tanya mang Uba, terkejut mang joko, apa yang ia pikir” Apa mereka udah nggak waras bertanya seperti itu, atau apa mereka buta, bukankah aku sedang bicara dengan seorang wanita ?

Dan mang nandang terlihat terkejut, ia peringatkan mang joko “ Awas mang joko , hati hati ! teriaknya, mang joko tersenyum, bisa saja mang nandang memperolokannya” Gumam hatinya. Ia menoleh ke belakang di mana wanita bernama nyimas duduk, perlahan dan ia tak percaya, mang joko melompat dan terkejut melihat apa yang ada ?

Apa yang ia lihat seorang wanita, apa yang ia lihat cantik, dan apa yang ia ingat akan sebuah nama wanita yang di kenalnya bernama nyimas kini adalah ? jantungnya terasa sesak, ah sesuatu terjadi padanya, ya, sebuah kesilapan yang ia alami !

Wanita itu tak ada, wanita itu tak duduk di sana, dan yang ada ? ia miris melihatnya, ternyata yang ada adalah gulungan ular sanca besar, kuduknya berdiri, lalu ia tadi bicara dengan siapa ? mang nandang dan mang Uba terlongo tubuhnya terdorong hentakan mang joko yang lari tunggang langgang dan berteriak “ Awas , siluman ba ! sangat keras, dan itu membuat mang nandang dan mang uba melongo, mereka saling pandang” He he apa kita juga harus lari ba ? tanya mang nandang “ Iya atuh , jika tidak cerita ini nggak akan berakhir ! dan mereka pun tunggang langgang , berlari untuk mengejar mang joko, rasanya mereka ingin bertanya” Ada apa mang joko ?

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *