0

Misteri Dialog Alam Ghaib

Misteri Dialog Alam Ghaib, Alam yang kita tinggali, memang sebuah misteri meski seakan akan gampang atau mudah untuk kita ketahui, tetapi tetaplah tak mencapai apa yang di sebut dengan ujung sebuah misteri alam ini yang selalu dan seakan akan menjadi sebuah teka teki yang unik dan selalu menuntut untuk kita cari dan pahami.
Dialog demi dialog yang tersaji, memang perlu pengalaman , ilmu dan juga kesadaran diri, semua dapat saja terjadi atau pun ada sesuatu misteri di dalamnya yag tak bisa kita ungkap semuanya, tetapi suatu hal yang muskil juga adalah realita yang pada saatnya harus kita terima sebagai sebuah kenyataan ghaib yang terselimuti.
Dan ki Ajid lah sang dialoger ghaib di sini , berdialog akan apa yang di inginkan makhluk ghaib dan tentu dengan keahlian yang di milikinya dan sang ahli pun bertanya :

Dialog Yang Terjadi

Siapa kamu ? sang ghaib pun menjawab” Aku sama seperti kalian, tetapi kami dari bangsa lelembut !KA ( Ki Ajid ) Dari bangsa mana kalian ? sang ghaib ( SG)” aku dari bangsa golongan jin ! jawabnya. KA” apa yang terjadi sampai kau merasuki raganya aceng ibon ? SG: “ He he aku tidak bermaksud demikian , hanya saja ia suka mengangkut batu batu , dan kebetulan rumahku di angkut olehnya !, jika demikian apakah kamu tidak marah heh !, bentaknya. KA : “ ya ya aku mengerti , tetapi ia hanyalah buruh , dan tak tahu itu adalah rumahmu, sekarang pergilah , kasihanilah dia !. SG : “ Tidak mau, lagian aku senang menempati raga ini, ! sang ghaib menolak apa yang di pinta oleh ki Ajid. KA : “ ooh itu yang kau inginkan, sekarang keluar atau akau harus paksa kamu untuk keluar ! ki Ajid mengancam. SG : “ Tidak mau ! biarkan aku di sini , sang ghaib berontak. KA : “ Aku telah berbaik hati sekarang keluarlah dan..tampak mulut ki Ajid komat kamit membacakan mantera pengusir setan gentayangan, matanya menatap tajam dan tiba tiba ki Ajid minum air dari gelas yang tersedia dan “ Puaa..h ! ki Ajid menyemburkan air itu dari mulutnya, sampai muka aceng ibon yang lagi kesurupan basah kuyup, dan tubuhnya terkulai seakan lemas.

Macam macam saja ! kat a ki Ajid seakanmenang, tetapi ,lho ? kok ? Tubuh aceng ibon yang terasuki lelembut itu bangkit dan tertawa, “ he he Apa yang kau baca jid ? Biarlah aku di sini ! lagi lagi sang ghaib meminta untuk tidak di ganggu, dan hal itu membuat ki Ajid terperangah, ya baru kali ini ia berhadapan dengan lelembut yang sakti juga rupanya , “ hemm rupanya kau kuat juga, ia menoleh pada mang unen yang sedang melihat jalannya pengobatan.
Nen !, tolong ambilkan bunga mawar, telor ayam kampung dara dan kemenyan ! katanya, Mang unen sigap menyediakan apa yangdi pinta ki Ajid, ya itulah kebiasaan di kampung kampung untuk mengobati orang kesurupan .

lalu, “ ki Ajid berbalik menghadap aceng ibon yang lagi kesurupan itu “ Sekarang kamu mau keluar atau tidak ? bentaknya, yang ada tolong pegangi tubuhnya ! pinta ki Ajid dan orang orang yang hadir pun terutama laki laki memegangi tubuh aceng ibon yang gempal itu .
Kemenyan di nyalakan baunya amat wangi he he bagi yang suka tentu , jika tidak waah malah bikin mual sobat misteri !, bunga di taburkan di baskom yang sudah terisi air, dan telor ayam kampung dara telah di pecahkan, ya hanya kuning telornya saja yang di pakai, di aduk aduk sebentar dan lalu, ki Ajid pun mulai membacakan mantera andalannya, ya lumayan lama sobat, dan tak tahu yang ia baca he he pokok nya menyaksikan saja apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dan , ki ajid pun mencipratkan air hasil dari manteranya tersebut , apa yang terjadi ? he he kali ini cukup membuat lega yang menyaksikan , sebab terdengar aceng ibon menjerit dan di sertai tubuhnya yang berontak!, Dan ki Ajid semakin menyerang dengan cipratan air dari hasil rapalan manteranya tadi “ Rasakanlah, ayo keluarlah ! ia membentak berkali kali sampai cecak yang menempel di dinding bilik rumah aceng ibon terjatuh ! he he entah karena kesaktian ki Ajid atau tidak sengaja,.
Eh malah Aceng ibon sekarang yang balik membentak “ Kamu yang keluar sekarang , Ini rumahku, aduuh ! ia mengaduh sepertinya kesakitan, tetapi yang menyaksikan merecokinya “ Ayo keluar setan , jangan ganggu aceng ibon, di selingi cipratan air dari ki ajid yag membentak menyuruh sang ghaib untuk keluar dari jasad aceng ibon. Betapa ramainya saat itu , ya pertandingan sepak bola yang di gemari pun sepetinya nggak ada apa apanya dengan penonton kesurupan aceng ibon ini.
Di saat saat genting dan ramai tersebut tiba tiba muncul ustad pohang, ia masuk di antara kerumunan orang, ya mungkin seseorang memberitahu akan adanya kesurupan yang di alami aceng ibon, “ sudah ..sudah hentikan ! terdengar ia bicara di balik ramainya orang dan, mereka pada diam , kelihatan sekali kalau ustad pohang di hormati dengan tertunduknya semua yang hadir, dan menyalaminya

Ada apa ini ? tanyanya, Lalu ki Ajid menceritakan apa yang terjadi pada aceng ibon, oh begitu “ ia manggut manggut “ Begini saudaraku, orang yang sepertinya kesurupan belum tentu kesurupan , mungkin saja mereka kecapaian sehingga kesadarannya agak sedikit menurun dan sedikit meracau, lalu ia menoleh pada aceng ibon yang sedang di pegang lalu ia berujar “ biarkanlah , lepaskanlah kasihan dia ! pintanya, dan para pemegang pun melepaskan pegangannya masing masing.
Lalu , ustad pohang bertanya “ benarkah kamu dari bangsa lelembut atau jin ? tanyanya. Dan semua yang hadir menahan napas,menunggu apa yangkeluar dari mulut aceng ibon kali ini lalu “ Tidak pak ustad Jawabnya membuat tercengang semua yang menyaksikan, “ Lalu mengapa mereka semua menganggap kamu kesurupan ? tanya ustad pohang lagi.

Begini pak ustad pohang, lalu aceng ibon bercerita “ tadi sewaktu aku mengangkut batu orderan pak emus mustofa ( Sekarang sudahhaji) tiba tiba ingin buang air besar, ia menarik nafas dan akibat beban di pundak dan tanggung belum sampai tujuan rasa itu aku tahan, tetapi tiba tiba aku merasakan pusing dan seakan mau pingsan ! .

Lalu ? tanya ustad pohang lagi, “ Dan orang orang menolongku dan membawa kerumahku, ya aku merasakan pusing, dan semua tahu kan bagaimana rasanya bila rasa ingin buang air besar kita tahan, pusing !, .
Dan tiba tiba orang orang menganggapku sedang kesurupan , he he maaf ,sekalian saja aku berpura pura, katanya , dan sampai pak ustad pohang datang “ Aceng ibon ceritakan semuanya. Oh ya ya saya mengerti “ kata ustad pohang dan melihat ke sekeliling yang hadir dan tertunduk malu, ya begitu mudahnya menganggap orang kesurupan tanpa memeriksanya terlebih dahulu.
Tapi mengapa kamu menjerit tadi ? kata ki Ajid yang rupanya agak malu juga, “ Maap ki ajid tadi kan aku di pegangi dan waktu itu ada yang menghimpitku dan terasa sakit, ya muntuku tergencet ! dan gerr jawaban aceng ibon ini membuat yang hadir tertawa terbahak bahak di kira setan yang menjerit eh tahunya “anu” aceng ibon tergencet , walaaah !.
Dan ini yang lebih parah, Aceng ibon melanjutkan ceritanya “ Untung kalian nggak ngehh terutama yang memegangi aku !, katanya sambil tersenyum “ memangnya kenapa ? tanya ustad pohang dan semua yang hadir pun penasaran. He he menyingkirlah, sebab setan yang di usir ki ajid telah keluar dengan sendirinya ,tak perlu di paksa, he he katanya di selingi tawa, memangnya ada? tadi bilang nggak kesurupan sekarang ?

he he aceng ibon tertawa lagi,” apa kalian tak merasakan sesuatu di hidung kalian ? ia malah bertanya, dan hadirin mendengus mencoba merasakan apa yang aceng ibon katakan dan..mereka pun menutup hidungnya “ rupanya begini ya bau jin itu pak ustad ? tanya mereka .

Pak ustad pohang bangkit dan bicara “ setan atau jin dari mana , ini mah bau tai hadirin ! seraya melangkah meniggalkan orang orang yang penasaran , dan aceng ibon pun bangkit dan menggunakan jurus seribu tapak taynya, nungging ke arah hadirin , yang serta merta kabur berdesakan melihat bom waktu yang terlihat menjijikan dari bokong aceng ibon, yang tertawa terbahak bahak dan kini hanya sendiri, bangkit dan membersihkan diri di kamar mandi sambil bernyanyi, “ tertipu lagi dan jin pun pergi “ serta mengakhiri kisah ini, salam penulis.

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *