0

Misteri Ghaib Dunia Lain, Perjalanan Ke 7

Misteri Ghaib Dunia Lain, Perjalanan Ke 7

misteri ghaib dunia lain, perjalanan ke 7

Menatap seorang wanita adalah juga anugerah Tuhan, apalagi ia tersenyum hangat dan memberi rasa kedamaian, mendirikan lapuk yang hampir menumbangkan pohon kesejatian , hidup dan cinta adalah dua sisi yaang berbeda dan menyatu dalam sebuah kehidupan, kehidupan seorang aku,  kamu dan juga kalian di dalamnya.

Dan suatu malam aku mengembara ke dalamnya , dalam cibiran angin malam yang sepoi namun tertahan  atau bisikan jengkrik jengkrik malam yang aku rasa seakan mereka menertawakan , dan aku jawab dalam hati saja, puih !, semua aku abaikan , aku hanya ingin masuk dan terlena dalam apa yang di namakan cinta itu sendiri, dan kalian dengarkan aku menunggu sebuah keterangan untuk aku bagikan.

Tetapi sekarang bukanlah gelap dan hitam, tak seperti pengembaraanku sebelumnya, di sini nampak terang, dengan gunung gunung yang indah menjulang ,juga kali kali yang jernih terang dan seakan aku ingin berenang dalam kejernihannya serta matahari yang tak begitu merah warnanya dan seterik apa yang aku rasa di alam tempat aku berdiam, mengetuk pintu alam dan seseorang mempersilahkan “ Masuklah ke dalamnya, dan kau akan tahu cinta itu apa “ tak ada siapa siapa, dan itulah cinta yang mempersilahkan semua orang untuk masuk ke dalam rengkuhannya dan mencoba bertanya dan memaknainya, dan cinta adalah sebuah cinta.

Dan aku terbang , melayang sama seperti dalam pengembaraan lainnya, ya sisi hampa selalu ada di sisi padat volume dunia dalam setiap keadaan, dan hinggap di tinggi sang awan, lalu seseorang datang dalam wewangian dan menebarkan aroma rasa dalam hati aku bertanya “ Apakah dia yang di sebut manusia sebagai sang cinta  ? “ Ia datang dan memberi salam, apa kabar  ? tanyanya, penasaran dan aku ingin segera bertanya,” Apakah dia sang cinta ? dan akhirnya ku pertanyakan itu padanya, lalu apa jawabnya ?.

Ia tersenyum dan menjawab “ Bukan, aku bukan sang cinta seperti yang kau gambarkan , aku adalah suka dan duka, dimana aku memberi terang pada insan dan di namakan kebahagiaan “ . “ Lalu setelah itu ?. “ aku juga duka dan kepedihan saat aku halangi mentari dan cinta manusia gelap karenanya ! atau aku berdiri di antara keduanya suka dan duka seperti yang manusia tahu , berujud di antara hujan dan kekeringan, lalu ia pergi, walau sebelumnya ia menunjuki “ teruslah lewati jalan ini dan tanyakan pada tinggi gunung yang menjulang, dan tak kulihat ia lagi, penasaran.

Ku ikuti sarannya, walau lelah mendaki, ya gunung ini terlalu tinggi , puih!, dan ia tertawa menyaksikanku, ingin rasanya aku marah , tapi apa daya kelelahan mendera dan menguburkan keinginanku untuk marah padanya, selonjorkan kaki dan mengurutinya “ Andai tak ada penasaran , buat apa aku kesini, dan sang gunung bicara “ mengapa kamu ini manusia ? tanyanya. “ apakah kau yang di namakan pencari cinta ?  belm lepas lelah , tetapi ini kesempatan unuk bertanya padanya, anggukan kepala dan berkata “ Ya ! kamukah itu ? dan ia terbahak , menguncangkan dirinya dan sorak sorai rimba mengikutinya. “ tahukah kamu , aku bukan seperti itu , aku adalah harapan dari sang cinta itu sendiri , harapan yang tinggi untuk kau dapati walau susah dan leleh untuk kau daki ! sedikit marah dalam diriku “ Lalu jika bukan kamu di manakah sang cinta berdiri, ku tanyakan itu dengan rasa kesal, mana aku lelah mendaki dan apakah awan membohongiku , awaslah nanti !ancamku.

Sang gunung menghentikan tawa, dan lalu bicara, pergilah sang cinta tak pernah kita ketahui , di mana ia berdiri, atau ia berenang di kali ? seakan bertanya pada dirinya sendiri, dan aku turun dalam kelelahanku sendiri, limbung berjalan tetapi masih ada sebuah harapan dan kali jernih mungkinkah cinta ?  tergesa aku berjalan turun , abaikan rumput perdu yang mengikutiku, biarlah ia hanya goresan kecil dan itu biasa di rimba cinta, kali sudah dekat seperti harapanku juga , agar segera aku dapati cinta dan maknanya.

Dan aku duduk di tepinya dan aku rasa dialah cinta, air yang bening tembus sampai ke dasarnya, ia tersenyum dan bertanya “ Ada apa manusia hingga kau duduk di tepianku, jika saja mau , berenanglah di dalamku dan kau akan dapatkan kesejukan yang tak kau dapat di duniamu , baik sekali kali persilahkan diriku, dan aku menggeleng “ bukan itu , yang aku tanya dan ingin ku tahu, kau kah sang cinta itu ? menunggu jawaban , mencabuti rumput di tepian satu satu , dan aku dengar sebuah  jawaban “ Sayang sekali , aku bukan seperi dugaanmu kawan ! sungguh jawaban yang mengecewakan, tapi ia lanjutkan dan sayang untuktak dengarkan “ aku adalah kejujuran dan keterusterangan dan kejujuran, dan kau dapat melihat aku seutuhnya, anggukan kepala satu satu aku tahu , ya dialah yang bernama kejujuran itu, sang gunung memanggil manggil di kejauhan akulah harapan manusia dan cintanya, aku berdiri dan berkata “ ya , ya aku tahu itu semua aku tahu, tetapi di mana sang cinta, adakah kalian mengenalnya ? tak ada jawaban , diam hening seakan pertanyaanku mempermalukan mereka yang tak mempunyai jawaban yang ku pertanyakan.

Akhirnya aku , kembali ya, sang cinta tak dapat menjawab dirinya sendiri, terpatah patah dan tak saling utuh bagiannya, lelah sekali pengembaraan kali ini, dan juga tak terpuaskan sampai aku lihat di sudut hati , sebuah catatan yang tertulisi “ Cinta hanya untuk cinta dengan makna yang berbeda beda di dalamnya , tapi ketahuilah bahwa cinta sebenarnya adalah cinta makhluk kepada khaliqnya ( Tuhan ) di mana semua akan tergambarkan dan tak perlu lagi seorang bertanya akan cintanNya, dan lafalkanlah, yaa rahmaan, yaa raahiim , salam penulis.

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *