0

Misteri Penjelmaan : Ancaman Siluman Kera

Misteri Penjelmaan :Ancaman Siluman kera, Makhluk di ciptakan berbeda beda, ada manusia , binatang alam dan tumbuhan, dan semua itu mempunyai kehidupan dan juga cara hidup yang berbeda beda, begitulah hidup ini  beragam dan aneka warna hidup ada dan terkandung di dalamnya.

Dan, ada sebuah atau beberapa kisah nyata pertarungan atau perkelahian manusia dan hewan , itu bisa saja terjadi walau tak setiap saat itu terjadi, tetapi itu ada dan nyata teralami oleh seorang petani yang bernama Uus , ya di desa atau perkampungan , sesuai dengan kondisinya pastilah kebanyakan penduduknya menjadi petani, dan Uus pun begitu , ia bercocok tanam di pesawahan dekat sungai cimanuk, dan tanaman yang ia tanam pun beragam sayur sayuran.

Tetapi sobat, ada sesuatu hal yang mengganjal dalam benak dan pikiran Uus serta terkadang hal ini menimbulkan kemarahan pada dirinya !apa sebabnya sobat ? sayur mayur yang ia tanam memang bagus tumbuh kembangnya, tetapi di sat akan memanen, kemanakah perginya sayur mayur yang akan di panennya ? dan usut punya usut,

Segerombolan kera atau monyet liar melalap hampir  habis tanaman Uus, ya mau kata apalagi, Uus hanya termenung di pematang dan agak sedikit jauh dari gerombolan monyet monyet tersebut, untuk menghindari hal yang tidak ia inginkan. Sobat kejadian seperti ii terjadi berulang ulang, dan akhirnya hilanglah kesabaran Uus atas kelakuan sang monyet yang merusak tanamannya “ Aku sudah bersabar, tetapi kalian selalu saja merusak apa yang aku tanam, biar aku beri pelajaran tuh monyet sialan !, gumamnya dalam hati.

Esok paginya , ia pun membeli racun dan melalui jarum , ia suntikan racun racun itu ke dalam buah dan sayuran yang ia tanam dan kebetulan sekarang sedang berbuah, “ Rasakanlah monyet ! umpatnya geram. Dan dali balik rimbunan pohon ia pun mengintip apa yang akan terjadi selanjutnya, datangkah si monyet monyet itu ? tepat dugaan ! beberapa saat terdengar riuh suara monyet, dan seperti biasa berhamburan ke ladang sayuran Uus, lalu mereka menggasak semua yang ada, Uus memandang dan berkata “ Matilah kalian semua !.

Apa yang terjadi kala itu sobat ?

Monyet monyet itu satu persatu seperti pusing , terhuyng dan jatuh di tanah, matikah ? entahlah Uus pun tak dapat memastikan itu ! ia hanya merasa puas danpergi. Sudahkah perseteruan itu berakhir ? ternyata tidak, dan apa yang terjadi selanjutnya ? Sesampai di rumah Uus pun merenungi apa yang telah ia lakukan tadi “ tuhan maapkan aku, dosakah, sebab mereka terus menggangguku ! benaknya berkecamuk yang akhirnya menuntunnya pada seseorang pintar di daerah tersebut, dan mengatakan “ Ya susah itu, sebab mau tak mau mereka mengaggumu, tetapi di sisi lain mereka hidup bergantung padaalam dan manusia, sudahlah  tenangkan dirimu dan bertaubatlah “ petuah  orang pintar tersebut.

Malam menjelang, merambat , sepi,  angin berdesir pelan seolah olah ada sesuatu yang akan terjadi. Uus terlihat gelisah , udara terasa panas dan mengucurkan keringat dari tubuhnya dan juga mengapa malam begitu sepi tak seperti biasanya ?. Dan, sesuatu mengagetkan dia, sesuatu yang belum ia tahu tetapi sangat terasa keberadaan makhluk yang ia rasakan “ Siapa itu ?, pikirnya. Tak ada jawaban , malam makin mencekam dan bayangan hitam terlihat berkelebat terterangi cahaya temaram bulan, Uus bangkit mengintip dari celah di lobang bilik rumahnya, apa yang ia lihat ?

Sesuatu yang ia tahu bukanlah seorang manusia berdiri di depan pintu rumahnya, hitam dan berbulu lebat ! seram dan menakutkan , Uus mundur kebelakang , menepikan dirinya di kursi, menarik napas dan bertanya dalam hati” Siapa gerangan dan, ah…begitu menakutkan ! tok..tok ! terdengar pintu di ketuk dari luar dengan keras, tetapi aneh isteri dan anaknya seakan tak mendengar apa apa, tenang tertidur dengan pulas, sekali lagi Uus menarik napas menghembuskan rasa takut yang kini menelikung dirinya, lalu, pintu terbuka dengan sendirinya dan, sosok tinggi besar dan hitam serta berbulu lebat itu terlihat berdiri, sorot matanya seakan akan memperlihatkan ancaman dan kebencian.

Kamukah yang melakukannya ? tanyanya dengan suara gemuruh angin yang sepertinya menyatu dengan suara makhluk seram tersebut, Uus pun berkata “ Siapa kamu dan mengapa kamu seakan ingin membawaku ? “ ha ha kamu manusia yang berhati kejam, apakah kamu tak ingat  ? apa yang kamu lakukan terhadap asuhanku ? tanyanya lagi, dan masih suara itu menegakkan bulu roma Uus yag menggigil, “Aku tak melakukan apa pun , dan siapa yang kau asuh  ? tanyanya dalamketakutan. Ha ha dasar manusia ! kau telah membuat asuhanku menderita, dan andai saja asuhanku mati maka akan aku ambil juga kalian semua sebagai bayarannya ! ancam makhluk seram itu.

Bukankah kamu ingin membunuh monyet monyet yang menjadi asuhanku ? dan tersentaklah Uus, ia baru sadar apa yang di maksud si sosok seram itu” Eu..maapkanlah , tetapi mengapa kalian merusak apa yang jadi sumber napkah ku juga ? “ ha ha kamu masi menantang dan tak menyesali apa yang telah kamu lakukan, sekarang aku ambil salah satu anggota keluargamu ! sosok seram itu menyapukan pandangannya keseluruh rumah, Uus seakan ingin menangis, “ Bagaimana ini ? pikirnya.

Tetapi, makhluk seram itu seakan terjengkang dan mengaduh seakan kesakitan, ia menggeram “ Kali ini aku bebaskan kamu, tetapi jika saja kamu mengulanginya maka aku tak akan mengampunimu lagi ! itu yang terdengar oleh Uus perlahan sosok seram itu memudar dan menghilang lewat bentuk asap yang keluar dari lobang kunci pintu rumahnya. “Alhamdulillah, terimakasih Tuhan selamatkan aku, dan aku berjanji , tak akan mengulanginya lagi, biarlah rejeki yang terambil oleh monyet semoga di ganti dengan yang lainnya, sungguh berdosa telah aniaya terhadap makhluk ciptaanmujuga Tuhan “, ia seakan menyesali diri, dan untung masih ada orang pintar yang menolong dia dan keluarganya hingga makhluk seram itu tak dapat menganiaya dia dan keluarganya lewat do’a do’anya, dan sekarang Uus pun menjadi seorang paranormal di kampung tempat tinggal penulis dan banyak yang bertanya kepadanya dan datang dariberbagai kota, salam penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *