0

Penyebab dan gejala kejang saat tidur

Kejang yang terjadi pada saat tidur disebut kejang nokturnal .Kejang seperti ini terjadi ketika ada aktivitas listrik abnormal di otak. gangguan dalam transmisi impuls listrik yang menimbulkan perubahan perilaku seseorang.

Kejang, karena perubahan sensasi sensorik, perubahan emosi, atau kejang mempunyai beberapa gejala umum. ada berbagai jenis kejang dan tidak semua kejang merasa gemetar atau tak terkendali nya tubuh.

Gejala tergantung pada bagian mana otak dipengaruhi oleh aktivitas listrik abnormal. Dalam beberapa kasus, aktivitas listrik abnormal dapat mempengaruhi kedua sisi otak (umum), sedangkan jika hanya satu sisi otak yang terganggu mungkin tidak akan terlalu berpengaruh.

Epilepsi adalah gangguan neurologis dimanaseseorang sering mengalaminya. Sementara yang lainnya mungkin merasakan kejang di saat mereka terjaga.

Penyebab dan gejalanya

Kejang nokturnal ,istilah kejang ini mengacu pada kejang yang terjadi selama tidur. Berbagai perubahan terjadi dalam gelombang otak selama transisi dari terjaga lalu mengantuk dan kemudian tidur ringan, tidur nyenyak, dan gerakan mata cepat (REM) untuk segera tidur.

Umumnya, fase tersebut terjadi ketika seseorang baru saja tertidur atau sebelum orang itu akan bangun. Fase ini terjadi terutama saat tidur ringan. Kondisi ini bisa mempengaruhi anak-anak maupun orang dewasa.

Gejala seperti bernapas yang tak seperti biasanya serta merasa kaku anggota tubuh mungkin dialami. Orang yang terkena mungkin mengalami kejang dantidur kembali .

Anak-anak bisa terkena kejang demam, dan fase yang terjadi di akibatkan karena demam tinggi.

Ini mungkin berhubungan dengan infeksi otak. trauma kepala, perdarahan di dalam otak, gangguan palsy, atau metabolisme otak bisa juga menjadi faktorpenyebab.

Fase yang terjadi dalam 28 hari kelahiran mungkin dikaitkan dengan cacat lahir. Dalam kasus bayi, hidrosefalus atau akumulasi cairan di otak bisa menjadi faktor penyebabnya.

Gejala mungkin termasuk gerakan yang berulang seperti berkedip, , mata melotot, gerakan-gerakan aneh pada bola mata, atau kejang pada tangan dan kaki. kejang nokturnal pada bayi mungkin merupakan efek samping dari vaksin.

Pada orang orang dewasa, Fase tersebut mungkin terkait dengan gangguan seperti fenilketonuria, penyakit Alzheimer, atau penyakit Creutzfeld-Jacob. cedera otak, stroke, penumpukan cairan di otak, atau adanya tumor otak juga bisa menjadi penyebab untuk aktivitas abnormal otak.

Kurang tidur, penyalahgunaan obat, gangguan metabolik, gangguan elektrolit, stres, merokok, atau alkohol juga beberapa penyebab umum dari kejang pada orang dewasa.

kejangtidur

Pengobatan

Penggunaan obat-obatan epilepsi bersama dengan perubahan pola makan atau gaya hidup yang terkait pasti akanĀ  bermanfaat untuk pengobatan.

Karena stres atau kurang tidur sering memicu serangan tersebut, salah satu harus tetap santai dan mencoba untuk membentuk pola tidur normal.

Langkah-langkah tertentu harus diambil untuk menjamin keamanan seseorang yang terkena kejang nokturnal. mungkin penderita kejang bisa jatuh dari tempat tidur. Oleh karena itu, disarankan untuk tidurdi lantai .

Karena ada risiko tinggi cedera selama fase tersebut, lebih baik untuksegera memeriksakan diri agar segera mendapat pengobatan dari paramedis.

Analisis rekaman video-EEG dapat membantu para dokter mendiagnosa kondisi dan juga dapatmemberikan pengobatan yang tepat bagi para penderita kejang di saat tidur, sebab itulah, jagalah kesehatan anda, melalui cara sehat dan pola makan sehat

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *