0

Perjalanan Cinta Series 3

Perjalanan Cinta Series 3

perjalanan cinta bagian 3

Cinta akan termulai dengan tanya, tanya apa dan mengapa ? lalu cinta akan menjawabnya “ Tak usah tanyakan itu, masuklah dan cari cintamu sedemikian yang kau ingini ! sebagi sebuah lamunan di pagi hari , atau hanya merupakan bayangan di malam nanti , lalu kau tertidur dengan mimpi di sertai cinta itu sendiri.

Dan kau pun akan masih bertanya di pagi hari, saat matahari membuka matanya yang menerangi semua duniamu , dan tetaplah waktu itu kau bertany a “ Di mana cintaku, dan angin hanya tersenyum , lalu berkata “ Bukankah cintamu sudah kau dekapi di bantal dan guling ? atau kau menidurkannya dalam kolong hatimu hingga cinta merasa sesak dan kegelapan.

Dan , saat itulah kau mulai perjalanan, perjalanan di pagi hari dengan cintamu sendiri, melewati batang hari  , lalu kau seka peluh dengan saputangan merah jambu, “ Lelah rasanya mencarimu hei cinta, tappi mentari semakin terik seakan mengajakmu untuk selalu tak terpekik dan “ Berjalanlah !, katanya.

Lalu kau lewati jembatan , dan selalu engkau berucap “ Inikah jalan untuk aku mencari cinta ? tapi tetaplah terik walau masih untung desiran angin masih mmenyegarkan perjalananmu , ya perjalanan untuk sebuah pencarian,dan kau semakin lelah berjalan , terseok dan sesekali jatuh , dan bangun lagi , lalu ada tanya untuk sebuah tanya ketika cinta datang menghampirimu “ dari mana kau datang dan untuk apa mencariku , dalam nanar kau masih berucap menjawab pertanyaannya “ agar aku tahu cinta itu apa dan mengapa “ lalu kau pingsan dan meninggalkan pena ini dan berhenti menulisi hari , sampai kau sadar kembali

Cinta akan termulai dengan tanya, tanya apa dan mengapa ? lalu cinta akan menjawabnya “ Tak usah tanyakan itu, masuklah dan cari cintamu sedemikian yang kau ingini ! sebagi sebuah lamunan di pagi hari , atau hanya merupakan bayangan di malam nanti , lalu kau tertidur dengan mimpi di sertai cinta itu sendiri.

Dan kau pun akan masih bertanya di pagi hari, saat matahari membuka matanya yang menerangi semua duniamu , dan tetaplah waktu itu kau bertany a “ Di mana cintaku, dan angin hanya tersenyum , lalu berkata “ Bukankah cintamu sudah kau dekapi di bantal dan guling ? atau kau menidurkannya dalam kolong hatimu hingga cinta merasa sesak dan kegelapan.

Dan , saat itulah kau mulai perjalanan, perjalanan di pagi hari dengan cintamu sendiri, melewati batang hari  , lalu kau seka peluh dengan saputangan merah jambu, “ Lelah rasanya mencarimu hei cinta, tappi mentari semakin terik seakan mengajakmu untuk selalu tak terpekik dan “ Berjalanlah !, katanya.

Lalu kau lewati jembatan , dan selalu engkau berucap “ Inikah jalan untuk aku mencari cinta ? tapi tetaplah terik walau masih untung desiran angin masih mmenyegarkan perjalananmu , ya perjalanan untuk sebuah pencarian,dan kau semakin lelah berjalan , terseok dan sesekali jatuh , dan bangun lagi , lalu ada tanya untuk sebuah tanya ketika cinta datang menghampirimu “ dari mana kau datang dan untuk apa mencariku , dalam nanar kau masih berucap menjawab pertanyaannya “ agar aku tahu cinta itu apa dan mengapa “ lalu kau pingsan dan meninggalkan pena ini dan berhenti menulisi hari , sampai kau sadar kembali

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *