0

Pertapa Sang Cinta

Pertapa sang Cinta

pertapa sang cinta

Sebuah karya yang patut kita renungi di kedalaman hati, sebagai saksi bumi yang bermanterakan sebuah keindahan  yang terantai kesedihan, suka duka dan juga sebuah keimanan , selamat menikmati.

Beberapa di antaramu telah menyabutku takabur

Di mabuk kepayang oleh kegemaranku menyepi

Dan mengatakan : dengan pohon pohon hutan ia bertutur

Tidak dengan sesamanya

Seorang diri ia duduk di puncak puncak perbukitan

Memandang rendah pada kota dan kehidupan

Memang benar telah ku daki puncak puncak perbukitan

Sering akumengembara dalam kesunyian hutan

Namun betapa aku akan dapat mengamati dengan seksama

Tanpa mendaki ketinggian dan dari jarak jauh merenungi kota ?

Ah, betapa mungkin manusia sedekat dekatnya menghampiri manusia

Tanpa mengambil jarak memandang sejauh jauhnya

Yang lain di antaramu berbicara kepadaku

Mereka bicara tanpa terdengar kata kata , ujarnya

O, orang aneh , orang yang ganjil, pecinta keluhuran yang tak teraih

Mengapa bermukim di antara puncak puncak gunung, tempat elang bersarang

Mengapa mengambil perburuan yang remang remang ?

Badai apakah gerangan yang hendak kau tangkap dalam jalamu

Burung ghaib manakah yang ingin kau jaring di langit biru ?

Kemarilah engkau bersatu dengan kami

Turunlah, bersama kita akan membagi nasi

Dan lepaskan hausmu dengan anggur ini

Kesunyian jiwa jiwa mereka telah melahirkan kata kata ini

Namun pabila kesunyian itu lebih mendalam lagi

Maka kereka akan dapat mengerti

Bahwa yang ku cari tiada lain dari rahasia suka duka manusia

Sedang yang ku buru tiada lain dari sukma agung manusia

Yang menjelajahi angkasa raya

Aku pemburu, yang juga di buru

Anak ank panah yang ku lepaskan balik kembali

Sebagian besar tepat menghujam di dadaku sendiri

Yang terbang juga adalah dia yang melata

Ketika sayap ku kembangkan di cahaya surya

Bayanganku di bumi berupa kura kura belaka

Dia yang pergaya ternyata masih juga seorang peragu

Alangkah seringnya jariku menekan pada lukaku sendiri

Demi menghayati keimanan yang ku miliki

Dan memahami ilmu lebih dalam yang engkau kuasai.

Sebuah renungan yang terlahir dari sesuatu yang nisbi untuk kita tangkapi, mengalirkan bara , menelisik ruang hati lewat kata kata, sebuah karya kahlil gibran, salam penulis.

 

 

 

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *