0

Sang pemanah hati

 

Sang pemanah hati,berkali-kali menempa naluri.ya, berkali-kali meluruskan panah hatinya yang di dera hasrat memanah tepat ke jantung hati.

Menarik tali hati dan menelisik ruang sisi hati” adakah di antaranya kebimbangan ataukah ada suatu persimpangan, agar sang panah tak tergoyah angin keraguan.” harus tepat sasaran! begitu yang pemanah inginkan.

Itu juga yang berkali-kali membuat panahnya urung untuk di lepaskan.

Keringat hari deras melelehi pipi, menyeka satu tujuan yang hampir pupus dan terhapus,”untung saja dia masih punya nyali, Lewati ini! bisik hatinya, apakah harapan akan kau tinggalkan dan hanya jadi mimpi belaka? ” tidak.bantah hatinya pula.

Dia belajar memanah sejak bayi, bahkan mungkin sebelum di lahirkan ke dunia ini, naluri selalu mengajarinya untuk selalu punya keingininan , tujuan dan hasrat.

Seperti matahari yang ingin menerangi siang dan tenggelam di senja hari, atau seperti bulan yang sedikit malu akan siang dan menampakan diri di malam hari bersama gemintang.

Semua sama memanah tujuannya masing-masing , meski kadang asing bagi yang lainnya, tetapi itulah pemanah-pemanah sejati “ bertujuan pasti dan tak pernah menepi” sang pemanah adalah kita, sang pemanah adalah kompleksitas diri kita, menapaki hidup ini dengan berbagai potensi yang kita miliki.

Kemenangan bukanlah kemenangan juga kekalahan bukan juga kekalahan, tetapi di antara keduanyalah kita akan menjadi”sang pemanah sejati’naluri, menentukan tujuan dan melesatkannya tepat di sasaran!.

Sang pemanah sejati adalah diri kita, yang terkadang di suatu saat dapat melepaskan ego diri kita sendiri, mencapai sebuah tujuan sang pemanah sejati memanah dunia dengan budi pekerti dan selalu memanahkan kasih sayang, ke setiap hati di seluruh penjuru dunia ini.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *