0

Sang raja hati

Pendulum coba di nyalakan,gelapkah jalan?”dimana pengawal hati berdiri dan lalu menengok lagi dinding batu yang berdiri, diam, membisu tetapi dengan segala kekuatan yang kita kagumi yaitu kekerasan akan prinsipnya sendiri,tak tergoyahkan.

Ranting-ranting teriak di pembakaran,ketika mengoyak ingin menjadi bara yang membakarnya,di lain sisi,ada yang tertawa di teranginya,dua sisi yang berbeda tetapi sejalan dalam hidup dan kehidupan.

Dan kita coba aluri semua ilusi ini satu persatu..agar hati menjadi mengerti,hati ini di iptakan dan teriptakan melewati titian demi titian, dia membimbing bara kebencian dan kejahatan di sis lain.

Sementara sisi lainnya,menggenggam napas kedamaian dan kasih sayang, hati yang menjadi satu yang melingkupi anak muara yang berbeda-beda di antara dua sisinya, sedang kita sendiri berdiri untuk memilihnya.

Buritan luas

Buritan luas selepas mata memandang:adakah jalan untuk sampai di daratan?, tempat menjejakan kaki untuk berdiri,atau menanamkan sesuatu untuk kita tengok lagi di masa nanti, atau adakah lagi .

Pembakaran yang membuat hati dan mata ini merasa dan melihat kesakitan , enggan rasanya menegur rasa dan mata lagi,tak usahlah itu terjadi lagi! tersenyumlah jika ada ingatan akan kedamaian dan kasih sayang, ”yang seperti air mengalir, menyejukan panas di terik mentari.

Sang Raja Yang Bijaksana

Terpikirkan dan selalu ingin itu harus dan mesti ada! terpanjatkan dalam tiap-tiap doa dalam setiap jalan yang ku daki, dari tiap pertanyaan yang di tanyakan dari pesisir dan tebing bukit  mesti sayup, itu jelas ada walau dengan arah yang berbeda-beda.

” lalu,di mana sang raja hati berdiri? berhari-hari tak kutemui, dan akan tetap kucari!  apakah ia akan menunggu sang penanti pergi dan tak akan menemuinya lagi ?

Dari gunung kalbu dia berdiri ! dari singgasana yang menakjubkan, dari   kasih sayang dan kedamaian yang selalu ia denyutkan dan mengalirinya dengan darah kerinduan akan masa lalu  selalu saja ada yang ingin menukarkannya dengan kebencian.

Dia berpetuah kedamaian dan kasih sayang,  tanyalah rahib,  tanyakanlah amiril mukmin, budha dan orang-orang suci lainnya , ”mereka menjadi raja hati yang bijaksana tanpa rakyat!  sebab rakyatnya adalah jasad utuh mereka sendiri dan tak patah bagiannya.

Raja hati bagi mereka sendiri, karena kebijaksanaannya.. petuah-petuah akan ilmu-ilmunya, dan mereka juga menjadi sang raja hati yang melahirkan rakyat dari hati semua manusia,  untuk mengaguminya tanpa imbalan apapun.

Tersenyumlah! cukuplah menjadi raja hati bagi dirimu sendiri, karena itu adalah cahaya” menyinari dan menuntunmu pada setiap tujuan” kusampaikan salam di perpisahan.

Sang raja hati akan selalu memberi dan selalu di kenang.. saat ini dan masa nanti” karena budi pekerti.

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *