0

Wanita , Emansipasi dan kehidupan nyata

Wanita , Emansipasi dan kehidupan nyata, Yang kita tahu, wanita di katakan sebagai makhluk lemah, lembut he he dengan kata lain, seakan – akan wanita adalah makhluk yang tak kuasa untuk berdaya upaya, tetapi benarkah seperti itu adanya ?

Sebagian dari kita , mungkin saja akan mengatakan “ Ya “ dan anggukan kepala, tetapi jangan lupa ! lainnya mungkin akan mengatakan tidak, dan lalu bagaimana akhirnya ?

Seperti kita tahu dan dengar, wanita tercipta sebagai pasangan dari seorang pria, dan tentu ini bukan hanya di konotasikan harfiah hanya untuk kesenangan semata, sebab, ada hal – hal lain yang begitu luar biasanya dari apa yang di sebut sisi lain seorang wanita di balik kelemahannya !

Siapa Wanita ?

Wanita, semua tahu tetapi jawaban akan kehadiran seorang wanita akan surut dengan jawaban – jawaban berikut, secara qodrati , wanita memiliki hal – hal yang kurang di bandingdengan para pria, katakanlah, dari sisi postur tubuh saja  dapat kita bandingkan, pria memiliki kekuatan lebih daripada seorang wanita.

Sisi lainnya, wanita adalah sebagai induk dari rumah tangganya, dengan kata lain , bagaimanapun mapan atau pintarnya yang di sebut wanita, tetaplah ia akan kembali pada kewajiban semula, untuk mengurus rumahtangganya !

mkl

Sementara pria, bagaimanapun ia tanpa daya , tetaplah ia berkuasa dan juga sebagai pemimpin dari rumahtangganya, tetapi sayang hal itu sepetinya akan segera kita tinggalkan !

Wanita dan kemajuan

Kemajuan adalah sebuah ukuran, tetapi di lain pihak, kemajuan juga akan mengorbankan dari apa yang kita punya, walau ada hal – hal yang masih tersisa dan tak semuanya sirna.  Wanita di masa R.A Kartini adalah wanita yang di katakan sebagai wanita yang begitu apa adanya, menelisik hari dengan pengabdian tulus dan tahu akan apa yang menjadi hak dan kewajiban bagi seorang wanita .

Lalu , setelah kemajuan jaman ? ya, seperti apa yang kita singgung, ada sesuatu yang mereka korbankan, walau mungkin ada yang membantah demi sebuah gengsi, tetapi kita coba untuk bijaksana , sebab sebuah realita tak akan begitu saja bertopeng kata – kata, realita mesti diakui apa adanya sebagai sebuah kebenaran , dengan tanda koma, tak ada yang di persalahkan !

Wanita dan kemajuan adalah keharusan yang tak harus ! mengapa begitu  ? bagaimanapun juga , di dunia ini ada satu dan dua , ada komandan juga ada anak buah  ! kemajuan yang di dapat seorang waniat, seperti keleluasaan dalam beraktifitas bisa menimbulkan pemahaman yang salah kaprah, bahwa apapun itu dapat di lakukan  ! dan pada akhirnya banyak dari sebuah kebebasan yang di terima dan tergelincir pada kebablasan.

Bukankah dengan kebebasan berkumpul pada akhirnya wanita akan bergosip, sementara apa yang menjadi keharusan di rumahtangganya ia lupakan,  atau dan bukan rahasia lagi, ada banyak wanita yang pergi meninggalkan suaminya demi sebuah rijki, dan kitapun bertanya, buat apa bersuami dan kemanakah sang suami pergihingga sang isteri mengais rejeki dan mengorbankan apa yang seharusnya ia lakukan di rumah sebagai pengurus rumahtangga ?

Dan juga sederet hal – hal yang kita rasa begitu nggak relevan dengan apa yang di inginkan para pejuang wanita di masa lalu, kemajuan adalah hal yang perlu kita ketahui dan ikuti, tetapi norma yang berlaku di sisi lainnya adalah juga sebuah hal yang mesti kita turuti, demi sebuah keharmonisan dan bahagia dalam berumah tangga.

Wanita Manusia Perkasa

Wanita di katakan lemah, ya ! juga mudah terpengaruh suasana, juga ya atau mungkin saja, tetapi kelemahan seorang wanita adalah sebuah keperkasaan yang tak terkira, dan anda tak percaya ? mari kita lihat ini !

Wanita , dengan sukacita ( Wanita shalihah ) mengurus rumahtangganya dengan sederet permasalahan yang ada, tanpa ingin di balas budi, dan kita tahu, betapa kompleksnya permasalahan dalam sebuah rumah tangga, dan wanita mesti menanganinya, dan itu hebat kita pikir !

Lalu, wanita adalah ibu, mengandung sang bayi dalam rahim dan menjadi kita anak – anaknya adalah sebuah hal yang luar biasa ! betapa tidak , ia mengorbankan segalanya, waktu, tenaga dan bahkan ia mengorbankan cara tidurnya, agar bagaimana sang bayi yang berada dalam rahimnya dapat punya posisi yang enak danpad, dan itu bukan untuk dia bukan ?

Seterusnya ! wanita melahirkan anak – anaknya,yangmana hal tersebut sukar untuk kita pikirkan, atas bagaimana ia berjuang melahirkan anaknya, bahkan dengan taruhan nyawa yang ia punya, luar biasa ! dan keperkasaan lainnya di balik sisi lainnya yang mungkin saja mengurangi citra seorang wanita.

Tetapi ada akhir dari semua kata “ Wanita adalah matahari, yang tak penat menyinari dan tak meminta balas budi, dunia yang sepi hangat akan keberadaannya, memberi yang ia punya serta memahami dari apa yang di inginkan penghuni rumahtangganya, wanita adalah pejuang tanpa medali,tetapi mungkin kitalah anak – anaknya yang kadang melupakan balas budi atas jasa – jasanya, dan sudahkah mejnadi seorang wanita yang seharusnya sebagai wanita ?

Asep Zepelin

Hanya Manusia Biasa Dengan Sejuta Mimpi yang akan menjadi nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *